Mencegah Kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Selama Pandemi Covid-19

May 18, 2020

Kondisi pandemi saat ini yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian kapan akan berakhirnya dapat menimbulkan stres psikologis pada banyak orang termasuk orang yang masuk dalam kelompok rentan. Orang yang termasuk dalam kelompok rentan terinfeksi COVID-19 yang membutuhkan perhatian khusus yaitu : lansia, penyakit kronik (komorbid : penyakit paru dan penyakit pernafasan lainnya, jantung, hipertensi, ginjal, diabetes, autoimun, kanker), anak dan ibu hamil, disabilitas fisik, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi stres berlebihan dalam menghadapi pandemi saat ini bisa memicu terjadinya berbagai gangguan psikopatologi seperti gangguan cemas, depresi, stres paska trauma, ataupun gangguan psikotik pada kelompok rentan. Tulisan ini akan khusus membahas kelompok ODGJ yang sangat rentan kambuh ketika menghadapi stresor tertentu. Pandemi COVID-19 merupakan tambahan stresor bagi ODGJ yang memungkinkan ODGJ yang telah pulih berisiko kambuh. Untuk itu perlu dilakukan beberapa dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada ODGJ. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa upaya, baik oleh ODGJ sendiri maupun oleh keluarga atau caregiver untuk mencegah kekambuhan ODGJ, di antaranya:

  1. Mengenali dan menyadari gejala awal kambuhnya gangguan jiwa seperti : sulit minum obat, sulit tidur, menyendiri, gelisah, tidak nafsu makan, mudah tersinggung dan perubahan perilaku di luar kebiasaan normal. Keluarga atau caregiver sebaiknya selalu memperhatikan gejala-gejala klinis yang timbul pada pasien ODGJ karena berita yang ada serta pembatasan dalam ruang gerak individu dapat meningkatkan gejala-gejala psikiatris pasien ODGJ. Apabila gejala psikiatrik semakin meningkat segera konsultasikan dengan penanggung jawab pelayanan kesehatan jiwa di layanan primer atau dokter yang merawat untuk melakukan tindakan lanjutan yang diperlukan sesuai kondisi klinis.
  2. Mengelola stres dengan melakukan berbagai upaya relaksasi mandiri di antaranya latihan kesadaran napas, melakukan berbagai kegiatan/hobi yang menyenangkan, meditasi, yoga, mendengarkan musik yang menenangkan, dan menonton film/hiburan kesukaan.
  3. Menerapkan gaya hidup sehat antara lain dengan mencukupi kebutuhan istirahat dan tidur, makan makanan sehat seimbang, melakukan aktifitas, berolahraga yang cukup, dan menuruti protokol pencegahan COVID-19.
  4. Menghindari penggunaan alkohol ataupun zat adiktif terlarang lainnya untuk mengatasi kecemasan karena hal ini justru dapat semakin memperburuk kondisi gangguan mental dan menghambat pemulihan.
  5. Meminum obat rutin sesuai anjuran dokter. Di dalam kondisi saat ini sangatlah penting untuk terus meminum obat secara rutin sesuai yang diresepkan dokter, meskipun ODGJ merasa dalam kondisi prima. Penggunaan obat yang tidak sesuai anjuran dokter juga bisa memicu kekambuhan ODGJ.
  6. Mendapatkan dukungan komunitas bagi ODGJ seperti dari masyarakat sekitar, kader jiwa, tokoh masyarakat, KPSI, Bipolar Care Indonesia atau lainnya.
  7. Mencari bantuan profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog, perawat kesehatan jiwa, dan pekerja social. Layanan bantuan seperti ini dapat diakses online, contohnya hotline 119 layanan konsultasi kesehatan jiwa dan aplikasi SehatPedia yang disediakan Kementerian Kesehatan Layanan konsultasi kesehatan jiwa juga bisa diakses secara gratis melalui laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) yaitu www.pdskji.org. PDSKJI juga membuka pendampingan masalah psikososial terkait COVID-19 secara daring melalui akun media sosial Instagram di @pdskji_indonesia. Masyarakat hanya perlu mengirimkan direct message ke Instagram PDSKJI yang berisikan nama, lokasi, dan nomor telepon yang terhubung ke aplikasi WhatsApp. Selanjutnya psikiater dari PDSKJI akan menghubungi untuk memberikan pendampingan secara daring. Selain itu layanan bantuan psikologis juga bisa didapatkan dengan mengakses link yang disiapkan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI): http:// bit.ly/himpsieducovid; http://bit.ly/bantuanpsikologi; atau http:// bit.ly/relaksasipsikologis.
  8. Menceritakan berbagai kecemasan yang dialami tentang kondisi saat ini pada orang terdekat dan terpercaya. Hal ini dapat mengurangi dan mengalihkan pikiran negatif dan perasaan cemas berlebihan pada ODGJ. Diharapkan keluarga atau caregiver pasien dapat hadir dan mendengarkan dengan sepenuh hati.

