Mengenal Hipertensi dan Pengobatannya

February 15, 2021

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Hal Ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian.

Tekanan darah sendiri adalah proses kekuatan jantung untuk memompa darah dan kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh manusia. Tekanan ini bergantung pada ketahanan pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja.

Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Untuk mengetahui mengalami tekanan darah tinggi atau tidak satu-satunya cara adalah dengan melalui tes tekanan darah.

Bila tekanan darah kamu berada di bawah 120/80 mmHg, maka kamu memiliki tekanan darah yang normal, tetapi bila tekanan darah kamu mencapai 140/90 mmHg atau lebih, maka kamu sudah termasuk menderita hipertensi.

Hipertensi merupakan faktor risiko utama timbulnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma. Menjaga tekanan darah tetap terkontrol sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kondisi berbahaya ini.

Berikut adalah penjelasan pengobatan yang tepat untuk penderita hipertensi.

  1.   Berolahraga Secara Teratur

Pedoman kesehatan terkini merekomendasikan bahwa semua orang, termasuk mereka yang menderita hipertensi, untuk bisa melakukan kegiatan olahraga setidaknya selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi dalam seminggu.

Jadi, baiknya kamu harus berolahraga setidaknya selama 5 hari dalam seminggu dengan waktu 30 menit setiap harinya. Aktivitas olahraga yang bagus untuk kamu coba seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging.

 

2.   Kurangi Stres

Cobalah untuk menghindari atau belajar dalam mengelola stres agar kamu bisa mengontrol tekanan darah.

Banyak hal yang bisa kamu coba untuk mengurangi tingkat stres yang sedang kamu miliki, seperti mandi air hangat, yoga, melakukan hobi yang disukai, atau sekadar jalan-jalan yang merupakan teknik relaksasi yang dapat membantu meredakan stres.

Kamu juga harus bisa menghindari konsumsi alkohol, merokok, dan mengonsumsi makanan junk food untuk mengatasi stres. Karena hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan terjadinya komplikasi hipertensi.

Orang harus menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan rekreasi, tembakau, dan junk food untuk mengatasi stres, karena ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan komplikasi hipertensi.

 

3.   Melakukan Pengobatan

Hipertensi sebetulnya bisa diobati dengan melakukan perubahan gaya hidup yang sehat. Tetapi pada beberapa orang yang menderita hipertensi, menggunakan obat antihipertensi juga dibutuhkan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi hipertensi:

  • Vasodilator, seperti minoxidil
  • Diuretik hemat kalium, seperti spironolactone
  • ACE inhibitor, seperti captopril dan ramipril
  • Diuretik, seperti hydrochlorothiazide

 

4.   Melakukan Diet Sehat

Melakukan diet sehat adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan serta tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukannya. Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat tentunya kamu dapat mencegah terjadinya tekanan darah yang tinggi.

Berikut tips diet sehat yang bisa kamu coba:

  • Kurangi konsumsi garam

Asupan garam yang dikonsumsi rata-rata orang di sebagian besar negara di dunia adalah antara 9 gram dan 12 gram per hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pengurangan konsumsi garam di bawah 5 gram dalam sehari untuk membantu mengurangi risiko terjadinya hipertensi dan masalah kesehatan lainnya.

Dengan mengurangi konsumsi garam dapat bermanfaat bagi orang dengan atau tanpa hipertensi.

 

  • Menghindari minuman beralkohol

Menghindari atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah.

Alkohol sendiri jika dikonsumsi dalam porsi yang kecil sebenarnya dapat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga bisa menurunkan tekanan darah untuk sementara waktu. Namun, jika alkohol dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu yang lama. Alkohol dapat memicu terjadinya hipertensi pada seseorang dan memperparah gejala yang sudah ada.

Hal tersebut dikarenakan bahwa alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, yang berakibat pada rusaknya pembuluh darah dan organ dalam tubuh.

 

  • Makan lebih banyak sayur dan buah

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi ataupun yang memiliki risiko mengalami tekanan darah tinggi harus bisa mengurangi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak total.

Kamu bisa mengganti menu makanan yang lebih sehat seperti, makanan berserat tinggi, berbagai macam buah dan sayur, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan produk susu rendah lemak.

 

  • Mengelola berat badan ideal

Berat badan berlebih dapat menyebabkan peningkatan kontribusi pada hipertensi. Untuk itu dalam melakukan proses penurunan tekanan darah maka harus diikuti dengan penurunan berat badan, karena jantung tidak harus bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

 

 

***

Referensi

  1. Rachell Nall. 2018. Can high blood pressure lead to headaches?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322451.
  2. Adam Felman. 2019. Everything you need to know about hypertension. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150109.
  3. Matthew Alexander. 2019. Hypertension. https://emedicine.medscape.com/article/241381-overview.
Posted in Artikel by Administrator RSJS

Leave a Comment