Kerusakan lingkungan, masihkah kita menutup mata ?

June 5, 2016

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Secara umum lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Dengan adanya hubungan timbal balik didalamnya, maka kelestarian lingkungan hidup harus dijaga agar kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup dapat terwujud.

pencemaran-lautDinegara kita, tingkat kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun semakin parah, hal ini dapat terlihat dari bertambahnya jumlah kebakaran hutan, penebangan pohon secara liar, punahnya fauna, pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga / industri, penambangan bahan material yang tidak memperdulikan lingkungan, dan lain sebagainya. Meskipun tidak disadari, namun setiap individu mempunyai andil sebagai pelaku perusakan lingkungan, sebagai contoh dari hal terkecil yang selalu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan produk berbahan plastik yang sampahnya tidak dapat terurai, menggunakan gas freon dalam berbagai produk yang dapat merusak lapisan ozon, pengerasan jalan dan lingkungan sekitar tempat tinggal sehingga tidak ada tempat untuk lahan hijau, menangkap dan atau memelihara binatang yang seharusnya hidup di alam bebas, penggunaan bahan kimia beracun untuk pembasmi hama atau serangga, dan masih banyak hal lain yang dapat mengancam lingkungan. Kerusakan tersebut apabila dibiarkan terus menerus akan mendatangkan bencana bagi seluruh kehidupan di muka bumi. kebakaran-hutan-dan-lahan

Lantas apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki kerusakan lingkungan ? Kita dapat memulai dari lingkungan sekitar kita dan mengubah pola hidup terlebih dahulu.

  • Sebisa mungkin minimalkan penggunaan produk dari bahan plastik, atau lakukan daur ulang plastik untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang terbuang.
  • Buat lahan hijau di sekitar tempat tinggal dengan memanfaatkan teras, lahan samping / belakang rumah untuk menanam bahan makanan organik, obat-obatan, serta tanaman lain yang bermanfaat bagi kehidupan. Hal ini disamping meningkatkan suplay oksigen bagi lingkungan, konsumsi bahan makanan organik serta obat-obatan sangat bermanfaat bagi kesehatan, dan otomatis dengan adanya tanaman organik berarti kita telah menghindari penggunaan bahan kimia sebagai pembasmi hama.
  • Batasi atau hindari penggunaan produk dengan gas freon sebagai pendingin, mulailah kembali ke alam (hidup alamiah) dengan lingkungan yang sejuk dan asri.
  • Peliharalah binatang yang diijinkan untuk dipelihara, agar ekosistem tetap terjaga.
  • Pilah-pilah sampah rumah tangga, manfaatkan sebagai kompos untuk lahan hijau sekitar rumah. Sampah yang tidak bisa dimanfaatkan, buang ke tempat pembuangan sampah yang ada agar dapat diolah kembali oleh industri pengolahan limbah.
  • Disiplin menerapkan pola hidup alami, bersih dan sehat di sekitar tempat tinggal.

796 tukik   tanam_mangrove

Jika lingkungan tempat tinggal sudah terjaga kelestariannya, tugas kita selanjutnya adalah menjaga kelestarian lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu seluruh wilayah negara kita. Ikut mewujudkan misi pemerintah dalam upaya pengendalian kerusakan dan pelestarian lingkungan hidup dengan menjaga kelestarian hutan, pantai, laut, dan semua kekayaan yang ada didalamnya adalah tanggungjawab kita bersama. Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia (5 Juni), mulailah peduli dengan lingkungan sekitar, karena dengan lestarinya lingkungan akan memberikan kehidupan bagi generasi yang akan datang. “Keep nature, save the earth “.

dreamstime

(*Disarikan dari berbagai sumber)
Posted in Artikel by Administrator RSJS

Leave a Comment