90 Agen Of Change RSJS Magelang Ikuti Pembekalan

March 25, 2019

MAGELANG – Sejumlah 90 orang pegawai yang telah terpilih menjadi agen perubahan (agent of change) dalam rangka pembangunan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang sebagai zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) & wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) mengikuti pembekalan pada hari Jumat (22/3) bertempat di Gedung Aula Diklat RSJS Magelang.

Pembekalan yang menghadirkan pejabat terkait dilingkungan RSJS Magelang sebagai narasumber ini diberikan sebagai panduan dalam merencanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan yang nantinya akan dijalankan oleh 90 orang Agent of Change tersebut

Agent of change ini diharapkan dapat menyebarkan virus kebaikan sehingga komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai RSJS Magelang dalam membangun Zona Integritas menuju WBK – WBBM semakin meningkat.

Dibentuknya agen perubahan ini disamping sebagai salah satu langkah menuju WBK – WBBM juga merupakan bagian usaha dari reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi pada hakikatnya adalah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, bersih dari perilaku korupsi kolusi dan nepotisme, mampu melayani publik secara akuntabel, serta memegang teguh nilai-nilai dasar organisasi dan kode etik perilaku aparatur negara.  Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut maka ada delapan area penting manajemen pemerintahan yang  perlu dilakukan perubahan  secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Salah satu area penting perubahan tersebut adalah perubahan mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja).

Perubahan pola pikir dan budaya kerja birokrasi ditujukan untuk mewujudkan peningkatan  integritas dan kinerja birokrasi yang tinggi. Makna  integritas adalah  individu anggota organisasi yang mengutamakan perilaku terpuji, tidak koruptif, disiplin dan penuh pengabdian  sehingga dapat mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sedangkan makna kinerja tinggi  adalah  individu anggota organisasi  yang memiliki etos kerja yang tinggi, bekerja secara profesional dan mampu mencapai target-target kinerja yang ditetapkan sehingga mampu  mendorong terwujudnya pencapaian target-target kinerja organisasi yang telah ditetapkan.

Salah satu faktor penting dalam hal perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan suatu organisasi adalah adanya keteladanan berperilaku yang nyata dari pimpinan dan individu anggota organisasi. Pimpinan organisasi mempunyai lingkar pengaruh yang luas, sehingga perilaku pimpinan akan menjadi contoh bagi para bawahan untuk berkerja dan berperilaku. Perilaku pimpinan yang  sesuai dengan nilai-nilai yang dianut organisasi akan memudahkan usaha untuk mengubah perilaku bawahannya. Selain unsur pimpinan, untuk mempercepat perubahan kepada seluruh individu anggota organisasi, sangat diperlukan beberapa individu untuk menjadi unsur penggerak utama perubahan yang sekaligus dapat menjadi contoh dalam berperilaku bagi seluruh individu anggota organisasi yang ada di lingkungan organisasinya.

Untuk itulah diperlukan individu atau kelompok anggota organisasi dari tingkat pimpinan sampai dengan pegawai untuk dapat menggerakkan perubahan pada lingkungan kerjanya dan sekaligus dapat berperan sebagai teladan (role model) bagi setiap individu organisasi yang lain dalam berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut organisasi. Individu atau kelompok anggota ini disebut dengan Agen Perubahan (Agent of Change/AOC). Individu yang ditunjuk sebagai Agen Perubahan (Agent of Change/AOC) bertanggung jawab untuk selalu mempromosikan dan menjalankan keteladanan mengenai peran tertentu yang berhubungan dengan pelaksanaan peran, tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. (why)

 

Posted in Blog, Event by Administrator RSJS

Leave a Comment