Cara Membuang Emosi Negatif

April 20, 2018

Perilaku manusia merupakan hasil dari proses yang sistematis yang terjadi di dalam diri manusia. Mulai dari saat merespon stimulus yang diterima pertama kali melalui panca indra, kemudian proses pikir dan keterlibatan aspek emosi. Emosi yang timbul bisa positif ataupun negatif, yang mana keduanya berdampak langsung pada kondisi psikologis dan fisik kita yang nampak pada perilaku.

Lalu apa yang akan terjadi jika emosi negatif lebih dominan dalam diri manusia? Tentu perilaku kita juga akan negatif. Walaupun merubah pola pikir dan perasaan bukanlah hal yang mudah, tapi kita perlu memahami bagaimana cara mengelola atau mengenali emosi kita.

Mengenali Emosi Negatif

1. Temukan akar dari emosi negatif

Anda, bertubuh gemuk. Suatu kali, teman Anda mengejek Anda gemuk. Apa yang Anda rasakan? Bisa jadi saat itu Anda marah, atau diam dan bersedih. Dan pertanyaannya adalah mengapa Anda marah atau bersedih? Mari kita lihat pengalaman hidup anda; Apakah keluarga Anda berespon yang sama saat menghadapi situasi yang Anda alami saat ini? Atau ada kejadian yang melibatkan orang gemuk yang membuat Anda menjadi trauma? Atau pandangan umum tentang orang gemuk membuat Anda jadi takut? Pola asuh dan pandangan umum terhadap orang gemuk dan sederet stimulus negatif tentang orang gemuk itulah yang sekarang membuat Anda takut dan cemas. Emosi negatif biasanya dihubungkan dengan hal yang tidak diketahui, tapi ketika Anda tahu asal usulnya, kekuatannya akan berkurang.

2. Kenali apa yang tubuh anda rasakan akibat dari emosi negatif

Perasaan takut, cemas, marah, keringat dingin dan tak jarang keluhan fisik seperti pusing, mual, dan mudah lelah akan membuat anda merasa sangat tidak nyaman. Dan dengan menyadari hal tersebut maka timbulah keinginan anda untuk mencari solusi mengindari efek dari emosi negatif itu.

3. Terima, dan biarkan saja.

Saat ingatan, pikiran dan pengalaman hidup beserta emosi negatifnya terlintas dalam pikiran anda, keadaan emosi juga akan timbul di saat bersamaan. Namun jika anda bisa menerimanya dan membiarkannya, lama kelamaan intensitas emosi negatifnya akan makin berkurang, dengan kata lain, ikhlas dan memaafkan. Memang sulit dan butuh waktu, tapi yakinlah pasti bisa.

4. Dengarkan, dan akuilah pikiran anda.

Setelah anda menerima dan mengikhlaskan pikiran dan emosi anda, buatlah dialog dalam diri anda untuk membuat pikiran positif baru terhadap emosi negatif. Seperti; apakah benar saya gemuk? Apakah gemuk tidak bisa cantik? Apakah selamanya saya akan gemuk padahal saya tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi esok hari? Pertanyaan pertanyaan tersebut lebih mampu menimbulkan emosi positif dan motivasi untuk bisa berubah.

5. Hiduplah saat ini.

Anda bisa saja menyesalkan masa lalu dan mencemaskan masa yang akan datang tapi anda tidak bisa menghindari hidup yang anda jalani saat ini. Dan yang terpenting jangan sampai penyesalan dan kecemasan itu menghambat anda untuk hidup saat ini.

Membiasakan Berpikir Positif

1. Lakukan kegiatan.

Melakukan dan mengembangkan ketrampilan dan hobi, akan membuat anda bangga dan puas karena bisa melakukan sesuatu yang terbaik bagi diri anda. Dengan melakukan aktifitas yang anda sukai dan anda merasa bahagia dan nyaman, itu karena produksi hormon endorfin yang diproduksi saat tubuh dalam emosi positif.

2. Tulislah emosi negatif yang Anda rasakan.

  • Walaupun Anda sudah berlatih mengatakan hal -hal positif kepada diri sendiri dan melakukan hobi baru, emosi negatif bisa saja muncul sekali waktu. Jika ini terjadi, cobalah menulisnya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar pikiran negatif tidak pernah kembali lagi.
  • Tulislah emosi negatif menggunakan selembar kertas, lalu bakar. Walaupun terdengar klise, cara ini bisa membantu. Dan, jika Anda mau, kumpulkan abunya, lalu tebarkan ke udara agar terbawa angin.
  • Belilah spidol dan gunakan sambil mandi di bawah pancuran agar tinta spidol larut terbawa air. Sambil mandi, tulislah emosi negatif yang Anda rasakan dan biarkan hilang terbawa air. Cara ini sangat membantu, walaupun Anda harus sedikit menggosok agar tintanya hilang.

3. Kasihilah diri sendiri.

Mengubah pola pikir bukanlah hal yang mudah sebab sudah terbentuk selama bertahun- tahun. Tetapi, Anda bisa mengubah cara menanggapi pikiran dan perasaan. Dengan kata lain, Anda bisa lebih terhubung dengan diri sendiri dan menunjukkan simpati. Anda bisa menjadi lebih kuat bukan dengan mempertahankan emosi negatif, tetapi dengan melepaskannya.

Merasa seperti orang lemah, sedih, dan mudah tersinggung adalah penilaian yang Anda berikan kepada diri sendiri. Untuk apa ? Sadarilah bahwa sebagai manusia, Anda harus menghargai diri sendiri dan layak dihargai.

4. Ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri.

Kita semua merasakan emosi negatif yang bukan sekadar menghilangkan rasa bangga, tetapi ingin kita hilangkan. Pada kenyataannya, 21 juta anak-anak dan orang dewasa terdiagnosis mengalami depresi setiap tahun. Selain itu, depresi menimbulkan disabilitas pada orang-orang yang berusia 15-44 tahun.

Jika Anda mengalami kesulitan mengendalikan emosi negatif yang sudah menguasai kehidupan Anda sehari-hari, segeralah mencari bantuan. Mungkin Anda membutuhkan terapi. Ingatlah bahwa ini bukan tentang Anda sakit atau butuh bantuan, tetapi tentang berusaha menjadi lebih baik.

Terapi Membuang Emosi Negatif

Patahkan Pensil

Benci, marah, sedih, dll, adalah efek emosi dari pikiran, pengalaman ataupun kejadian yang negatif pula. Jika tidak segera dihilangkan akan berdampak pada kondisi yang makin tidak baik.

Berikut adalah salah satu teknik yang diambil dari buku karya Krishnamurti berjudul Share The Key yang bisa kita lakukan untuk terapi membuang emosi negatif.

Berikut ini tekniknya:

  1. Terapi ini harus dilakukan berdua. AA sebagai Terapis, dan BB sebagai Klien. Lalu berganti peran.
  2. Pertama, AA dengan menggunakan kedua belah telapak tangan, genggam erat di kedua sisi ujung pensil kayu dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas.
  3. AA atur posisi genggaman di kedua ujung pensil, agar ada tempat yang cukup leluasa bagi BB untuk memukul pensil tersebut. Jarak yang lebar ini membuat pensil lebih mudah dipatahkan, karena tujuan kita adalah terapi bukan melatih kekuatan.
  4. Setelah AA siap, sekarang AA membantu BB untuk proses “men-download” memory lama yang perasaannya mau dibuang. Caranya sebagai berikut, dan bisa Anda rubah sesuai kebutuhan dan situasi si BB : AA memandu BB dengan suara pelan, katakan: “Pikirkan sebuah pengalaman yang mungkin pernah membuat Anda kecewa, sedih, marah, sakit hati (dan sebagainya), dihina orang, disepelekan, direndahkan atau pengalaman lainnya yang membuat perasaan Anda kacau balau..” (boleh diganti yang lain, lebih spesifik, tentu lebih baik)
    Setelah kira-kira memory tersebut ter-download, AA dapat melanjutkan panduannya dengan: “Sekarang, rasakan kembali perasaan yang tidak nyaman itu, rasakan… rasakan… Gandakan perasaan tersebut.., keluarkan…, lepaskan…, keluarkan…, lepaskan…” (boleh diulang-ulang, sampai terlihat cukup emosional).
  5. Lalu, keluarkan atau pindahkan “emosi negatif” dari memory lama tersebut : AA bantu BB mengepalkan tangan kanannya dengan posisi telunjuk jari menunjuk. Karena BB akan mematahkan pensil kayu tadi hanya dengan satu jari telunjuk kanan (kalau kidal, gunakan jari telunjuk kiri). AA meng-kalibrasi bahasa tubuh si BB, jika AA merasa perasaan yang tidak nyaman tersebut sudah muncul, lanjutkan dengan: “Sekarang, pindahkan, pindahkan seluruh dan pindahkan seluruh, seluruuuh perasaan yang tidak nyaman yang saat ini ada dalam diri Anda, ke ujung jari kanan Anda. Pindahkan semuanya…” Anda boleh mengatakan kalimat ini dengan suara lembut perlahan, atau sangat keras, ikuti saja feeling Anda. AA boleh mengganti kalimat diatas dengan ide lain atau menambahkan kalimat lain, misalnya: “Anda bisa memindahkan seluruh perasaan tidak nyaman dalam diri Anda ke ujung jari telunjuk kanan Anda, saat Anda membuang nafas yang panjaaang…”
  6. Sekarang bagian pelepasan emosi. Setelah AA merasa bahwa si BB sudah sangat atau cukup emosional, minta BB untuk : Mengepal tangan kanan sekeras mungkin, dengan posisi jari telunjuk kanan tetap menjulur ke depan. Lalu, mengangkat tangan kanan setinggi mungkin… Pandu BB dengan kalimat (pilih yang dirasa pas) : i. “Satuuu!!! Duaaa!!! Tigaaa!!!”ii. “Siaaap!!! Hajaaar!!!”iii. “BISAAA!!! BISAAA!!! GOOO!!!”iv. “Tarik nafas, tahaaan…, GOOO!!!”v. Atau kalimat semangat lainnya…vi. Atau ajak BB untuk teriak sama-sama…
  7. BB dengan emosional memukul pensil kayu yang digenggam oleh AA, sekuat mungkin… dan patahlah (semoga saja he..he..) si pensil kayu. Beban emosi negatif yang tersimpan selama inipun, ikut patah dan sirna…
  8. AA memandu BB untuk tarik nafas yang dalam dan dilanjutkan dengan rasa syukur atau rasa ikhlas, seperti: Ikhlaaas, ikhlaaas dan ikhlaaas…

Manfaat lain dari simulasi ini:

  1. Motivasi atau keyakinan diri bahwa kita bisa melakukan apapun jika kita percaya atau yakin
  2. Melatih kekuatan imajinasi, jika kita membayangkan bahwa pensil itu tidak ada, atau membayangkan pensil tersebut sangat rapuh, dan jari telunjuk kita adalah besi baja, atau ide lainnya.
  3. Mengalahkan rasa takut, walau masih ada hal lain yang harus digali lebih dalam untuk mengatasi sumber rasa takut.
  4. Beberapa pengalaman, saya mendapatkan bahwa kasus trauma yang menimbulkan perasaan emosi negatif yang berlebihan, dapat sembuh dengan baik. Namun, apakah teknik terapi ini bisa pas untuk trauma apapun, tentu masih memerlukan kajian lebih dalam.

Harapan saya untuk pembaca

Semoga teknik terapi yang sederhana ini, dapat berguna untuk siapa saja yang membaca artikel ini. Setelah itu tolong (bagikan teknik ini ke siapapun yang (mungkin) memerlukan, agar makin banyak orang yang bisa melepaskan emosi negatif yang sering kali tersembunyi dalam diri kita.

Sehingga makin banyak pula orang yang makin tenang, makin damai dan (semoga) makin bahagia dalam mengarungi lautan kehidupan ini, yang kadang memang tidaklah pasti.

Ketenangan Menciptakan Kemenangan… *** (Krishnamurti, Filed Under: NLP & Motivasi, NLP & Pelatihan) – Agus Heri.

Posted in Artikel, Blog by AdminRSJ

Leave a Comment