Pneumonia atau Paru-Paru Basah

January 22, 2020

Pengertian

Adalah infeksi yang terjadi pada kantung udara dalam paru-paru. Infeksi bisa timbul pada salah satu sisi paru-paru maupun keduanya. Pada penderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru (alveoli) akan meradang atau membengkak dan dipenuhi cairan atau pus (dahak purulen). Akibatnya, penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil. Penyakit ini dapat menimpa orang dewasa, anak-anak, hingga bayi yang baru lahir.

Pengelompokan

  • Berdasarkan lokasi terjangkitnya, pneumonia dibedakan menjadi :

Pneumonia nosokomial

penyebarannya terjadi di rumah sakit. Penyakit ini dianggap lebih serius ketimbang kondisi paru-paru basah lainnya, sebab biasanya bakteri yang menginfeksi cenderung sudah kebal dengan antibiotik

Pneumonia komuniti

penyebarannya terjadi di komunitas (lingkungan umum), artinya infeksi ini didapatkan dari lingkungan sekitar.

 

  • Berdasarkan kuman penyebabnya, pneumonia dapat digolongkan menjadi:

Pneumonia akibat bakteri

Bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Sedangkan bakteri lainya adalah Chlamydophila pneumonia.

Pneumonia akibat virus

Sebagian virus penyebab batuk pilek atau flu juga bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia karena virus menimbulkan gejala yang lebih ringan dan singkat dibanding pneumonia karena bakteri.

Pneumonia akibat jamur

Orang dapat terjangkit jika menghirup spora jamur dalam jumlah banyak, yang bisa didapat dari tanah atau kotoran burung. Pneumonia akibat jamur lebih rentan terkena pada orang yang memiliki penyakit kronis atau memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

Pneumonia mikoplasma

Mikoplasma adalah organisme yang bukan termasuk virus atau bakteri, tetapi memiliki ciri yang menyerupai keduanya. Pneumonia jenis ini tergolong ringan, dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan remaja.

 

  • Berdasarkan cara penularannya, pneumonia dibagi menjadi:

Pneumonia aspirasi.

Penyakit ini terjadi ketika makanan, air, air liur, bahkan asam lambung masuk ke dalam saluran paru-paru. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan mengunyah, memiliki gangguan sistem saraf, atau sedang berada di bawah pengaruh alkohol.

Pneumonia akibat ventilator.

Infeksi penyakit pneumonia didapatkan setelah menggunakan ventilator.

 

Resiko Terjangkit

Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, tetapi beberapa orang lebih rentan untuk terkena pneumonia, seperti:

  • Bayi usia 0 – 2 tahun.
  • Orang dewasa di atas usia 65 tahun.
  • Pernah memiliki riwayat penyakit stroke sebelumnya
  • Cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid.
  • Memiliki kebiasaan merokok. merokok dapat menyebabkan penumpukan lendir dan cairan di dalam paru, sehingga menyebabkan paru-paru basah.
  • Mempunyai riwayat penyakit kronis tertentu, seperti asma, diabetes, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS.
  • Sedang menjalani pengobatan kanker. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga bakteri atau virus penyebab paru-paru basah ini dapat masuk.
  • Sedang dirawat di rumah sakit. Meski bukan dirawat akibat infeksi paru, maka akan berisiko tinggi untuk terkena pneumonia, karena virus dan bakteri penyakit ini cukup banyak ditemukan di area rumah sakit.

 

Gejala

Indikasi dan juga gejala ringan pneumonia umumnya menyerupai gejala flu, seperti demam dan batuk. Gejala tersebut memiliki durasi yang lebih lama bila dibandingkan flu biasa. Jika tidak diberikan penanganan, gejala yang berat dapat muncul, seperti:

  • Nyeri dada pada saat bernapas atau batuk.
  • Batuk berdahak.
  • Mudah lelah.
  • Demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.
  • Gangguan pada kesadaran (terutama pada pengidap yang berusia >65 tahun).
  • Pada pengidap yang berusia >65 tahun dan punya gangguan sistem imun, umumnya mengalami hipotermia.

Pada anak-anak dan bayi, biasanya gejala yang muncul berupa demam tinggi, anak tampak selalu kelelahan, tidak mau makan, batuk produktif, dan sesak napas, sehingga napas anak menjadi cepat.

 

Pemeriksaan

Diganosis terhadap pneumonia bisa dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter mencari tanda dan gejala, kemudian pada pemeriksaan suara napas biasanya ditemukan adanya kelainan.

Selain melihat gejala yang muncul, kondisi paru-paru basah ini dapat diketahui melalui pemeriksaan kesehatan khusus, seperti:

  • Rontgen dada

Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.

  • Tes darah

pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi.

  • Tes dahak

Jika benar mengalami paru-paru basah, maka virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak.

  • Memeriksa kadar oksigen darah

Untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah. Karena penyakit ini dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.

 

 Bila menunjukkan beberapa gejala yang parah, maka dokter dapat melakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih lanjut, seperti:

  • CT scan

Bila penyakit infeksi paru tak kunjung sembuh, maka dokter akan melakukan ct scan agar dapat dilihat kondisi paru saat itu.

  • Kultur cairan paru

Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi.

 

Pengobatan

Pengobatan dan penanganan dapat dilakukan dengan mengatasi infeksi yang terjadi dan memberikan terapi suportif.

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan tipe, keparahan dari infeksi paru yang terjadi, usia pasien, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

 

Macam-macam opsi pengobatan pneumonia adalah:

  • Antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis jika infeksi disebabkan karena bakteri.

  • Obat antivirus

Digunakan untuk pasien yang mengalami infeksi akibat virus. Virus tidak bisa dilawan dengan antibiotik, jadi kalau ada pasien yang mengalami infeksi paru setelah flu maka sebaiknya diberikan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

  • Obat batuk

Digunakan untuk meredakan gejala batuk yang biasanya dialami ketika infeksi paru menyerang, untuk mengurangi frekuensi batuk maupun mencairkan dahak yang tidak bisa keluar.

  • Obat penghilang rasa sakit

Untuk meredakan gejala yang dialami, seperti ibuprofen dan acetaminophen.

  • Obat penurun demam

Jika menderita demam tinggi dan membuat aktivitas terganggu.

Dokter juga menganjurkan pengobatan rawat inap, jika terjadi beberapa kondisi ini:

  • Berusia >65 tahun;
  • Mengalami gangguan kesadaran;
  • Memiliki fungsi ginjal yang tidak baik;
  • Tekanan darah sangat rendah (<90/<60 mmHg).
  • Napas sangat cepat (pada devassa >30 x/menit);
  • Suhu tubuh di bawah normal; dan
  • Denyut nadi <50x/menit atau>100x/menit.

 

 Komplikasi yang bisa muncul

Bila infeksi tidak ditangani dengan baik, maka akan ada komplikasi atau masalah kesehatan lain yang timbul. Komplikasi yang akan timbul akibat pneumonia adalah:

  • Bakterimia

Terjadi ketika bakteri penyebab infeksi masuk dalam darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah, peradangan dalam darah, bahkan dalam mengakibatkan kegagalan organ.

  • Luka pada organ paru

Infeksi yang ditimbulkan membuat paru semakin banyak mengalami luka.

  • Efusi

Jika infeksi tidak ditangani dengan baik, maka cairan akan berkumpul pada bagian selaput paru dan menyebabkan pasien semakin sulit bernapas.

  • Infeksi pada salah satu bagian jantung

Bakteri dapat menginfeksi jantung juga meskipun tadinya berada di organ paru. Kondisi ini disebut dengan endokarditis. Penyebaran infeksi ke jantung ini harus segera ditangani, karena pasien akan berisiko mengalami gagal jantung.

 

Pencegahan Pneumonia

Pneumonia dapat dicegah melalui beberapa upaya, yaitu:

  • Vaksinasi;
  • Memiliki kebersihan diri yang baik;
  • Tidak merokok; dan
  • Menjaga imunitas tubuh tetap baik dengan konsumsi makanan yang sehat dan rajin berolahraga.

 

Penyakit pneumonia adalah penyakit yang disebabkan infeksi, sehingga pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan infeksi dan mencegahnya datang di kemudian hari.

 

Disarikan dari berbagai sumber

***

Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment