Manfaat Dibalik Makanan Sisa Kemarin

February 5, 2020
  1. Nasi

Nasi sisa kemarin ternyata terbukti punya kandungan kalori 60 % lebih sedikit dibandingkan dengan nasi yang baru matang. Jadi jangan terburu untuk membuang nasi sisa kemarin. Tapi tentunya dengan cara pengolahan atau penyimpanan yang benar.

Cara Menanak dan Menyimpan Nasi

Salah satu cara menanak nasi yang dianjurkan adalah menambahkan sedikit minyak kelapa setelah air mendidih sebelum beras dimasukkan dalam panci. Setelah matang dan dingin, masukkan nasi ke dalam kulkas selama 12 jam, baru dikonsumsi.

Jika nasi yang baru matang langsung dimakan, pati akan diubah menjadi gula atau glukosa oleh tubuh. Glukosa ini jika tidak langsung dibakar akan disimpan sebagai lemak. Sementara itu, jika nasi didiamkan semalaman, pati akan diubah menjadi pati resistan yang tidak bisa dicerna tubuh. Ini berarti kalori tidak akan bertambah.

Penambahan minyak kelapa juga akan membuat nasi kemarin tidak terlalu lengket dan memproduksi lebih banyak pati resistan dalam nasi.

Cara Menyimpan Nasi Sisa

Namun apabila terbiasa menggunakan rice cooker dan sering mempunyai nasi sisa, pada malam hari segera pindahkan nasi sisa ke wadah lain, kemudian simpan di dalam freezer.

Kenapa harus freezer ? Karena freezer adalah bagian kulkas yang meski dingin, tapi kering. Nasi di dalam freezer akan jadi lebih pera. Jangan simpan di rak kulkas atau chiller karena nasi bisa basah dan lebih cepat basi sehingga tidak bisa diolah lagi. Jangan pula disimpan di suhu ruang, karena nasi akan jadi basi keesokan harinya.

Nasi sisa, kadar glukosa atau gulanya lebih rendah daripada nasi baru matang. Dengan begini, nasi sisa lebih dianjurkan bagi mereka yang memiliki masalah diabetes.

Walau begitu, memanaskan kembali nasi ternyata tidak terlalu direkomendasikan. Dilansir dari Independent.co.uk, National Health Service (NHS), sebuah layanan kesehatan publik di Inggris, Wales, dan Skotlandia, kita bisa mengalami keracunan makanan jika makan nasi sisa kemarin. Meski nasi tersebut sudah dipanaskan ulang. Namun masalahnya, keracunan makanan bukan karena nasi telah dipanaskan ulang atau tidak. Tapi bagaimana cara nasi disimpan setelah dimasak untuk pertama kalinya.

Beras sering mengandung spora Bacillus cereus, sel yang mampu bereproduksi dengan cepat dan bisa merubah menjadi untai bakteri. Jika nasi dibiarkan berada pada suhu kamar setelah dimasak, spora bisa tumbuh menjadi bakteri, yang pada akhirnya akan berlipat ganda. “Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit,” kata Martin Goldberg, ahli mikrobiologi.

Inilah yang bisa menyebabkan kita mengalami keracunan atau muntah dan diare. Jadi, sangat penting untuk diketahui bagaimana cara menyimpan nasi dengan cara yang benar dan bisa memanaskannya kembali nanti.

NHS merekomendasikan : Segera sajikan nasi setelah dimasak; Dinginkan sisa nasi secepat mungkin (idealnya satu jam); Simpan nasi di kulkas (tapi tidak lebih dari satu hari) sebelum dipanaskan ulang; dan Jangan memanaskan nasi sisa lebih dari satu kali.

  1. Sup Tulang

Sup tulang juga mengandung banyak manfaat, terutama keindahan kulit. Kolagen dalam tulang akan dipecah menjadi gelatin dan mudah dicerna tubuh sehingga bermanfaat bagi kulit. Agar manfaatnya lebih optimal, disarankan untuk mendiamkan dulu sup tulang sebelum dikonsumsi. Proses ini akan membuat mineral yang terkandung di dalam tulang, seperti kalsium, magnesium, dan sumsum, lebih mudah diserap tubuh. Panaskan sup satu kali saja dan dalam suhu tidak terlalu panas, atau sekitar 60 derajat agar bakterinya mati. Ini berarti, pisahkan sup dalam panci kecil setiap kali akan dipanaskan.

  1. Kentang

Makanan lain yang nilai nutrisinya lebih tinggi jika tidak dikonsumsi setelah matang adalah kentang. Kentang yang didinginkan dulu setelah dimasak akan memiliki kandungan zat pati lebih banyak. Zat pati tersebut diketahui memiliki manfaat, seperti serat pangan, yang membantu mencegah kanker kolon, meningkatkan rasa kenyang, bahkan mengurangi cadangan lemak.

  1. Pasta

Pasta yang baru dimasak adalah karbohidrat yang akan dipecah menjadi gula di usus. Ini akan meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan lonjakan kadar insulin. Fluktuasi seperti ini lama-kelamaan akan memicu diabetes melitus,” kata Sam Christie, peneliti makanan.

Mendinginkan lalu menghangatkan kembali pasta sebelum disantap menurut Christie akan membuatnya lebih resistan terhadap enzim normal di usus. Pati resistan ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak cepat menaikkan kadar gula darah.

disarikan dari berbagai sumber

***

Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment