Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSJS Magelang

February 24, 2017

MAGELANG – Inhouse training kembali diadakan oleh RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk petugas  pada rabu dan kamis (23-24/2). Kegiatan yang berlangsung di gedung aula diklat RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang ini diikuti oleh Seluruh Kepala Ruang RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, calon anggota Link PPI (IPCLN/IPCLS/IPCO) dan petugas pada unit kerja yang terkait.

Kegitan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program PPI serta menerapkan teknik-teknik pencegahan dan pengendalian infeksi untuk meningkatkan mutu pelayanan, dengan narasumber Tim PPI RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu Memahami program PPI, Memahami konsep dasar penyakit infeksi dan penatalaksanaannya, Memahami konsep kegiatan PPI di fasilitas pelayanan kesehatan/RS, Memahami peran IPCN, IPCLN dan IPCD, Memahami konsep surveillance dan pelaksanaannya di RS

Ilmu tentang Pencegahan dan pengendalian infeksi ini dipandang penting dan perlu untuk disebarluaskan pada seluruh civitas hospitalia karena dengan memahami dan menerapkan budaya pencegahan infeksi dapat meningkatkan mutu pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pasien dan keluarga pasien, sehingga bisa menjadi agen perubahan.

Health Care Assosiated Infection (HAIs) merupakan komplikasi yang paling sering terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. HAIs adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di rumah sakit. Ini merupakan persoalan serius bagi pasien yang dapat menyebabkan peningkatan lama rawat, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian pasien. Hal ini berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan lebih besar, baik oleh pasien maupun oleh rumah sakit. Di samping itu angka HAIs yang tinggi juga mengakibatkan mutu pelayanan rumah sakit menjadi turun, citra rumah sakit menjadi buruk.

Health Care Assosiated Infection (HAIs) merupakan masalah besar yang dihadapi di seluruh dunia dan kejadian ini terus meningkat. Angka kejadian HAIs menurut data dari WHO 9% di UK tahun 2006, di Italy tahun 2005 6,7%, di Perancis tahun 2006 6,7 – 7,4%. Sementara angka kejadian HAIs di Indonesia diambilkan dari 10 RSU Pendidikan yang mengadakan surveillance aktif didapatkan angka 6 – 16% dengan rerata 9,8%. Untuk angka kejadian HAIs yang terjadi di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dari bulan ke bulan selalu di atas target yang ditetapkan adalah IDO/ILO. Target IDO RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang adalah di bawah 2% tapi capaiannya selalu lebih dari 2%, seperti bulan Oktober – Desember 2016 berturut-turut adalah 6,7%, 3,7% dan 7,14%. Sebenarnya kejadian ini bisa dicegah bila rumah sakit melaksanakan program pengendalian infeksi secara konsisten.

Untuk menekan angka HAIs yang terjadi di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang maka diharapkan semakin banyak civitas hospitalia yang terpapar materi dasar-dasar pencegahan dan pengendalian infeksi supaya bisa memberikan kontribusi dalam pencegahan infeksi yang terjadi di rumah sakit. Atas dasar pertimbangan tersebut maka perlu dilaksanakan inhouse training PPI Dasar dengan peserta mayoritas adalah kepala ruang yang merupakan case manager dari masing-masing ruangan sehingga diharapkan dapat lebih menggalakkan program-program PPI di unit kerja masing-masing. (why)

Subbag Hukum, Organisasi & Humas
RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Telp : 0293 363601, 363602 ekstensi 133
Fax : 0293 365183
Email : [email protected]
Website : www.rsjsoerojo.co.id

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS

Leave a Comment