Halal Bihalal Rumah Sakit tahun 2015

September 20, 2015

“Bercermin dari Jalan”

 

Bila kita  dalam perjalanan  keluar kota khususnya pada akhir pekan, sering kita akan temui pada sekitar lampu pengatur jalan raya beberapa kelompok  anak muda mudi yang bernampilan nyentrik atau kita yang lazim di sebut anak punk. Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Anak punk  yang pada umumnya berusia remaja. Usia yang sangat rentan terhadap pengaruh teman, lingkungan sekitar. Keluarga sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan remaja. Kasih sayang orang tua dan anggota keluarga yang lain akan memberi dampak dalam kehidupan mereka. Demikian pula cara mendidik dan contoh tauladan dalam keluarga khususnya orang tua akan sangat memberi bekasan yang luar biasa. Seorang remaja juga memerlukan  komunikasi yang baik dengan orang tua, karena ia ingin dihargai, didengar dan diperhatikan keluhan-keluhannya. Dalam masalah ini, diperlukan orang tua yang dapat bersikap tegas, namun akrab (friendly). Mereka harus bisa bersikap sebagai orang tua, guru dan sekaligus kawan. Dalam mendidik anak dilakukan dengan cara yang masuk akal (logis), mampu menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk, melakukan pendekatan persuasif dan memberikan perhatian yang cukup. Semua itu tidak lain, karena remaja sekarang semakin kritis dan wawasannya berkembang lebih cepat akibat arus informasi dan globalisasi.

Latar belakang tersebut mendasari RS. Jiwa Prof. dr.Soeroyo Magelang Menggelar Halal bi halal bersama dengan komunitas anak Punk kota Magelang pada  hari senin 27 Juli 2015 bertempat di halaman RS. Jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang. kegiatan tersebut menghadirkan Ustad. Nasrudin Ansori dari Pondok Pesantren “ Pesan Trend Budaya Ilmu Giri” Kab. Bantul dan dihadiri seluruh civitas hospitalia, Dewan Pengawas, Karyawan KPRI BINSRA dan komunitas anak punk magelang untuk belajar bersama mengenai kehidupan anak punk. Diharapkan segenap civitas hospitalia RS. Jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang bisa mengambil hikmah dengan hadirnya anak punk dan rumah sakit yang mempunyai layanan unggulan kesehatan jiwa anak dan remaja  bisa memberikan pelayanan  preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif untuk anak jalanan, salah satu kelompok anak jalanan yaitu anak punk.

***why***

Posted in Blog by Administrator RSJS

Leave a Comment