RSJS Magelang Tingkatkan Kompetensi Petugas Dalam Pengelolaan Pasien Napza

January 19, 2017

MAGELANG – RSJ Prof. Dr.Soerojo Magelang menggelar peningkatan kompetensi pengelolaan pasien napza untuk petugas kesehatan pada Rabu – Kamis (18-19/1) dalam bentuk pelatihan. Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini bertempat di Gedung Aula Diklat RSJS Magelang.

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah Perawat bangsal jiwa, Pekerjasosial, Psikolog, DokterUmumyang ada di RSJS Magelang. Selain dari peserta internal pelatihan ini juga diikuti oleh tenaga kesehatan dari puskesmas Pejagoan Kebumen yang merupakan Puskesmas binaan RSJS Magelang dalam bidang Kesehatan Jiwa Masyarakat

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang jenis napza dan situasi penyalahgunaannya saat ini, meningkatkan keterampilan dalam melakukan asesmen pasien napza, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan pasien napza meliputi ketrampilan konseling dan terapi motivasi, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan pilihan terapi pada pasien napza.

Hari pertama pelaksanaan pelatihan ini diisi dengan penyampaian materi dari dr. Ratna Dewi Pangestuti, M.Sc.,Sp.KJ tentang Otak dan Perilaku Adiksi. Dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Macam – macam Jenis Zat Napza dan Pengaruhnya oleh dr. Wijaya Aji, M.Sc., Sp.KJ. Setelah itu dr.Ratna Dewi Pangestuti,M.Sc.,Sp.KJ kembali menyampaian materi yang berbeda yaitu tentang Stage of change dan Terapi Penyalahgunaan Zat. Hari pertama pelatihan ini ditutup oleh penyampaian materi dari dr. Inu Wicaksana, Sp.KJ.,MMR tentang Situasi Terkini Penyalahgunaan Zat di Masyarakat.

dr.Ratna Dewi Pangestuti,M.Sc.,Sp.KJ membuka pelatihan hari kedua ini dengan Praktek Wawancara langsung dengan menghadirkan Pasien Napza kedepan para peserta pelatihan. Dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Rehabilitasi Napza oleh Perawat Tri Wartono, S.Kep. Setelah itu dilanjutkan dengan materi tentang Konseling Napza, Terapi Motivasi dan Pencegahan Relaps, serta Role play yang dipandu oleh Psikolog Any Reputrawati, S.Psi.,Psi.

Prevalensi penyalahguna narkoba saat ini sudah mencapai 3.256.000 jiwa dengan estimasi 1,5 % penduduk Indonesia adalah penyalahguna narkoba. Data yang diperoleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan 15.000 orang meninggal akbiat penyalahgunaan narkoba. Dari hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa 40 nyawa per hari harus melayang akibat narkoba. Hasil survei BNN pada tahun 2009 menyimpulkan bahwa prevalensi korban penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa adalah 4,7 % atausekitar 921.695 orang (BNN, 2010). Korban penyalahgunaan narkoba berada direntang usia remaja hingga dewasa awal dengan rentang usia 15 – 24 tahun.

Untuk menanggulangi akibat penyalahgunaan narkoba salah satu program pemerintah adalah pelayanan Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL. IPWL bertujuan memenuhi hak pecandu narkoba untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan diantaranya rehabilitasi napza. Hal ini sejalan dengan paradigma pengelolaan penyalahguna zat saat ini yang mendorong pasien untuk mendapatkan rehabilitasi daripada dipenjara.

Sesuai peraturan Kemenkes maka setiap Rumah Sakit Jiwa dianjurkan menyediakan 10 % kapasitasnya untuk pasien penyalahguna zat. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut maka direncanakan untuk membuka bangsal napza di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Untuk memberikan pelayanan yang baik, petugas di bangsal napza diharapkan mempunyai kompetensi yang cukup. (Why)

Subbag Hukum, Organisasi & Humas
RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Telp : 0293 363601, 363602 ekstensi 133
Fax : 0293 365183
Email : [email protected]
Website : www.rsjsoerojo.co.id

 

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS

Leave a Comment