Month: February 2017

February 24, 2017

MAGELANG – Inhouse training kembali diadakan oleh RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk petugas pada rabu dan kamis (23-24/2). Kegiatan yang berlangsung di gedung aula diklat RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang ini diikuti oleh Seluruh Kepala Ruang RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, calon anggota Link PPI (IPCLN/IPCLS/IPCO) dan petugas pada unit kerja yang terkait. Kegitan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program PPI serta menerapkan teknik-teknik pencegahan dan pengendalian infeksi untuk meningkatkan mutu pelayanan, dengan narasumber Tim PPI RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu Memahami program PPI, Memahami konsep dasar penyakit infeksi dan penatalaksanaannya, Memahami konsep kegiatan PPI di fasilitas pelayanan kesehatan/RS, Memahami peran IPCN, IPCLN dan IPCD, Memahami konsep surveillance dan pelaksanaannya di RS Ilmu tentang Pencegahan dan pengendalian infeksi ini dipandang penting dan perlu untuk disebarluaskan pada seluruh civitas hospitalia karena dengan memahami dan menerapkan budaya pencegahan infeksi dapat meningkatkan mutu pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pasien dan keluarga pasien, sehingga bisa menjadi agen perubahan. Health Care Assosiated Infection (HAIs) merupakan komplikasi yang paling sering terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. HAIs adalah infeksi yang didapat atau timbul pada wa

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS
February 20, 2017

MAGELANG – RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang mengadakan kegiatan Penilaian Maturitas Penerapan Manajemen Risiko pada hari kamis dan jumat ( 16-17/2) bertempat di Gedung Aula Diklat RSJS Magelang. Acara yang digelar selama dua hari ini menghadirkan Inspektur Investigasi Kemenkes drg. Rarit Gempari, MARS dan tim dari Inspektorat Jenderal Kemenkes RI sebagai narasumber dan diikuti oleh 62 orang Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas. Penilaian maturitas ini sebagai langkah selanjutnya dalam upaya membangun Zona Integritas di RSJS Magelang setelah pada November 2016 memperoleh predikat WBK dari Kemenkes RI. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukur kualitas penyelenggaraan SPIP, memberi rekomendasi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan SPIP Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang, mendukung persiapan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang menghadapi asesmen oleh Tim Penilai Nasional Indikator WBK Tahun 2017 Sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional merupakan muara dari dilaksanakannya reformasi birokrasi. Dalam perjalanannya, banyak kendala yang dihadapi, diantaranya adalah penyalahgunaan wewenang, praktek KKN, dan lemahnya pengawasan. Tingginya tuntutan berbagai pihak terhadap wujud peningkatan kinerja, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara dala

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS
February 14, 2017

Beberapa waktu lalu, sosok Awkarin menjadi viral di berbagai media, dan menjadi tren kalangan anak muda. Tapi perilaku Awkarin menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendidik dan orang tua. Apa yang salah dengan Awkarin? Awkarin adalah sosok anak muda yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Ia merasa baik-baik saja, meski belum lama ini gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia lantaran lebih menyibukkan diri bersama pacarnya. Tragisnya ialah Awkarin, yang bernama asli Karin Novilda, merupakan peraih NEM tertinggi ke-3 tingkat SMP di tahun 2013 tingkat Provinsi Kepri. Namun, seseorang bisa saja sangat berubah. Dilihat dari media sosial, gadis ini tidak menunjukkan rasa sedih ketika menghadapi kegagalan tersebut. Ia tetap bergembira bersama sahabat-sahabatnya mengikuti berbagai pesta. Ia justru lebih depresi dan menangis tersedu-sedu ketika diputuskan pacarnya. Bahkan ia mengunduh video cara berpakaian, kata-kata dan perilaku pacaran di luar normatif budaya Indonesia. Bisa jadi itu adalah hal yang wajar bagi Awkarin, karena toh tanpa menempuh pendidikan yang tinggi pun, dan dengan konten apapun yang diunggahnya di media sosial, saat ini ia telah berhasil mendapatkan pendapatan minimal $ 1.200 (sekitar Rp. 15.600.000 per bulan), berkat traffic channel media sosialnya yang terus melonjak. Bukan angka yang sedikit untuk remaja seusianya.

Posted in Artikel by AdminRSJ