One Day Care Rehabilitasi Psikologi, Membantu Mencapai Fungsi yang Optimal

May 28, 2018

Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa). Sehingga diperlukan suatu upaya kesehatan jiwa yang menurut UU RI No. 18 tahun 2014 merupakan setiap kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.

Rehabilitasi Psikososial adalah suatu proses yang memfasilitasi kesempatan bagi orang-orang yang mengalami kelemahan, ketidakmampuan, dan keterbatasan akibat gangguan jiwa, untuk mencapai fungsi yang optimal di dalam komunitas (World Association for Psychosocial Rehabilitation & World Health Organization, 1996).

Dalam hal upaya rehabilitatif ini, Rumah Sakit Jiwa Pusat Prof. Dr. Soerojo Magelang melalui Instalasi Rehabilitasi Psikososial membuat produk pelayanan baru di awal 2018 ini yaitu One Day Care atau lebih sering kita dengar dengan singkatan ODC. ODC didukung oleh sistem pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sesuai Surat Edaran Nomor Hk.03.03 / Menkes /518/2016 Tentang Pedoman Penyelesaian Permasalahan Klaim Ina-cbg Dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional dan Permenkes RI No. 52 tahun 2016 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Pelayanan ODC di Instalasi Rehabilitasi Psikososial di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang memiliki tujuan yaitu tujuan umum; agar seseorang mampu menyesuaikan diri dan dapat diterima secara layak dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Sedangkan secara khusus, pelayanan ODC bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup sehari-hari serta pemahaman yang dibutuhkan dalam kehidupan, termasuk di dalamnya keterampilan untuk menyelesaikan masalah (problem solving), meningkatkan keterampilan bersosialisasi dan berkomunikasi. Meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam mengelola emosi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologisnya. Meningkatkan kemampuan pengelolaannya dalam menggunakan waktu luang untuk mengembangkan minat dan hobinya. Menumbuhkembangkan nilai-nilai seni dan budaya yang ada sehingga diharapkan dapat ikut menjaga kelestariannya. Menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial, Rohyati, S.Kep menyebutkan layanan rehabilitasi psikososial meliputi : 1. Psikoedukasi (intervensi yang menggabungkan teknik edukasi dan psikoterapi, dimana bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit serta tatalaksananya); 2. Managemen Kasus (merupakan model layanan psikiatri dimana seorang case manager mengkoordinasikan dan memastikan kebutuhan orang dengan gangguan jiwa dapat terpenuhi secara efektif dan efisien); 3. Latihan Keterampilan Sosial (merupakan suatu terapi yang bertujuan untuk membentuk perilaku spesifik, inisiatif, agar mampu berinteraksi dengan orang lain serta membentuk perilaku positif sesuai konteks sosial, juga menjauhi perilaku yang tidak disukai oleh lingkungan dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dengan dapat memahami situasi agar pasien bereaksi dengan tepat sehingga menghasilkan solusi alternatif juga mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi); 4. Latihan Keterampilan Hidup (merupakan berbagai bentuk latihan keterampilan hidup dasar seperti kebersihan diri termasuk merias diri, membersihkan kamar/ rumah, menyiapkan meja makan, dan lain-lainnya); 5. Terapi Okupasi dan Vokasi (merupakan suatu bentuk terapi yang memberikan orang dengan gangguan jiwa keterampilan kerja sehingga bisa berfungsi, mandiri dan produktif di masyarakat di antaranya pertukangan, pertanian, sablon, pembuatan telur asin/kue, berbagai jenis kerajinan tangan misal membatik, terapi seni seperti musik, tarian tradisional, dan lain- lainnya ); 6. Dukungan Hidup (life support); 7. Spiritual (merupakan suatu kegiatan kerohanian untuk mendukung pemulihan orang dengan gangguan jiwa); 8.Remediasi Kognitif (suatu terapi untuk meningkatkan dan memperbaiki fungsi kognitif seperti latihan fokus, konsentrasi, memori/daya ingat, problem solving, kelancaran verbal, dll); 9. Komunitas Terapeutik (seperti Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia, Komunitas Keluarga Day Care, dll).

Target waktu efektif

Target waktu terhadap keterampilan yang akan dipelajari agar ODGJ mampu bekerja atau mandiri berlangsung seefektif mungkin membuat Instalasi Rehabilitasi Psikososial di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang memberikan kebijakan berupa batasan 8 kali pertemuan untuk 1 periode/jenis kegiatan layanan One Day Care/ODC. Misalnya untuk layanan bidang tata boga/ latihan keterampilan hidup target tata boga pasien ODC memiliki kemampuan bisa membuat 4 macam membuat kue dalam 4 kali pertemuan, dan 4 kali pertemuan berikutnya untuk latihan membuat telur asin. Bila pasien ODC sudah menjalani 8 kali pertemuan di suatu bidang kegiatan layanan dan ingin belajar di bidang lain misal pertukangan atau membuat kerajinan tangan, pasien diperbolehkan terus memperdalam ilmu di semua layanan yang disediakan di Instalasi Rehabilitasi Psikososial di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.

Syarat mendapat pelayanan ODC

Siapa sajakah yang memenuhi syarat agar bisa mendapat pelayanan ODC ? Baik pasien umum (bayar sendiri) maupun BPJS (dibayar oleh asuransi) dapat datang langsung ke klinik ODC Rehabilitasi Psikososial RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tanpa harus melalui poliklinik jiwa atau dikirim dari poliklinik jiwa RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.

Sedangkan untuk pasien BPJS syarat yang harus dibawa antara lain membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I (dokter puskesmas atau dokter keluarga yang ditunjuk) atau bisa juga membawa surat rujukan dari poliklinik jiwa RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk kontrol ke klinik ODC dari DPJP pasien rawat jalan, baik pasien umum maupun BPJS. Pihak BPJS mensyaratkan kriteria klaim untuk pasien yang datang ke klinik ODC yaitu: 1. Merupakan gangguan jiwa berat (Skizofrenia, Depresi, Bipolar, Skizoafektif); 2. PANSS EC <15; 3. IQ>55 (bukan RM sedang dan berat); 4. MMSE >20; 5. Keluarga pasien kooperatif (inform consent); 6. Pendidikan pasien minimal SD (bisa baca tulis); 7. Pasien usia 19-50 tahun.

Jadwal kegiatan pasien pelayanan di klinik ODC

 

Oleh : dr. Kornelis Ibrawansyah, M.Sc., Sp.KJ

Posted in Artikel, Blog by AdminRSJ

Leave a Comment