Author: antares

June 10, 2021

MAGELANG – Balai Penelitian & Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium Magelang (BPP GAKI) mengerahkan seluruh jajarannya untuk melakukan Medical Chek-Up di RSJ Prof Dr Soerojo Magelang pada Senin – Jumat, (7-11/6). Dalam 5 hari pelaksanaan Medikal Chek-Up ini, seluruh pegawai BPP GAKI Magelang yang terdiri dari 26 orang laki-laki dan 39 orang perempuan menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan di Gedung Instalasi Medical Chek-Up Terpadu. 65 orang peserta Medical Chek-Up ini terbagi dalam 5 kelompok dan masing-masing kelompok menjalani 15 rangkaian pemeriksaan dalam 1 hari. Diawali dengan proses pendaftaran, setiap peserta menjalani seluruh pemeriksaan. Swab antigen covid-19 menjadi pemeriksaan pertama untuk mengetahui apakah peserta terpapar virus corona atau tidak. Jika hasil pemeriksaan ini menunjukan peserta terpapar covid-19 maka proses Medical Chek-Up ditunda dan dilakukan pemeriksaan PCR sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Peserta yang dinyatakan tidak terpapar virus corona, akan melanjutkan rangkaian pemeriksaan selanjutnya. Setiap orang akan dilak

Posted in Blog, Event by AdminRSJ
June 7, 2021

MAGELANG – Setelah selesai melakukan vaksinasi covid-19 untuk tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayan publik, kini RSJ Prof Dr Soerojo magelang memberikan vaksinasi Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ yang telah terdata sebagai penerima vaksin covid-19. Pada Senin, (24/5) Petugas Kesehatan RSJ Prof Dr Soerojo Magelang mendatangi rumah ODGJ satu persatu didampingi oleh petugas puskesmas dan kelurahan setempat. Pada pelaksanaan pertama dinas kesehatan kota magelang mentargetkan 50 ODGJ tervaksin untuk wilayah kecamatan magelang utara dan akan dilanjutkan kembali untuk tahap berikutnya hingga semua ODGJ di Kota Magelang tervaksin secara keseluruhan. Pelaksanaan vaksinasi covid-

Posted in Blog, Pelatihan by AdminRSJ
May 25, 2021

  Dalam keseharian anak usia sekolah sampai usia remaja jika kita memperhatikan ada beberapa anak yang memperlihatkan gangguan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Gangguan ini jika tidak ditangani dengan segera akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Prevalensi untuk anak dengan gangguan ADHD di Indonesia sendiri belum ada data yang jelas dan menyatakan berapa persentase anak dengan gangguan ADHD karena masih minimnya penelitian yang dilakukan. Namun berdasarkan acuan DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) – IV, menyebutkan bahwa prevalensi gangguan ADHD ini justru ditemukan pada anak usia sekolah dengan jumlah 3-5%. Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif merupakan gangguan yang umum terjadi pada anak-anak, biasanya muncul dan dapat diamati sebelum usia tujuh (7) tahun. Karakteristik utama yang dapat diamati pada anak ADHD adalah kurangnya kemampuan untuk menangkap atau memfokuskan perhatian, hiperaktif dan pe

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 10, 2021

Teknologi komunikasi kini memberi kemudahan kepada individu untuk mengaksesnya lewat gadget. Gadget adalah elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus seperti berbagi informasi, berita terviral, berkomunikasi, berjualan, dan lainnya. Kini gadget menjadi alat komunikasi yang mudah, cepat, efisien, dan praktis dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bahkan semakin aktivitas penggunaan gadget menjadi semakin menarik karena dilengkapi berbagai fitur-fitur yang menarik dan memudahkan terhubung dengan orang lain di setiap waktu dan tempat seperti fitur yang ada pada Instagram, Twitter, Facebook, Whatsapp, LINE, Telegram, TikTok, hingga game online. Laporan Statista (2020) mencatat, pengguna media sosial di Indonesia pada 2020 paling banyak yakni berusia 25-34 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 20,6% dan 14,8%. Posisi selanjutnya yakni pengguna berusia 18-24 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 16,1% dan 14,2%. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia paling sedikit yakni berusia 55-64 tahun. Kemudian usia 65 tahun ke atas. Bahkan

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 25, 2021

  Pandemi Covid-19 memberikan multiple stres pada kehidupan masyarakat, mulai dari takut tertular COVID-19, kehilangan keluarga akibat Covid-19, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain yang menyebabkan semakin meningkatnya kasus depresi di Indonesia. Gangguan mental depresi dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Meskipun merupakan gangguan mental depresi ini umum terjadi di masyarakat, namun gangguan mental ini tidak bisa serta merta diabaikan karena akan berdampak jangka panjang untuk kesejahteraan kejiwaan seseorang di masa yang akan datang. Berdasarkan data yang dilakukan Survey METER hingga akhir Mei 2020 diperoleh sebanyak 3.533 orang mengisi survey online yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Diperoleh hasil sebanyak 58% responden melaporkan depresi. Adapun rincian data memperlihatkan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan pola kelamin menunjukan perempuan lebih banyak yang mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan yang mengalami depresi sebanyak 61%, s

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 23, 2021

Dalam membentuk keluarga yang bahagia pasangan suami istri pada umumnya mengharapkan kehadiran seorang anak. Orangtua mengharapkan anak lahir dalam keadaan sehat, selamat dan tidak mengalami ganggaun. Pada kenyataannya apa yang diharapkan orangtua tidak sesuai dengan harapan. Orangtua biasanya selalu berharap Allah memberikan mereka anak yang sempurna baik secara fisik maupun psikis serta dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Ketidaksempurnaan fisik dapat terlihat secara langsung, sedangkan ketidaksempurnaan psikis masih sulit dideteksi. Saat ini masih banyak orangtua yang belum paham ketika anaknya memperlihatkan gejala masalah perkembangan sejak usia dini seperti autis. Pada umumnya secara fisik anak autis tampak baik-baik saja,bahkan wajahnya tetap terlihat menggemaskan sama seperti anak lainnya, karena hal ini pula anak dengan autism seringkali disalah mengertikan oleh orang sekitar, bahkan orang tua sendiri terkadang kurang sadar dengan keistimewaan anak mereka, baru menyadari pada saat ketika mengalami kesulitan menangkap informasi terkait kegiatan belajar di sekolah. Ada yang menganggap sebaga

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 20, 2021

Julukan seperti “Si bodoh”, “Pendek”, “Hitam”, “Centil”, dan kalimat pembanding seperti “Si A aja bisa, kok kamu enggak?”, “Kamu harus lebih baik daripada si B”—adalah contoh-contoh kalimat yang bukan baru pertama kali didengar, bahkan justru sering diucapkan. Dalam konteks kehidupan keluarga, apakah kalimat-kalimat ini sering terdengar di rumah? sebagai orang tua pernahkah Anda mengucapkannya? Tahukah Anda bahwa hal tersebut termasuk dalam kategori kekerasan? Kekerasan menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak Pasal 1 Ayat 15a, adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Surbakti (2012) membedakan kekerasan menjadi dua yakni kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Kekerasan verbal merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan dengan tidak menyentuk fisik, melainkan menggunakan kata-kata kasar. Misalnya, memfitnah, mengancam, menakutkan, menghina, a

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 16, 2021

Otak merupakan salah satu sistem terpenting yang berada di dalam tubuh manusia, yang terletak di kepala. Otak berfungsi sebagai pusat pengiriman pesan dari semua unit organ tubuh agar bisa saling berinteraksi dan bekerja sama dengan baik. Otak juga berfungsi untuk mengatur berbagai macam pergerakan yang akan dilakukan seseorang dan berfungsi sebagai berkumpulnya jutaan saraf untuk membentuk jaringan sistem di dalam tubuh manusia. Apabila terjadi kerusakan pada otak, tentunya akan berdampak sangat buruk bagi manusia itu sendiri, seperti stroke, lupa ingatan, berkurangnya kecerdasan, bahkan kematian. Berikut adalah enam hal yang bisa menyebabkan rusaknya otak, yang wajib kamu ketahui agar bisa menjaga kesehatan otak menjadi lebih baik.   1. Jarang Berinteraksi Pada dasarnnya manusia adalah makhluk sosial, yang berarti untuk menjalani hidup pastinya setiap orang akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama, baik itu dengan keluarga, teman, maupun sahabat. Namun, apabila kamu kurang berinteraksi dengan sesama, hal ini akan memicu rendahnya rangsangan otak untuk m

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 19, 2021

MAGELANG – Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang (RSJS Magelang) dokter Eniarti, meresmikan Sport Center pada Jumat (19/03/2021). Kegiatan peresmian dimulai dengan senam yang dihadiri oleh jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia RSJS Magelang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yaitu dengan menggunakan masker. “Hari ini adalah hari yang spesial untuk kita semua, karena kita akhirnya memiliki gedung olahraga yang nantinya kita bisa melakukan kegiatan senam dan kegiatan fitness lainnya agar tubuh kita bisa menjadi sehat dan bugar” ujar dokter Eniarti. Nantinya Sport Center ini akan dioperasionalkan untuk lingkup internal RSJS Magelang dan juga masyarakat umum sebagai salah satu pusat tempat kebugaran dengan sistem membership dan biaya yang tercantum. Setelah berakhirnya acara senam bersama, kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan penandatangan Pakta Integritas Pencegahan Fraud. Sebelum itu dokter Dani selaku ketua Pencegahan Fraud di RSJS Magelang menyampaikan sosialisasi pentingnya Pencega

Posted in Blog, Event by AdminRSJ
March 16, 2021

Penuaan adalah salah satu peristiwa alami yang akan dialami oleh seluruh orang. Namun bila penuaan terjadi lebih cepat dan tidak sesuai dengan berjalannya usia, maka kamu harus waspada. Oleh karena itu kamu harus mengetahui beberapa faktor yang mampu mebuat proses penuaan dini terjadi begitu cepat, sehingga kamu bisa mencegah hal tersebut terjadi.

  1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Marah adalah suatu hal yang normal bagi manusia, namun apabila kamu sering marah berlebih dan terus menerus dapat membentuk garis-garis halus dan kerutan yang dapat terbentuk menjadi permanen. Hal ini terjadi ketika kita mengekspresikan emosi marah, sedih, dan cemberut yang terus menerus maka akan membuat memori otot wajah merekamnya dan akan menyebabkan terjadinya kerutan-kerutan di wajah. Berbeda halnya bila kita selalu bahagia dan tersenyum, maka otot-otot wajah akan menjadi rileks. Sehingga semakin kamu merasa bahagia, maka wajah kamu akan terlihat semakin muda dan bahkan bisa mengurangi risiko terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan bahkan nyeri pada tulang dan se

Posted in Artikel by AdminRSJ