Psikiater RSJS Magelang Optimalkan Trascranial Magnetic Stimulation (TMS)

April 5, 2017

MAGELANG – Para psikiater RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tampak antusias mengikuti inhouse training penggunaan TMS untuk gangguan psikiatri yang diadakan pada selasa (4/4) di Gedung Elektromedik RSJS Magelang pukul.

Pelatihan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh sejumlah Psikiater, Neurolog, Dokter umum, dan Operator TMS dengan menghadirkan dr. Dyah Wiratmi Puspitasari,Sp.S, dr Santi Yuliani, MSc.,Sp.KJ, dan dr. Exnasius Anang Widyanta, MSc., Sp.KJ sebagai narasumber pada hari itu.

Kegiatan ini bertujuan memberikan peningkatan pengetahuan bagi psikiater dalam diagnosis mental dengan pendekatan gelombang otak dan gambaran brain mapping. Selain dapat memberikan peningkatan pengetahuan bagi psikiater terkait aplikasi teknis dan klinis secara neurologis pada TMS, pelatihan ini juga memberikan peningkatan pengetahuan bagi psikiater terkait aplikasi klinis TMS pada gangguan mental serta memberikan peningkatan ketrampilan (hands on) kepada psikiater pada alat TMS.

Direktur Medik dan Keperawatan, dr Nur Dwi Esthi, Sp.KJ dalam sambutannya mengatakan bahwa peralatan – peralatan canggih yang sudah kita miliki dan kita gunakan selama ini salah satunya adalah TMS. “Untuk itu saya mengajak kepada rekan sejawat untuk dapat mengoptimalkan penggunaan TMS ini sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik “, imbuhnya.

Psikiatri adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari aspek kesehatan jiwa serta pengaruhnya timbal balik terdapat fungsi-fungsi fisiologis organobiologis tubuh manusia. Sebagai suatu cabang ilmu kedokteran, ilmu psikiatri tidaklah berdiri sendiri, melainkan selalu berkolaborasi dan segala aspeknya selalu berkaitan dengan cabang-cabang ilmu kedokteran lainnya, misalnya dengan cabang ilmu saraf (Neurologi). Ilmu psikiatri dibangun atas dasar 4 fondasi dasar, yaitu :
1.    Dimensi organobiologis yaitu aspek pengetahuan tentang organ-organ tubuh serta fungsi fisiologis tubuh manusia khususnya yang berkaitan langsung dengan aspek kesehatan jiwa (seperti Sistem Susunan Saraf Pusat)
2.    Dimensi psiko-edukatif yaitu aspek pengetahuan tentang perkembangan psikologis manusia serta pengaruh pendidikan-pengajaran terhadap seorang manusia sejak lahir hingga lanjut usia.
3.    Dimensi Sosial-Lingkungan yaitu aspek pengetahuan tentang pengaruh kondisi sosial-budaya serta kondisi lingkungan kehidupan terhadap derajat kesehatan jiwa manusia.
4.    Dimensi spiritual-Religius yaitu aspek pengetahuan tentang pengaruh taraf penghayatan  dan pengamalan nilai-nilai spiritual-religius terhadap derajat kesehatan jiwa manusia.
Mengacu pada fondasi tersebut diatas, khususnya pada fondasi pertama, pendalaman terhadap dimensi organo biologis sangat penting dalam tatalaksana konsumen dengan kondisi mental.

Oleh karena itu, pelatihan terkait alat-alat yang dimiliki merupakan sesuatu keharusan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Salah satu alat yang saat ini banyak digunakan adalah Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). Stimulasi magnetik transkranial (TMS) adalah metode non invasif yang menyebabkan de-polarisasi atau hiper-polarisasi dalam neuron otak. TMS menggunakan induksi elektromagnetik untuk menginduksi arus listrik lemah menggunakan medan magnet yang berubah dengan cepat, ini dapat menyebabkan aktivitas di bagian tertentu ataupun otak secara keseluruhan dengan ketidaknyamanan yang minimal, yang memungkinkan fungsi dan interkoneksi otak untuk dipelajari. (why)

Subbag Hukum, Organisasi & Humas
RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Telp : 0293 363601, 363602 ekstensi  133
Fax : 0293 365183
Email : [email protected]
Website : www.rsjsoerojo.co.id

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS

Leave a Comment