Pemulihan Pasca Stroke dan Depresi Dengan Transcranial Magnetic Stimulation

February 16, 2016

Instalasi DIKLAT Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang kembali menggelar pelatihan bagi karyawan. Dalam kesempatan kali ini Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang memberikan pelatihan pengguanaan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). Acara ini diselenggarakan sehari penuh pada tanggal 16 Februari 2016 bertempat di gedung aula diklat Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dan diikuti sekitar 70 orang peserta yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya adalah psikiater, neurolog, residen psikiatri, perawat dan peserta dari luar RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.

DSC_0028Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) adalah sebuah proses yang menggunakan medan magnet untuk menstimulasi sel saraf di otak guna menyembuhkan gejala depresi. TMS adalah satu dari sekian banyak tipe terbaru dari metode stimulasi otak yang dirancang untuk mengatasi depresi ketika pengobatan standar tidak berhasil. TMS adalah metode dengan tingkat invasi terkecil (least invasive) dalam proses stimulasi otak karena tidak membutuhkan operasi, tidak membutuhkan pembiusan, dan tanpa implantasi elektroda atau stimulator saraf. Ada beberapa cara untuk melakukan TMS. Tapi secara umum, sebuah kumparan elektromagnetik yang besar diletakkan di ubun-ubun dekat dahi anda. Gelombang elektromagnetik tersebut menciptakan arus listrik tanpa rasa sakit yang menstimulasi sel saraf otak yang mengatur mood dan depresi.

DSC_0008Transcranial Magnetic Stimulation biasanya digunakan ketika pengobatan awal depresi tidak berhasil. TMS tidak direkomendasikan sebagai pilihan pertama dalam pengobatan dan biasanya hanya digunakan untuk orang-orang dengan tingkat depresi yang belum mengalami kemajuan setelah dilakukan pengobatan standar. TMS juga bisa ditawarkan sebagai alternatif kepada mereka yang mungkin mempertimbangkan terapi elektrokonvulsif.

DSC_0033Kegiatan ini diadakan untuk memberi bekal ketrampilan tentang Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) kepada dokter, dokter psikiater dan perawat sebelum memberikan terapi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) kepada pasien gangguan-gangguan mental dan perilaku. Setelah pelatihan ini peserta diharapkan Mampu mengintegrasikan teori tentang Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) pada dokter, dokter psikiater dan perawat yang akan memberikan pelayanan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) kepada pasien, mampu membuat rencana terapi berdasarkan teori Transcranial magnetic stimulation (TMS) untuk pasien yang mengalami masalah kesehatan jiwa, mampu melakukan / menggunakan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dengan baik dan benar untuk pasien yang mengalami masalah kesehatan jiwa, mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil setelah pemberian terapi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).

DSC_0091

Dari rangkaian acara pelatihan dari pagi hingga sore tersebut dr. Ex. Anang Widyanta, MSc, SpKJ memberikan materi pertama tentang Overview Terapi TMS. Dilanjutkan pembahasan TMS pada bidang Neurilogi serta pencegahan kejang oleh dr. Dyah Wiratmi Puspitasari, Sp.S. Disusul dengan penggunaan TMS pada bidang Psikiatri yang disampaikan dr. Santi Yuliani, MSc, Sp.KJ dan diakhiri dengan praktek penggunaan TMS yang dipandu oleh Sulistyawan, SST sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi menggunakan alat tersebut.
***why***

Posted in Blog, Event by AdminRSJ

Leave a Comment