Di dalam kondisi apapun baik pandemi maupun non pandemi, dukungan keluarga sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada ODGJ. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat memperkecil angka kekambuhan pada ODGJ. Dukungan keluarga merupakan faktor utama yang berperan penting dalam proses pemulihan dan mencegah terjadinya kekambuhan pada pasien gangguan jiwa seperti skizofrenia. Sikap keluarga yang tidak menerima pasien atau bersikap bermusuhan dengan pasien akan membuat kekambuhan lebih cepat (Hasmila & Fina, 2011). Keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman dan damai bagi anggota keluarga yang sakit untuk pemulihan dan membantu penguasaan emosi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sawitri (2008) menyatakan bahwa Expresed Emosi (EE) keluarga yang tinggi seperti marah, tidak mengerti, dan bermusuhan memiliki resiko kekambuhan yang lebih besar pada pasien skizofrenia. Secara psikologis ODGJ membutuhkan kasih sayang dan perhatian keluarga akibat menurunnya kemampuan aktivitas fisik dan mental. Keluarga adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan jiwa anggotanya dan menjadi pihak yang memberikan dukungan dan pertolongan pertama psikologis apabila tampak gejala yang mengarah pada kekambuhan ODGJ. Dalam upaya memberikan dukungan tersebut, maka keluarga sebaiknya dapat bersikap positif dengan cara antara lain:

  1. Menjauhkan dari keadaan yang memicu trauma, stres atau kecemasan ODGJ, misalkan dengan membatasi konsumsi berita tentang COVID-10.
  2. Memberikan perhatian & kasih sayang, jangan kasar atau membentak, sabar, menerima kondisi ODGJ.
  3. Jangan membiarkan ODGJ menyendiri dan dukung mereka untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan, serta libatkan mereka dalam berbagai kegiatan positif seperti ibadah, makan dan diskusi bersama.
  4. Menumbuhkan kemandirian ODGJ melalui berbagai kegiatan seperti menyapu, mencuci pakaian dan piring sendiri, membereskan kamar sendiri dan lain sebagainya.
  5. Jangan lupa pula untuk memberikan penghargaan dan pujian ketika mereka berhasil mengerjakan tugasnya.
  6. Mengawasi atau mendampingi ODGJ dalam meminum obat.
  7. Mendukung dan mendampingi pasien agar bisa rutin kontrol.

Selain itu dalam kondisi karantina pandemi ini semestinya tidak menjadi sebuah halangan untuk ODGJ tetap aktif berkegiatan. Dianjurkan pula ODGJ agar tetap aktif melakukan berbagai kegiatan untuk bisa mengurangi risiko terjadinya kekambuhan. Berada di dalam rumah terus menerus selama pandemi dapat menimbulkan perasaan takut, sedih, marah, mudah tersinggung, bosan, atau bingung. Melakukan aktifitas dapat mengurangi stres dan cemas, serta memperbaiki suasana perasaan ODGJ. Oleh sebab itu penting untuk ODGJ dan keluarga untuk tetap beraktifitas di rumah selama masa karantina. Berbagai aktifitas yang dapat dilakukan misalnya: melakukan relaksasi diri selama 10-15 menit, menulis catatan harian, mengurus rumah tangga, berolahraga, merawat tanaman di rumah, membaca, tetap berbincang dengan anggota keluarga, menonton hiburan menarik, dan melakukan kegiatan keagamaan di rumah bersama seluruh anggota keluarga.

Dengan berbagai upaya positif seperti ini, semoga kita dapat mencegah terjadinya kekambuhan ODGJ selama masa pandemi COVID-19. Salam Sehat…

oleh : dr. Sak Liung, SpKJ

Referensi:

  • Hasmila, Sari & Fina, Fina. 2011. Dukungan Keluarga Dalam Mencegah Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan RSJ Aceh. Idea Nursing Journal Ii No. 3. Hal 176-186.
  • Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pandemi COVID-19. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan R 2020
  • Tips Tetap Aktif di Rumah Bagi ODGJ Selama Masa Pandemi COVID-19. Modul Psikoedukasi Divisi Psikiatri Komunitas Dept. Medik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM
  • Sawitri, T., (2008). Skripsi. Hubungan Antara Ekspresi Emosi Keluarga Dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Tidak dipublikasikan
Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment