Panduan Bagi Orang Tua Dalam Mengajarkan Perilaku Sopan – Santun Bagi Anak

December 10, 2020

Perilaku sopan dan santun adalah perilaku yang dapat membuat kesan baik bagi orang lain dan diri sendiri. Dimanapun kita berada baik itu di rumah, sekolah, kantor dan lainnya dalam kehidupan sosial, sangatlah penting jika kita bisa berperilaku sopan dan santun. Oleh karena itu orang tua perlu mengajar anak-anak mereka agar bisa memiliki perilaku yang sopan, santun dan penuh rasa hormat pada orang lain. Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa jika mereka mampu mempraktikkan perilaku yang sopan dan santun, berarti mereka telah menghargai dan mempertimbangkan perasaan orang lain. Setiap budaya dan individu mungkin memiliki aturan kesopanan/kesantunan yang berbeda, tetapi sesungguhnya ada satu aturan universal yang bisa dijadikan patokan standar tentang perilaku yang santun yaitu: lakukan perbuatan kepada orang lain hanya seperti yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda. Beberapa perilaku berikut ini penting untuk diajarkan kepada anak seiring perkembangan mereka menuju kedewasaan, yaitu:

   1. Mengucapkan “tolong dan terimakasih”

Dari usia 2 tahun sebenarnya anak sudah mulai bisa diajarkan untuk mengucapkan tolong dan terima kasih, walaupun anak belum memahami maknanya. Anak dapat dilatih agar bisa mengucapkan kata tolong untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, sedangkan terima kasih untuk mengakhiri interaksi dengan yang lain.

   2. Memperhatikan ketika seseorang sedang berbicara

Anak harus diajarkan dan dilatih memfokuskan perhatian pada orang yang mengajak bicara mereka dan tidak memotong ketika orang lain sedang berbicara. Walaupun menunggu giliran berbicara mungkin sesuatu hal yang sulit bagi anak, orang tua perlu mengajarkan kepada anak mereka untuk tidak memotong pembicaraan orang lain dan ini berarti mereka dapat menghargai orang lain.

   3. Sabar menunggu giliran

Belajar sabar dan berdiri dengan tenang dalam antrian atau menunggu giliran adalah perilaku lain yang juga penting dipelajari anak.

   4. Berbagi dengan teman atau saudara

Hal ini dapat diajarkan dengan cara kita sebagai orang tua sering berbagi kepada anak, sehingga nantinya mereka dapat mengerti pentingnya berbagi kepada orang lain.

   5. Berbaik hati kepada orang lain

Bantulah anak memahami dampak perbuatan atau ucapan yang menyakiti orang lain. Sebagai contoh, coba tanyakan pada anak demikian: “Apa yang ananda rasakan ketika seseorang menunjuk dan menertawai dirimu?”

   6. Makan dengan baik

Daripada hanya memberitahu mereka hal yang tidak boleh dilakukan, maka lebih baik jika orang tua bisa mencontohkan berbagai perilaku positif bagi anak seperti: duduk tegak, makan tidak sambil berbicara, dan menjaga kebersihan area makan. Ajari pula anak ketika bersendawa untuk mengucapkan “Maafkan saya telah bersendawa”.

 

Ada beberapa faktor penting yang perlu orang tua ketahui dalam mengajar anak karena hal ini dapat mempengaruhi proses pembelajaran perilaku, yaitu:

   1. Meniru

Orang tua perlu mempraktikkan / mencontohkan perilaku yang baik untuk ditiru anak. Perilaku anak biasanya merupakan model dari apa yang orang tua lakukan ataupun dilihat dari TV, majalah, buku dan media lainnya. Lakukan apa yang kita katakan, atau jika tidak, maka kita akan kehilangan kredibilitas dan penghargaan di mata anak.

   2. Isyarat: sinyal, pengingat, perjanjian, aturan dan rutinitas

Kita belajar melakukan apa yang telah disampaikan dan menjadikannya kebiasaan baik. Hal ini secara sadar dan nirsadar (secara konsisten) diulang dan dipicu oleh pengingat, sinyal, perjanjian, aturan dan rutinitas sehari-hari. Kita menciptakan peraturan dan ritual sendiri untuk keluarga kita dari pengalaman baru dan kadang-kadang dari memori pengalaman masa kanak dengan orang tua kita sendiri.

   3. Kasih sayang: saling memahami dan mendengarkan dalam komunikasi saling peduli

Anak-anak dapat bertindak karena berbagai alasan. Berbicaralah sesuai tingkatan mereka dan sepenuhnya bisa mendengarkan merupakan hal yang mereka butuhkan agar bisa berperilaku baik. Kadang kala kita sebagai orang tua tidak mendengarkan anak dan bukannya berbicara dengan lembut, malahan kita meneriakinya bahwa kita saat ini sedang sibuk dan meminta mereka tidak mengganggu kita. Hal terpenting untuk membentuk perilaku baik anak adalah memberikan waktu bagi mereka. Anak perlu merasakan bahwa orang tua berpikir bahwa diri dan perasaan mereka sangat penting bagi orang tua.

 

Dalam proses mengajarkan perilaku sopan-santun bagi anak kita ingatlah beberapa tips berikut:

  1. Ingatlah selalu kutipan berikut: ‘Untuk bisa mengubah perilaku yang lain, maka pertama kali saya sendiri yang harus berubah”. Maka untuk mengajarkan perilaku yang baik pada anak, sebagai orang tua lakukanlah perilaku baik tersebut dulu.
  2. Anak belajar dari mengobservasi perilaku orang lain, sebagai orang tua kita perlu mencontohkan perilaku sopan-santun tersebut agar anak bisa terus menirunya.
  3. Abaikan setiap orang yang berpikir bahwa mereka adalah ahli dalam pengasuhan dan selalu menyampaikan bahwa yang Anda lakukan selalu salah.
  4. Percayalah pada penilaian Anda sendiri sebagai orang tua dalam mendidik anak
  5. Terus belajar menjadi orang tua yang luwes dan mudah menyesuaikan diri.
  6. Ingatlah untuk memuji perilaku baik yang dilakukan anak kita. Beritahu anak betapa bangganya kita sebagai orang tua ketika mengetahui mereka menjadi anak yang sopan dan mematuhi apa yang telah ditetapkan orang tua bagi mereka. Berikan juga pelukan hangat bagi setiap keberhasilan anak.

Sebagai penutup, selalu ingat bahwa kesulitan sementara orang tua alami saat ini dalam mengajar perilaku nantinya akan bermanfaat jangka panjang bagi anak-anak. Pola pengasuhan yang tegas dan konsisten akan menghasilkan anak-anak yang dapat bertanggung jawab. Selamat belajar dan berlatih menjadi orang tua…

 

 

 

Referensi

Janet, Hall. 2020. Ready to Go Manners, A Guide for Parents. Barron’s Publishing.

 

– Sak Liung, dr., Sp.KJ –

Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment