Dukung GERMAS dengan Aktifitas Fisik Aman dan Nyaman

February 26, 2018

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Kesehatan RI secara khusus telah mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  (GERMAS).

GERMAS merupakan suatu  tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat,  agar  mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.  Kegiatan  utama yang dilakukan dalam rangka Germas adalah : peningkatan aktivitas fisik, peningkatan Perilaku  Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit,  peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan edukasi hidup sehat. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai  dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Untuk tahun 2017, fokus Germas adalah melakukan aktifitas  fisik, konsumsi sayur dan buah serta memeriksa kesehatan secara berkala. Pada  tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai  dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu : melakukan aktivitas fisik 30 menit  per hari, mengonsumsi buah  dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secara rutin. 

Pada  artikel ini, kita akan  mengupas tentang pilar pertama GERMAS yaitu aktifitas  fisik.

Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh  yang dapat meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Ada 3 komponen utama dalam aktifitas  fisik yaitu aktifitas/kegiatan sehari-hari, latihan fisik dan olahraga.

Aktifitas/kegiatan Sehari-hari

Berbagai aktifitas  fisik kita lakukan sehari  hari. Menyapu, mengepel, mencuci,  menyetrika, naik turun tangga, dll. Berbagai aktifitas  tersebut tentu memerlukan tenaga dan membakar kalori. Berapa kalori yang Anda keluarkan? Lihat tabel berikut.

Latihan Fisik

Latihan fisik adalah semua bentuk aktifitas  fisik yang dilakukan secara terstruktur dan terencana, dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani,  misalnya: jalan  kaki, jogging, sit-up/push-up,  peregangan, senam aerobik, bersepeda dan sebagainya.

Olahraga

Olahraga adalah salah satu bentuk aktifitas  fisik yang dilakukan secara terstruktur, terencana dan berkesinambungan dengan mengikuti aturan-aturan tertentu dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi. Misalnya: sepakbola, badminton, bola basket, tenis meja, balap sepeda, dan sebagainya. Olahraga memiliki banyak manfaat, baik aspek fisik dan psikologis.

Secara  fisik, olahraga mampu meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah,  kekuatan dan daya tahan otot, meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis, mengurangi risiko terjadinya PTM dan kematian dini akibat PTM, seperti penyakit jantung koroner, stroke,  dll. Secara  psikologis, berolahraga bisa mengurangi stress, dan meningkatkan rasa percaya diri. Jika kita sehat, bukankah kita juga bisa bekerja optimal, dan memberikan ketenangan pada keluarga kita?

Prinsip Berolahraga

Prinsip utama berolahraga adalah baik, benar, terukur dan teratur.

Baik, dilakukan sejak usia dini hingga  usia lanjut. Olahraga dianjurkan minimal  30 menit. Menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5-10 menit, diikuti dengan pendinginan selama 5 menit.

Benar, Pilihlah olahraga yang digemari, aman, mudah, sesuai  dengan kondisi fisik dan pola gerak  yang dibakukan.

Terukur, Lakukan pengukuran dengan nadi setiap hari pada akhir latihan dengan tujuan menilai apakah target denyut nadi tercapai atau Target  latihan terhadap denyut jantung:  75-85% dari nilai maksimum denyut jantung (MDJ). Maksimum denyut  jantung (MDJ) yang diukur berasal dari hasil angka 220 dikurangi dengan nilai.

MDJ = 220 – Umur (dalam Tahun)

Teratur, Untuk mencapai hasil optimal, olahraga perlu  dilakukan minimal  3 kali seminggu.

Yang perlu  diperhatikan, agar  kegiatan olahraga dilakukan dengan nyaman dan aman,  pilih kegiatan olahraga yang disenangi. Sebelum berolahraga, lakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis olahraga yang cocok. Gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai  dan nyaman. Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang,  sebaiknya tunggu hingga  kurang lebih 2 jam. Lakukan jenis olahraga yang bervariasi, agar  tidak cepat bosan.

Dan, jika kondisi tubuh  tidak memungkinkan, olahraga tidak dianjurkan. Misalnya saat  sedang demam, sebaiknya hindari  olahraga jalan  kaki jika terdapat varises pada kaki dan nyeri sendi terutama pada lutut. Atau jika mempunyai penyakit seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kencing manis yang tidak terkontrol, kelainan katup jantung, dehidrasi, atau kelelahan.

Kadang, meski sudah dipersiapkan secara matang, kecelakaan bisa saja terjadi saat  olahraga. Apa yang harus kita lakukan? Hentikan segera kegiatan olahraga, lakukan prinsip P3K, bila perlu lakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation). Rest : segera istirahatkan bagian yang cedera; Ice : kompres dingin pada bagian tubuh  yang cidera; Compression : balut  tekan pada daerah yang cedera menggunakan bandage; Elevation : dilakukan dengan meninggalkan bagian cedera.

Get Healty!

Pembakaran Kalori Beberapa Jenis Olahraga

Berikut ini tabel tentang beberapa jenis olahraga dan energi  yang dikeluarkan berdasarkan durasinya.

*) disarikan dari berbagai sumber

 

Please follow and like us:
RSS
Facebook
Facebook
Instagram
Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment