Membangkitkan Sistem Imun dengan Tumbuhan Asli Indonesia

May 27, 2020

Saat ini dunia tengah dilanda wabah yang disebabkan oleh virus yaitu virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19. Covid-19 sangat mencemaskan semua manusia di muka bumi ini karena kematian yang disebakannya. Di tengah merebaknya wabah covid-19, tidak menutup kemungkinan akan menjangkit semua orang tak terkucuali diri kita sendiri.  Dengan semakin meningkatnya penderita covid-19 menurut data pasien yang positive covid-19 sebanyak 13.221 orang, dimana yang sembuh 1391 orang, dan yang meninggal sebanyak 784 orang.

Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari data sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, menjadi tugas yang paling penting bagi kita yaitu untuk tidak menjadi penyebab menyebarnya penyakit covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mentaati berbagi petunjuk yang telah di berikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, yaitu :

  1. Menjaga jarak
  2. Dirumah saja, jika ada kepentingan mendesak keluar rumah, harus menggunkan masker
  3. Selalu cuci tangan
  4. Menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan
  5. Tidur yang cukup

Menjaga sistem imunitas tubuh kita juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem imunitas tubuh, misalnya minum vitamin, istirahat yang cukup, olah raga ringan dan memanfaatkan tumbuhan yang memiliki khasiat untuk meningkatkan sistem imunitas lini kedua yang tumbuh di sekitar kita misalnya:

  1. Kunyit (Curcuma domestica Val),

Kunyit merupakan tanaman komoditas Indonesia dengan sengaja ditanam dan mejadi sumber pendapatan bagi petani Indonesia. Disamping itu kunyit juga di gunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional (jamu) dengan berbagai khasiat. Beberapa khasiat kunyit yang dipercaya masyarakat Indonesia adalah sebagai penambah nafsu makan, selain itu juga sebagai pelindung organ hati (hepato protector). Beberapa hasil peneltian menyatakan kunyit juga memiliki khasiat sebagai antivirus, anti inflamasi, anti oksidan, anti bakterial, anti kanker, anti asmatik dan berfungsi meningkatkan sistem imunitas tubuh kita dengan mencegah terjadinya stress oksidatif. Pada penelitian tersebut menyebutkan kandungan kimia yang sangat berpengaruh adalah curcumin, desmethoxycurcumin dan bisdesmethoxylcurcumin. Selain itu dalam kunyit juga terdapat kandungan minyak adsir seperti minyak atsiri yang terdiri dari  Keton sesquiterpenturmerontumeon, zingiberen, felandrensabinenborneol dan sineil. Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 -3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.

  1. Temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb.)

Sama dengan kunyit, temu lawak juga merupakan salah satu  tanaman komoditas Indonesia yang dengan sengaja ditanam oleh masyarakat Indonesia selain sebagi bumbu masak juga digunakan oleh orang tua jaman dahulu sebagai obat tradisional (Jamu) yang memiliki khasiat sebagai sebagai antioksidan, antibakterial, anti kanker, anti inflamasi, antivirus, penambah nafsu makan dan melindungi organ hati (hepato protector). Dalam Temulawak juga terdapat kandungan yang sama dengan kunyit yaitu curcumin, desmethoxycurcumin, dan bisdesmethoxycurcumin.  Selain itu temu lawak memiliki kandungan utama adalah protein, karbohidrat, minyak adsiri yang terdiri dari tumrol, kamfer dan glikosida. Temu lawak juga biasa digunakan sebagai bahan kosmetika.

  1. Jahe (Zingiber officinale)

Jahe merupakan tumbuhan yang sangat mudah tumbuh di sekitar kita yang merupakan tanaman komoditas masyarakat Indonesia. Jahe memiliki beberapa macam varietas yaitu jahe gajah (jahe besar), jahe kecil (jahe emprit), jahe mera. Dari tiga varietas jahe ini yang sering digunakan sebagai bahan obat tradisional (jamu) adalah jahe merah. Rimpang jahe mengandung minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol,sitral, zingiberal, felandren.  Disamping itu terdapat juga pati, damar, asam-asam organik seperti asam malat dan asam oksalat, Vitamin A, B, dan C, serta senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol. Jahe adalah tanaman obat yang banyak digunakan, karena telah ditemukan aktif melawan Human Respiratory Syncytial Virus (HRSV) yang diinduksi pembentukan plak pada epitel saluran udara melalui pemblokiran pelekatan virus. Ramuan tradisional lain yang dikenal sebagai Pelargonium sidoides, yang berasal dari Afrika Selatan, telah digunakan oleh masyarakat setempat selama berabad-abad sebagai pengobatan herbal untuk infeksi saluran pernapasan.

  1. Lengkuas (Alpinia galanga. L)

Lengkuas merupakan tanaman empon-empon atau umbi-umbian yang mudah tumbuh di sekitar pekarangan dan perkebunan. Masyarakat memanfaatkan lengkuas sebagai bumbu masak dan sebagai obat tradisional (jamu). Rimpang lengkuas bisa langsung diolah sebagai bumbu masak dan sebagai obat, baik yang masih segar atau pun yang sudah dikeringkan, baik masih utuh ataupun yang sudah dirajang-rajang. Dalam pengobatan tradisional, lengkuas di gunakan sebagai Antivirus, Anti bakteri, Anti jamur, Meningkatkan sistem imun, Antioksidan, Aktivitas Antiplatelet dan Hipolipidemik. Hal ini dikarenakan pada rimpang lengkuas mengandung senyawa aktif yaitu, Galangin; Aceto Cavicol Acetate; flavonoids (kaemperol, kaempferide, galangin, alpinin and quercetin).

Itulah bahan – bahan khas nusantara yang dapat digunakan untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh kita di masa pandemi covid-19 ini. Semoga bermanfaat

 

Oleh: Ishak, S.Si.,Apt.,M.Clin

Apoteker Klinis RSJS Magelang

Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment