Lindungi Keluarga Anda Dari Bahaya Aliran Sesat

August 29, 2016

Semakin berkembang dan masifnya aliran sesat atau paham menyimpang di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian serius. Penciptaan bonding (kedekatan) dan edukasi melalui komunikasi efektif antar anggota keluarga, penting untuk membentengi keluarga dari infiltrasi paham negatif tersebut.

Maraknya pemberitaan adanya aliran yang menyesatkan yang diduga sebagai dalang hilangnya beberapa warga bahkan sekelompok keluarga menjadi kewaspadaan tersendiri bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Yang terbaru adalah Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang mempengaruhi sekelompok orang bahkan sekelompok keluarga, padahal sebelumnya kasus kelompok Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS) dan Negara Islam Islamiyah (NII) memiliki modus yang hampir sama juga membuat keresahan yang sama dimasyarakat kita.

Kok bisa ya mereka menjadi orang yang berbeda 360 derajat dari kehidupannya terdahulu? Masyarakat awam sering menyebut mereka mengalami cuci otak (brainwash) yang dalam fenomena psikologis disebut indoktrinasi intensif, yang merupakan salah satu bentuk pengaruh sosial.

Baron dan Byrne menjelaskan, indoktrinasi intensif sebagai proses yang dilewati individu untuk menjadi bagian dari kelompok ekstrem dan menerima belief (kepercayaan) dan aturan dari kelompok tanpa bertanya-tanya serta berkomitmen tinggi.

tigaIndoktrinasi intensif merupakan pengaruh sosial yang dipaksakan. Metode utama yang digunakan adalah dengan memasukkan informasi/dogma atau indoktrinasi tersebut secara audio dan visual secara waktu berkala dan panjang, dan bersifat terfokus.

Sebuah informasi yang ditekankan dan dimasukkan secara terfokus, dengan akses audio maupun visual, dan dilakukan secara terus menerus, mampu menggiring persepsi dan pola pikir maupun perasaan seseorang sedikit demi sedikit. Inilah yang kita sebut sebagai memasukkan nilai di bawah sadar seseorang.

Pada saat sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di dalam bawah sadar seseorang, maka nilai itu lama kelamaan semakin kuat, berakar, dan permanen, maka disebut sebagai hasil dari cuci otak, dan merupakan tujuan utama dilakukan hal tersebut. Namun melihat fenomena yang terjadi, hal tersebut bisa dilakukan dalam waktu yang relatif cepat, setidaknya ada beberapa pentahapan dan cara yang lebih ekstrim untuk menanamkan nilai ini kepada korban.

  • Tahap pertama;

Pelumpuhan; yang harus dilakukan dalam melakukan praktik cuci otak adalah melumpuhkan korban. Biasanya para pengikut baru atau korban cuci otak, dikurung dalam suatu ruangan gelap selama satu hari penuh tanpa makan dan minum. Ini bertujuan untuk membuat korban akan mulai setengah sadar, atau dalam bahasa psikologi, dinamakan memasuki alam bawah sadar.

  • Tahap Kedua ;

Setelah dikurung 24 jam tanpa cahaya, makan dan minum, korban akan memasuki alam bawah sadarnya. Setelah itu para korban akan didengarkan musik. Para pakar psikologi pun mengakui jika musik memiliki pengaruh bagi karakteristik seseorang. Ini akan berlangsung selama 3-6 jam sampai korban benar-benar hilang kesadarannya.

  • Tahap ketiga;

Jika korban telah kehilangan kesadarannya, maka dalam bahasa psikologi dinyatakan telah masuk sepenuhnya ke alam bawah sadar. Dalam keadaan korban kehilangan kesadaran inilah korban dapat diajarkan atau ditanamkan nilai apapun sesuai keinginan si pencuci otak.

xl-2016-question-mark-1Apa sih yang menyebabkan orangorang tersebut mudah sekali diberi indoktrinisasi yang berbeda dan ekstrim? Ada beberapa factor yang mempengaruhinya seperti :

a. Faktor psikis yang labil dan tertutup

Misalnya memiliki rasa negatif, bingung atau ragu dengan identitas dirinya sendiri dan kurang mampu mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan terutama dalam situasi menekan.

b. Faktor psikologis yang sombong

Tidak hanya orang yang psikisnya labil yang mudah dicuci otak, orang yang percaya dirinya berlebihan alias kesombongan psikologis juga bisa dengan mudah dipengaruhi. Misalnya orang-orang yang egois dan bangga bahwa apapun yang ia percaya secara otomatis adalah benar, namun tidak didukung dengan pengetahuan yang luas dan mendasar.

c. Orang yang mengalami tekanan fisik dan mental.

Hal ini karena kondisi tersebut membuat orang menjadi kelelahan, tidak berdaya, hingga akhirnya mengurangi kemampuan berpikir dan menolak pengaruh baru yang diberikan.

family-computerSuka atau tidak suka dengan arus informasi yang tanpa batas dan jarak dari metode konvensional hingga ekstrim dalam merekrut, bertindak dan mengembangkan aliran mereka, mau tidak mau kita tentunya dituntut untuk menyikapi situasi ini dengan lebih peduli, baik itu dalam unsur makro yaitu kebijakan pemerintah hingga unsur mikro dari setiap unsur masyarakat, khususnya keluarga sebagai pemberi nilai-nilai awal dalam lingkup terkecil.

Apa yang dapat dilakukan oleh kita untuk membendung unsur-unsur negatif yang ada di masyarakat ? Yaitu melalui penciptaan bonding (kedekatan), menjadi panutan yang matang dan edukasi melalui komunikasi afektif antar anggota keluarga.

Adapun usaha-usaha yang dapat kita ciptakan di lingkungan keluarga adalah sebagai berikut :

  1. Hindari paparan televisi dan media yang terlalu sering tentang kekerasan dan mengerikan pada anak khususnya di usia di bawah 12 tahun. Ganti kegiatan yang melibatkan banyak interaksi dengan anggota keluarga lainnya.
  2. Ciptakan kedekatan dengan anak dan anggota keluarga sedini mungkin dengan menetapkan waktu wajib untuk dapat berkumpul bersama dengan keluarga dalam satu minggu, misal: tiap hari Sabtu atau Minggu
  3. Luangkan waktu untuk mencari tahu pengetahuan terbaru tentang lingkungan baik dalam bentuk berita negatif dan positif yang terjadi agar dapat memberikan pengertian pada anak terkait isu-isu negatif yang terjadi dengan cara meluruskan suatu berita dan memberikan pengajaran melalui penguatan dari berita-berita positif yang terjadi.
  4. Luangkan waktu dengan menggali emosi yang dirasakan tiap anggota keluarga terkait dengan isu-isu sosial yang sedang hangat.
  5. Waspadai proses indoktrinisasi mandiri pada media sosial, karena lewat indoktrinisasi mandiri, mereka tidak lagi perlu disambangi oleh komplotan-komplotan jahat. Sebaliknya, merekalah yang mengambil prakarsa untuk mendekatkan diri sendiri ke kelompok-kelompok tersebut. Contohnya: doktrin-doktrin aliran sesat, pelajaran tentang merakit bom dan modus-modus teror masif sudah tersedia secara  gratisan di internet. Maka bertemanlah dengan anggota keluarga anda di media sosial, sebagai kontrol agar dapat melakukan tindakan preventif terhadap isu-isu dan pengaruh negatif media sosial.

660

Mengelola kembali kepedulian kita terhadap kelangsungan kehidupan berkeluarga memerlukan kerjasama dan komunikasi yang baik antar anggota keluarga, sehingga dapat menjadi kunci utama terbentuknya ketangguhan mental keluarga Indonesia agar terhindar dari doktrin aliran sesat. ***

 

Oleh : Ni Made Ratna Paramitha, M.Psi

(Psikolog – Instalasi Penilaian Kapasitas Mental RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang)

Posted in Artikel by Administrator RSJS

Leave a Comment