MENGENAL HALUSINASI PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA

January 21, 2016

Halusinasi adalah tanggapan yang salah tanpa rangsang dari luar yang dapat berupa halusinasi pendengaran (perasaan mendengar suara-suara,berupa suara manusia, hewan atau mesin, barang, kejadian alamiah dan musik), halusinasi penglihatan (perasaan melihat sesuatu objek tetapi pada kenyataannya tidak ada), halusinasi penciuman (perasaan mencium sesuatu bau atau aroma tetapi tidak ada), halusinasi perabaan (kondisi merasa diraba, disentuh, ditiup, disinari atau seperti ada ulat bergerak di bawah kulitnya) dan halusinasi pengeecapan (kondisi merasakan sesuatu rasa tetapi tidak ada dalam mulutnya, seperti rasa logam). Halusinasi berbeda dengan aktivitas membayangkan karena membayangkan adalah tindakan dalam kendali dan dilakukan dengan kemauan sendiri.

Pada orang dengan gangguan kejiawaan selalu mengalami halusinasi dalam hidupnya, hal ini akan mempengaruhi perilakunya sehingga penderita sering berbicara sendiri, berbicara kacau (kadang tidak masuk akal), tertawa sendiri tanpa sebab, ketakutan, ekspresi wajah tegang, tidak mau mengurus diri, sikap curiga dan bermusuhan, menarik diri dan menghindari orang lain.

halusinasi3

Halusinasi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :
Tahap I : Halusinasi bersifat menyenangkan
Tanda-tanda yang sering ditemui adalah menyeringai/tertawa tidak sesuai, menggerakkan bibir tanpa bicara, gerakan mata cepat, bicara lambat, dan diam dan pikiran dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan.

Tahap II : Halusinasi bersifat menjijikkan
Tanda-tanda yang sering ditemui adalah cemas, konsentrasi menurun, dan ketidakmampuan membedakan yang nyata dan tidak nyata.

Tahap III : Halusinasi bersifat mengendalikan
Tanda-tanda yang sering ditemui adalah cenderung mengikuti halusinasi, kesulitan berhubungan dengan orang lain, perhatian atau konsentrasi menurun/ cepat berubah serta kecemasan berat (berkeringat, gemetar, tidak mampu mengikuti petunjuk).

Tahap IV : Halusinasi bersifat menaklukkan
Tanda-tanda yang sering ditemui adalah pasien mengikuti perintah halusinasi, tidak mampu mengendalikan diri, tidak mampu mengikuti perintah nyata, serta beresiko mencederai diri,orang lain, lingkungan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan halusinasi :

  1. Ajarkan pada penderita untuk tidak mengikuti perintah halusinasi
    Contoh: “Saya tidak mau mendengar kamu”
  2. Ajarkan penderita untuk meminta tolong pada orang lain untuk menghentikan halusinasi
    Contoh: “ Apakah kamu (orang lain) mendengar apa yang saya dengar?”
  3. Meminta orang lain untuk menyapa jika penderita berbicara sendiri

Penanggulangan halusinasi di rumahhalusinasi2

  1. Jangan biarkan pasien sendiri
  2. Anjurkan untuk terlibat dalam kegiatan rumah (buat jadwal)
  3. Bantu penderita untuk berlatih cara menghentikan halusinasi
  4. Motivasi keluarga untuk awasi penderita minum obat
  5. Jika pasien terlihat bicara sendiri atau tertawa sendiri maka segera disapa atau ajak bicara
  6. Motivasi keluarga untuk mengontrol keadaan penderita
  7. Beri pujian positif pada penderita dan keluarga jika mampu melakukan apa yang dianjurkan
  8. Segera bawa ke Rumah Sakit jika halusinasi berlanjut dan beresiko mencederai diri dan orang lain.

 

JIKA TAMPAK GEJALA PADA TAHAP III DAN TAHAP IV, SEGERA PENDERITA DIBAWA KE RUMAH SAKIT

( Disarikan dari berbagai sumber )
Posted in Artikel by Administrator RSJS

Leave a Comment