Memahami Sibling Relationship

May 10, 2017

Persaingan antar saudara adalah bagian alami dari proses tumbuh dewasa. Pada tingkatan yang normal, sibling rivalry ini justru merupakan tanda yang sehat bahwa setiap anak mampu mengekspresikan kebutuhan atau keinginannya.

Tidak semua keluarga beruntung memiliki hubungan antar saudara yang harmonis. Kadang kita lihat antara kakak dan adik seperti orang asing tak bertegur sapa atau sekedar berbincang ringan, meski tinggal di bawah atap yang sama.

Hubungan dengan keluarga, terutama sesama saudara yang biasa dikenal dengan sibling relationship ini, memang tidak serta merta muncul tapi harus diupayakan, dipahamkan dan dikembangkan sejak dini.

Meskipun tentu, dalam setiap hubungan, antar saudara kandung sekalipun, akan melewati fase pasang surut. Pertengkaran, jika diterima positif, bisa jadi bumbu yang membuat antar saudara lebih memahami saudara yang lainnya, yang akhirnya akan saling menguatkan dan saling mendukung.

Sibling rivalry : Membantu anak-anak Anda bergaul

Jika Anda sudah memiliki anak, Anda tahu bahwa menjaga ‘perdamaian’ di rumah bisa jadi hal sulit. Satu menit mereka bercanda, lima menit berikutnya sudah terdengar tangisan mengaduh, atau saling pukul. Persaingan antar saudara adalah bagian alami dari proses tumbuh dewasa. Pada tingkatan yang normal, sibling rivalry ini justru merupakan tanda yang sehat bahwa setiap anak mampu mengekspresikan kebutuhan atau keinginannya.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi seberapa baik anak-anak Anda bergaul dengan satu sama lain termasuk usia, jenis kelamin dan kepribadian. Sebagai contoh :

  • Anak-anak dengan rentang usia dekat, mungkin lebih sering bertengkar daripada anak-anak dengan jarak umur cukup jauh.
  • Anak-anak dari jenis kelamin yang sama, mungkin lebih bisa berbagi karena minat yang mirip, tetapi mereka mungkin juga lebih cenderung bersaing satu sama lain. Anak di posisi tengah, yang mungkin tidak mendapatkan hak yang sama atau perhatian sebagai anak tertua atau termuda dalam keluarga – mungkin bertindak lebih banyak untuk merasa lebih aman.
  • Anak-anak yang orangtuanya bercerai mungkin merasa didorong untuk bersaing dalam menarik perhatian orang tua dengan siapa mereka hidup – terutama jika saudara tiri juga tinggal di rumah.
  • Semakin bertambah usia, cara mereka berinteraksi kemungkinanakan berubah. Anak-anak muda cenderung melawan secara fisik, yang lebih tua lebih memiliki argumen v

Bagaimana meminimalkan konflik

Hubungan persaudaraan membuat ikatan satu dan yang lainnya saling terkait. Bagaimana orang tua bisa mendorong hubungan persaudaraan yang sehat?

  • Menghormatikebutuhan unik masing-masing anak.

Merawat anak-anak sebaiknya tidak selalu dengan cara yang seragam. Tapi fokuslah pada pemenuhan kebutuhan unik setiap anak. Misalnya, daripada membelikan kedua anak Anda hadiah yang sama demi menghindari pertengkaran,  pertimbangkan untuk membeli mereka hadiah berbeda yang mencerminkan kepentingan masing-masing. Sebelum mendaftarkan anak-anak Anda untuk sepak bola atau les piano, mintalah masukan mereka terlebih dulu.

  • Hindari perbanding

Membandingkan kemampuan antar anak-anak Anda dapat membuat mereka merasa sakit hati dan tidak aman. Hindari membahas perbedaan antara anak-anak di depan mereka.

  • Menetapkanaturan dasar.

Pastikan anak-anak mengerti apa yang Anda anggap perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat  diterima ketika berinteraksi satu sama lain, serta konsekuensi dari perilaku tersebut.

  • Tidak terlibat dalam pertengkaran.

Doronglah anak-anak Anda untuk menyelesaikan perbedaan mereka sendiri. Meskipun Anda mungkin perlu membantu mereka menyelesaikan sengketa, tapi sebaiknya anda menahan diri dulu. Bila Anda mendisiplinkan mereka, hindari melakukannya di depan orang lain – yang dapat menyebabkan mereka malu. Bila mungkin, bawa anak Anda menyingkir untuk mendiskusikan tingkah lakunya. Hindari menggunakan julukan untuk anak-anak Anda, atau berulang kali menyalahkan satu anak yang sama, yang justru menyebabkan sibling rivalry (konflik/persaingan antar saudara) berkepanjangan.

  • Mengantisipasi masalah.

Jika anak-anak Anda tidak dapat menyelesaikan perselisihan sendiri atau terus memperebutkan hal yang sama, bantu mereka mencari solusi. Misalnya, jika mereka mengalami kesulitan berbagi, dorong mereka untuk masing-masing bermain dengan mainan mereka sendiri atau kegiatan yang tidak memerlukan banyak kerja sama, seperti mendengarkan musik atau bermain petak umpet. Jika anak-anak Anda berebut gadget, bantu mereka membuat jadwal mingguan. Jelaskan apa konsekuensinya jika mereka tidak mengikuti jadwal.

  • Dengarkan anak-anak Anda.

Kadang-kadang, menjadi saudara bisa membuat ‘frustasi’. Biarkan anak-anak Anda melampiaskan perasaan negatif mereka tentang satu sama lain. Tanggapi dengan mengakui perasaan mereka. Jika Anda memiliki saudara kandung, bagilah cerita konflik masa kecil Anda. Pertimbangkan mengadakan pertemuan keluarga rutin untuk memberikan anak-anak Anda kesempatan berbicara tentang hal di luar masalah saudara.

  • Mendorong perilaku yang baik.

Bila Anda melihat anak-anak Anda bermain dengan baik bersama-sama atau bekerja sebagai sebuah tim, pastikan untuk memuji mereka.

  • Menunjukkan cinta Anda.

Sediakan waktu untuk menghabiskan waktu dengan masing- masing anak-anak Anda. Melakukan kegiatan khusus dengan setiap anak yang membuat mereka merasa penting. Ingatkan anak Anda bahwa Anda ada untuk mereka dan mereka dapat berbicara tentang apa pun dengan Anda.

Bagaimana dengan konflik saudara kembar ?

Bagi mereka yang merupakan saudara kembar, sibling rivalry sebagian besar malah jarang timbul. Mereka bisa bersaing satu sama lain, atau bergantung satu sama lain dan mengembangkan hubungan dekat sejak dini.

Namun, mereka mungkin memiliki masalah dalam mempertahankan individualitas mereka. Si Kembar sering  diperlakukan  sebagai  satu ‘unit’, daripada dua anak yang memiliki kepribadian yang unik. Contohnya, kita lihat anak kembar tampak lucu dengan mengenakan pakaian yang sama, atau mainan yang sama. Jika Anda memiliki anak kembar, perhatikan kebutuhan mereka yang berbeda dan cobalah untuk mendorong mereka mengenali kepribadian masing-masing.

Apalagi jika si kembar ini memiliki saudara. Anak lainnya dalam keluarga dengan anak kembar mungkin merasa   ditinggalkan  atau   cemburu   karena   mereka bukan bagian dari hubungan yang unik ini.

Jadi   jika   Anda   memiliki   si   kembar   dan   anak- anak   lainnya,   jangan   lupa   sediakan   waktu   khusus dengan masing-masing anak. Dorong si kembar untuk bermain secara terpisah dengan anak-anak lainnya. Mampu  menjadi  terpisah  adalah  keterampilan  yang akan menguntungkan si kembar ketika usia mereka bertambah.

Ingat, semua saudara pernah berdebat atau bertengkar. Sibling rivalry adalah normal. Namun, dengan memperlakukan anak-anak Anda sebagai individu, mendengarkan mereka dan memberi mereka kesempatan untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, Anda akan meletakkan dasar bagi hubungan saudara yang solid.

(dari berbagai sumber)

Please follow and like us:
RSS
Facebook
Facebook
Instagram
Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment