Peringati HKN, RSJS Magelang Gelar Talksow Kesehatan Anak & Remaja

November 26, 2018

MAGELANG- Dalam Rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional ke 54 tahun 2018, RSJ Prof Dr Soerojo Magelang menggelar Talkshow Kesehatan Jiwa Anak & Remaja pada hari Jumat (23/11) di Gedung Aula Diklat RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Acara ini dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari Pendidik perwakilan beberapa TK, SD dan SMP baik di wilayak Kota Magelang maupun luar wilayah Kota Magelang, Turut hadir pula Dinas Pendidikan Kota Magelang, Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung. 3 Narasumber yang mengisi Talkshow ini adalah dr. Susi Rutmalem Bangun, Sp.KJ (K), dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ, Arum Widinugraheni, M.Psi., Psi yang merupakan para profesional dalam Kesehatan Jiwa Anak & Remaja di RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Direktur SDM & Pendidikan dr Dyah Wahyu Priyanti, MPH dalam sambutanya menekankan pentingnya memahami karakter anak dan remaja generasi milenial untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh mereka. “ Generasi milenial sekarang ini sudah sangat berbeda dengan generasi – generasi sebelumnya sehingga kita sebagai orang tua maupun pendidik tentunya perlu mempunyai pengetahuan yang lebih untuk dapat mengasuh maupun mendidik mereka dengan baik”, terangnya.

Talkshow ini diharapkan dapat memberikan gambaran depresi dan gangguan belajar pada anak sehingga orang tua maupun pendidik mampu mengenalinya, mampu melakukan deteksi dini, mampu mengambil keputusan untuk membawa anak dengan depresi dan/atau gangguan belajar ke institusi pemberi pelayanan kesehatan serta mampu memahami manfaat dan metode terapi yang akan diberikan.

Kesulitan belajar pada anak sering kali tidak memandang kemampuan intelegensi yang dimilikinya. Beberapa anak dengan intelegensi lebih rendah dapat meraih prestasi lebih baik melebihi anak dengan intelegensi lebih tinggi. Beberapa penyebab prestasi belajar anak tidak optimal selain faktori ntelegensi juga beberapa factor berikut seperti adanya gangguan neurologis, gangguan belajar, motivasi berprestasi pada anak yang rendah, serta gangguan mental.

Pada anak dan remaja, salah satu penyebab kesulitan belajarnya adalah depresi, yang ditandai dengan berkurangnya antusiasme di dalam aktivitas permainan, olahraga, pertemanan atau sekolah, dan perasaan tidak berharga menyeluruh. Anak sering tidak bias konsentrasi saat belajar sehingga menyebabkan penurunan prestasi di sekolah. Terkadang secara fisik dan psikis, anak tidak terlalu Nampak sedih, maka mungkin orang tua dan guru tidak menyadari bahwa perilaku yang merepotkan tadi adalah tanda depresi. Namun ketika ditanya secara langsung, anak–anak ini kadang–kadang dapat menyatakan bahwa mereka tidak bahagia atau sedih.

Dalam kehidupan sehari–hari, tanda–tanda depresi dan gangguan mental pada anak sering kali luput dari perhatian orang tua. Agar dapat mendeteksinya, orang tua dapat melakukan deteksi menggunakan CDI (Children Depression Index) dan SDQ (Strength and Difficulty Questionnaire). SDQ (Kuesioner Kekuatandan Kesulitan) adalah kuesioner perilaku dan emosi untuk anak usia 4 sampai 16 tahun, yang dapat menilai 5 bagian yaitu gejala emosional, masalah perilaku,hiperaktivitas, masalah hubungan antar sesame dan perilaku prososial. Sedangkan CDI (Indeks Depresi Anak) merupakan kuisioner untuk mengungkap gejala depresi pada anak dan rernaja (rentang usia 7 sampai 19 tahun). CDI dan SDQ dapat digunakan dengan mudah oleh orang tua dan guru.

Beberapa institusi pelayanan kesehatan termasuk RSJ Prof Dr Soerojo Magelang sudah menyediakan treatment untuk mengatasi masalah belajar pada anak dan remaja, salah satunya dengan menggunakan stimulasi gelombang otak atau disebut neurofeedback. Neurofeedback dapat diibaratkan dengan sesi pelatihan untu kotak. Melatih otak agar berfungsi dan beroperasi pada level maksimal mirip dengan melatih tubuh dengan beban.

Neurofeedback melatih jalur saraf sehingga membuat berbagai wilayah otak dapat berfungsi lebih baik dan efisien. Terapi ini dapat mengatasi masalah yang berhubungan dengan disregulasi otak. Hal ini meliputi antara lain kecemasan, depresi, ADD, ADHD, penyimpangan perilaku, berbagai masalah yang berhubungan dengan tidur, gangguanemosi, dan masih banyak lagi.

Depresi dapat berdampak ke gangguan jiwa yang lebih berat jika dibiarkan. Pikiran anak menjadi terganggu dalam kehidupan sehari–hari, sehingga anak akan semakin bermasalah di rumah maupun sekolah, salah satunya mengakibatkan gangguan belajar dan penurunan prestasi. Penting bagi guru, orang tua, atau wali anak untuk mengenali dan mendeteksi gejala depresi serta gangguan belajar pada anak, agar segera mendapatkan pengobatan. Hal ini penting untuk mencegah dampak dari depresi yang dapat terjadi pada anak. (why)

Subbag Hukum, Organisasi & Humas
RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Telp : 0293 363601, 363602 ekstensi 133
Fax : 0293 365183
Email : [email protected]
Website : www.rsjsoerojo.co.id

Please follow and like us:
RSS
Facebook
Facebook
Instagram
Posted in Blog, Event by Administrator RSJS

Leave a Comment