PENTINGNYA PENCAMPURAN OBAT SECARA ASEPTIS

March 1, 2016

Antuasiasme para peserta pelatihan dalam mengikuti praktik pencampuran obat secara Aseptis

DSC_0383Standar pencampuran obat secara aseptis seharusnya menggunakan Laminar air flow (LAF) atau clean classroom 100 dalam melakukan teknis aseptis namun bagi Rumah Sakit yang belum mempunyai LAF maka yang bisa dilakukan adalah meminimalkan terkontaminasinya produk parenteral oleh mikroorganisme dan partikel yang ada di lingkungan.

DSC_0073Untuk meninggkatkan kemampuan tenaga kesehatan di RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang, Tanggal 1 Maret 2016 Instalasi DIKLAT RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang melaksanakan pelatihan “Pencampuran Obat Secara Aseptis” bagi para perawat. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan, tahapan yang pertama paparan tentang Manajemen dan Penggunaan Obat, tahapan yang kedua paparan tentang Pencampuran Obat Secara Aseptis dan tahapan yang ketiga adalah praktek Pencampuran Obat Secara Aseptis.

Pencampuran obat secara aseptis adalah pelaksanaan suatu prosedur dibawah kondisi yang terkontrol untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme atau partikel kontaminan (mempertahankan sterilitas sediaan).

DSC_0010

Dalam kebijakan pelayanan Instalasi Farmasi tentang Kebijakan Teknis Aseptis tertera “ Teknis Aseptis didelegasikan oleh farmasis kepada perawat bangsal RS Jiwa Prof.dr. Soerojo Magelang”. Dikarenakan hal tersebut maka Instalasi farmasi wajib melakukan pelatihan terhadap para perawat yang akan melakukan pencampuran obat baik di poliklinik, UGD maupun bangsal perawatan. Diharapkan dengan dibekalinya para perawat tentang ilmu pencampuran obat secara aseptis maka tujuan diatas dapat tercapai. Pelatihan pada tanggal 1 Maret tersebut dihadiri oleh sekitar 40 peserta, namun kedepan diharapkan semua perawat dapat dilatih dan mempunyai sertifikat pelatihan.

***why***

Posted in Blog, Event by AdminRSJ

Leave a Comment