Cek Kondisi Kesehatan Dari Warna Urin

June 8, 2018

Saat Anda buang air kecil, Anda memiliki kesempatan untuk belajar tentang tubuh Anda. Urin merupakan aliran sisa yang diekskresikan ginjal dan dikeluarkan setiap hari. Biasanya cairan urin memiliki warna yang beragam mulai dari warna putih bening sampai berwarna kuning.

Zat yang berguna bagi tubuh akan di proses dan untuk zat yang dianggap tidak berguna akan dibuang dalam bentuk urin, feses dan juga keringat. Namun ada saatnya tubuh tidak melakukan hal demikian, dalam kasus tertentu, tubuh justru akan membuang zat baik yang terkandung oleh makanan seperti protein, zat besi dan sebagianya.

Jika sampai ini terjadi zat baik tersebut akan ikut terbuang bersama dengan feses atau urine. Dan dari situlah akhirnya yang membuat wana urine atau bentuk feses menjadi tidak seperti biasanya atau tidak normal. Hal ini menjadi pertanda bahwa sebenarnya tubuh sedang mengalami suatu gangguan. Warna urin yang dihasilkan ternyata memiliki fungsi untuk mendeteksi masalah kesehatan.

Para ahli di Cleveland Clinic di Ohio menciptakan gambar diagram untuk mengilustrasikan warna air seni yang normal dan tidak. Warna yang terdapat pada diagram ini bervariasi mulai dari transparan, kuning, pink, yang dapat mengindikasikan kesehatan seseorang.

Dalam diagram tersebut dikatakan, jika urine tidak berwarna, kemungkinan orang tersebut terlalu banyak minum. Mereka mungkin harus mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Sementara urine yang berwarna sepucat jerami menandakan, jumlah air yang dikonsumsi sudah cukup dan mereka terhidrasi dengan baik. Status kesehatan yang baik ini berlaku juga bagi pemilik urine berwarna kuning transparan.

Berikut adalah arti warna urine Anda, cocokkan dan ketahui melalui diagram warna urine berikut ini:

1. Transparan

Jika urin Anda transparan dan bersih, kemungkinan Anda minum air putih terlalu banyak. Ada banyak risiko kesehatan yang bisa didapat karena minum air terlalu banyak, walaupun hal ini jarang terjadi. Secara umum saat Anda mendapati urin berwarna transparan artinyaAnda meminum terlalu banyak air melebihi kebutuhan tubuh Anda.

2. Kuning pucat

Warna kuning pucat adalah warna yang normal untuk urine. Ini menunjukkan bahwa Anda sehat dan tidak dehidrasi. Tetapi jika warna urin menggelap artinya Anda kekurangan sedikit cairan.

3. Kuning tua

Kuning tua juga merupakan warna urine yang normal. Ini berarti mulai mengalami kekurangan cairan, tetapi hanya sedikit. Jika Anda melihat warna urine kuning tua, sebaiknya Anda segera minum air putih setelahnya. Karena warna ini menunjukkan bahwa Anda hampir mengalami dehidrasi jika tak minum dalam waktu dekat.

4. Kuning gelap/pekat

Menandakan adanya kondisi tubuh yang sedang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Perlu lebih banyak mengkonsumsi air putih. Namun warna gelap pada urin bisa juga dikarenakan sebab yang lain, misalnya pengaruh makanan, konsumsi obat / suplemen tertentu, atau gejala penyakit tertentu (jika diikuti dengan gejala lain yang muncul).

5. Pink kemerahan atau merah

Pada bidang urologi, warna urin merah merupakan tanda bahaya yang harus segera dicari penyebabnya. Urin merah bisa disebabkan makanan yang Anda makan, antibiotik, atau zat-zat lain yang Anda konsumsi. Jika warna merah ini berasal dari darah maka ini berarti bahaya. Jika Anda menemukan urin Anda berwarna pink atau terdapat semburat merah seperti darah berarti Anda harus segera menemui dokter. Kondisi seperti kanker mulai dari ginjal sampai kandung kencing dapat menyebabkan darah. Kondisi lain yang membuat urin merah misalnya batu ginjal, batu saluran kemih, prostat dan lain-lain.

6. Hijau atau biru

Untuk kebanyakan orang, melihat urin berwarna hijau tentu akan sangat mengejutkan, dan memang urin berwarna hijau dan biru sangat jarang terjadi. Beberapa penyakit yang menyebabkan urin berwarna hijau atau biru misalnya porphiria. Terkadang urin berwarna hijau karena mengkonsumsi sayur-sayuran dan zat lain yang tidak dapat diserap oleh saluran pencernaan.

7. Faktor di luar warna

Apakah urin ada berbau aneh ? Mungkin Anda tidak harus khawatir jika hal ini terjadi karena bau bukan merupakan indikasi suatu penyakit. Jika urin berbusa kemungkinan karena hasil dari buang air kecil lebih kuat dari biasanya sehingga menghasilkan busa lebih banyak dari biasanya. ***

— disarikan dari berbagai sumber —
Please follow and like us:
RSS
Facebook
Facebook
Instagram
Posted in Artikel, Blog by AdminRSJ

Leave a Comment