Pandemi Covid-19 dan Kesehatan Gigi, Apakah Berkaitan?

June 25, 2021

Pandemi COVID-19 yang juga dikenal sebagai pandemic coronavirus, merupakan pandemi global yang berkelanjutan dari penyakit coronavirus 2019, yang disebabkan oleh sindrom akut pernafasan coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO menetapkan Kesehatan Darurat Internasional pada 30 Januari 2020 lalu, dan kemudian dinyatakan sebagai pandemic mulai 11 Maret 2021.

Tingkat keparahan gejala COVID-19 dangat bervariasi. Banyak penelitian dilakukan untuk mempelajari keterkaitan penyakit ini dengan kondisi sistemik penderita. Beberapa hasil menunjukkan bahwa COVID-19 banyak berkaitan dengan organ-organ tubuh lain, salah satunya adalah kesehatan gigi dan mulut.

Beberapa permasalahan yang timbul terkait dengan Kesehatan gigi dan mulut pada masa pandemi ini antara lain:

  1. Manifestasi dari penyakit COVID-19

Kesehatan gigi dan mulut merupakan sebuah bagian penting dan vital pada kesehatan tubuh secara umum. The American Dental Association (ADA) hingga saat ini masih meneliti keterkaitannya dengan COVID-19. Seperti yang telah dipublikasikan pada beberapa journal, orang dengan covid-19 yang memiliki lesi pada gusi, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami COVID-19 yang lebih parah. Pada jurnal lain juga ditemukan bahwa kelainan pada kulit dan lidah, merupakan salah satu temuan pada penderita COVID-19, salah satunya yang muncul menyerupai geographic tongue. Meskipun tidak semua kelainan gusi dan mulut terkait dengan COVID-19, namun beberaoa jurnal tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan kita. Pemeliharaan kondisi kesehatan mulut dan rutin mengunjungi dokter gigi merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.

2. Keparahan COVID-19 berkaitan dengan Kesehatan gigi dan mulut

Beberapa pasien dengan COVID-19 yang parah, cenderung memiliki beberapa faktor pemberat, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Dan pada saat ini berkembang ilmu yang menunjukkan hubungan antara periodontitis dengan kondisi sistemik. Lingkungan rongga mulut merupakan lingkungan menguntungkan bagi bakteri patogen pernafasan, sehingga pasien dengan penyakit periodontal cenderung memiliki resiko keparahan covid yang lebih tinggi.

3. Kebutuhan perawatan gigi dan mulut di masa pandemic

Keadaan paling umum pada kesehatan mulut adalah adanya karies (lubang) gigi dan penyakit periodontal (jaringan penyangga gigi). Kondisi ini akan menyebabkan perkembangan serius apabila tidak dilakukan perawatan, antara lain nyeri, infeksi,sepsis, dan mahalnya perawatan. Permasalahan muncul saat dilakukan pembatasan penanganan penyakit gigi dan mulut pada pasien. Anjuran penundaan penanganan penyakit gigi dan mulut nonemergency telah dikeluarkan sejak pandemi mulai ditetapkan, terkait dengan pencegahan penularan dan prosedur aerosol.  Keadaan tersebut mengakibatkan terbatasnya akses masyarakat untuk mendapatkan penanganan pada penyakit gigi dan mulut.

4. Keterkaitan kenaikan rasa cemas dan stress pada masa pandemic yang akan memperburuk kondisi gigi dan mulut pada masyarakat

Secara tidak langsung, stress akan menyebabkan gangguan dan kelainan pada jaringan gigi dan mulut. Rangkuman beberapa pengaruh stress ke kesehatan mulut antara lain sebagai berikut:

  • Kebiasaan Kerot (menggesekkan gigi saat tidur)

Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa sadar saat penedrita dalam keadaan tidur. Kondisi sebagian besar disebabkan stress. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi yang saling bergesekan, hingga patahnya gigi.

  • Kelainan Sendi Temporomandibula

Sendi temporomandibular dalam bahasa awam sering diketahui sebagai sendi rahang, merupakan akibat lanjutan dari kebiasaan kerot. Kondisi ini akan menyebabkan nyeri rahang, sensasi suara “click” pada rahang, dan dapat memunculkan sakit kepala.

  • Sariawan

Sariawan merupakan kondisi yang banyak dikeluhkan dan sangat mengganggu. Stress menjadi pemicu utama keadaan ini. Nyeri dapat dikurangi dengan bantuan beberapa obat oles yang akan diresepkan oleh dokter gigi.

  • Penyakit gusi

Stress akan memperberat usaha tubuh untuk memerangi infeksi. Sehingga kondisi bakteri pathogen di bagian mulut akan semakin merajalela. Penyakit gusi akan berlanjut menyebabkan perdarahan gusi dan bau mulut.

  • Mulut kering

Kondisi stress juga dapat menyebabkan penurunan produksi saliva (air liur).  Penurunan saliva ini dapat memicu berkurangnya aksi pembasahan dan kelembaban sehingga menyebabkan kekeringan pada mulut.

Kondisi-kondisi tersebut menciptakan suatu badai masalah dalam pelayanan Kesehatan gigi dan mulut. Factor resiko menjadi naik, sedang akses pada pelayanan gigi dan mulut justru terbatas. Fokus pada keamanan naik, sedangkan ekonomi masyarakat banyak yang mengalami kendala. Tantangan tersebut makin terjawab seiiring dengan perkembangan ilmu mengenai penyakit COVID-19 dan penularannya. Dibantu dengan akses alat dan fasilitas pada bidang keamanan medis yang semakin mudah.

Munculnya beberapa permasalahan diatas memunculkan kesimpulan bahwa pencegahan dan penanganan penyakit gigi dan mulut justru memiliki peran penting pada masa pandemi COVID-19 ini. Saat ini telah ditetapkan standar dalam prosedur pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang pastinya telah disesuaikan dengan standar keamanan baik baik pasien maupun tenaga medis/paramedisnya terkait dengan COVID-19. Kondisi yang dinamis ini tentu wajib diikuti oleh seluruh penyedia pelayanan kesehatan. Sudah saatnya masyarakat kembali memperhatikan Kesehatan gigi dan mulutnya, mengngat pentingnya hal tersebut dilakukan pada era pandemic ini. Masyarakat tidak perlu khawatir lagi dalam mendapatkan pelayanan pada poliklinik gigi.

 

Referensi:

  • American Dental Association. COVID-19 and Oral Health Condition.
  • Agus Susanto, Indah Suasani Wahyuni, Felisha Febriane Balafif. Relationship among perceived stress, oral health status, stomatitis, and xerostomia in the community during the COVID-19 pandemic: A cross-sectional survey. J Int Oral Health. 2020. 12(8) : 106-112
  • Brian Z, Weintraub JA. Oral Health and COVID-19: Increasing the Need for Prevention and Access.  Prev Chronic Dis 2020 (17): 200266.
  • Brotos N, Iyer P, Ojcius DM. Is there an association between oral health and severity of COVID-19 complication? Biomedical Journal 2020 (43):325-327.
  • World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19) pandemic.

 

Penulis:

Drg. Krisbudi Hudiyoko, Sp.Ort

Drg. Maharatih Tiwi

 

Posted in Artikel by AdminRSJ

Leave a Comment