Month: April 2021

April 25, 2021

  Pandemi Covid-19 memberikan multiple stres pada kehidupan masyarakat, mulai dari takut tertular COVID-19, kehilangan keluarga akibat Covid-19, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain yang menyebabkan semakin meningkatnya kasus depresi di Indonesia. Gangguan mental depresi dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Meskipun merupakan gangguan mental depresi ini umum terjadi di masyarakat, namun gangguan mental ini tidak bisa serta merta diabaikan karena akan berdampak jangka panjang untuk kesejahteraan kejiwaan seseorang di masa yang akan datang. Berdasarkan data yang dilakukan Survey METER hingga akhir Mei 2020 diperoleh sebanyak 3.533 orang mengisi survey online yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Diperoleh hasil sebanyak 58% responden melaporkan depresi. Adapun rincian data memperlihatkan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan pola kelamin menunjukan perempuan lebih banyak yang mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan yang mengalami depresi sebanyak 61%, s

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 23, 2021

Dalam membentuk keluarga yang bahagia pasangan suami istri pada umumnya mengharapkan kehadiran seorang anak. Orangtua mengharapkan anak lahir dalam keadaan sehat, selamat dan tidak mengalami ganggaun. Pada kenyataannya apa yang diharapkan orangtua tidak sesuai dengan harapan. Orangtua biasanya selalu berharap Allah memberikan mereka anak yang sempurna baik secara fisik maupun psikis serta dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Ketidaksempurnaan fisik dapat terlihat secara langsung, sedangkan ketidaksempurnaan psikis masih sulit dideteksi. Saat ini masih banyak orangtua yang belum paham ketika anaknya memperlihatkan gejala masalah perkembangan sejak usia dini seperti autis. Pada umumnya secara fisik anak autis tampak baik-baik saja,bahkan wajahnya tetap terlihat menggemaskan sama seperti anak lainnya, karena hal ini pula anak dengan autism seringkali disalah mengertikan oleh orang sekitar, bahkan orang tua sendiri terkadang kurang sadar dengan keistimewaan anak mereka, baru menyadari pada saat ketika mengalami kesulitan menangkap informasi terkait kegiatan belajar di sekolah. Ada yang menganggap sebaga

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 20, 2021

Julukan seperti “Si bodoh”, “Pendek”, “Hitam”, “Centil”, dan kalimat pembanding seperti “Si A aja bisa, kok kamu enggak?”, “Kamu harus lebih baik daripada si B”—adalah contoh-contoh kalimat yang bukan baru pertama kali didengar, bahkan justru sering diucapkan. Dalam konteks kehidupan keluarga, apakah kalimat-kalimat ini sering terdengar di rumah? sebagai orang tua pernahkah Anda mengucapkannya? Tahukah Anda bahwa hal tersebut termasuk dalam kategori kekerasan? Kekerasan menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak Pasal 1 Ayat 15a, adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Surbakti (2012) membedakan kekerasan menjadi dua yakni kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Kekerasan verbal merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan dengan tidak menyentuk fisik, melainkan menggunakan kata-kata kasar. Misalnya, memfitnah, mengancam, menakutkan, menghina, a

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 16, 2021

Otak merupakan salah satu sistem terpenting yang berada di dalam tubuh manusia, yang terletak di kepala. Otak berfungsi sebagai pusat pengiriman pesan dari semua unit organ tubuh agar bisa saling berinteraksi dan bekerja sama dengan baik. Otak juga berfungsi untuk mengatur berbagai macam pergerakan yang akan dilakukan seseorang dan berfungsi sebagai berkumpulnya jutaan saraf untuk membentuk jaringan sistem di dalam tubuh manusia. Apabila terjadi kerusakan pada otak, tentunya akan berdampak sangat buruk bagi manusia itu sendiri, seperti stroke, lupa ingatan, berkurangnya kecerdasan, bahkan kematian. Berikut adalah enam hal yang bisa menyebabkan rusaknya otak, yang wajib kamu ketahui agar bisa menjaga kesehatan otak menjadi lebih baik.   1. Jarang Berinteraksi Pada dasarnnya manusia adalah makhluk sosial, yang berarti untuk menjalani hidup pastinya setiap orang akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama, baik itu dengan keluarga, teman, maupun sahabat. Namun, apabila kamu kurang berinteraksi dengan sesama, hal ini akan memicu rendahnya rangsangan otak untuk m

Posted in Artikel by AdminRSJ