Category: Artikel

April 16, 2021

Otak merupakan salah satu sistem terpenting yang berada di dalam tubuh manusia, yang terletak di kepala. Otak berfungsi sebagai pusat pengiriman pesan dari semua unit organ tubuh agar bisa saling berinteraksi dan bekerja sama dengan baik. Otak juga berfungsi untuk mengatur berbagai macam pergerakan yang akan dilakukan seseorang dan berfungsi sebagai berkumpulnya jutaan saraf untuk membentuk jaringan sistem di dalam tubuh manusia. Apabila terjadi kerusakan pada otak, tentunya akan berdampak sangat buruk bagi manusia itu sendiri, seperti stroke, lupa ingatan, berkurangnya kecerdasan, bahkan kematian. Berikut adalah enam hal yang bisa menyebabkan rusaknya otak, yang wajib kamu ketahui agar bisa menjaga kesehatan otak menjadi lebih baik.   1. Jarang Berinteraksi Pada dasarnnya manusia adalah makhluk sosial, yang berarti untuk menjalani hidup pastinya setiap orang akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama, baik itu dengan keluarga, teman, maupun sahabat. Namun, apabila kamu kurang berinteraksi dengan sesama, hal ini akan memicu rendahnya rangsangan otak untuk m

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 16, 2021

Penuaan adalah salah satu peristiwa alami yang akan dialami oleh seluruh orang. Namun bila penuaan terjadi lebih cepat dan tidak sesuai dengan berjalannya usia, maka kamu harus waspada. Oleh karena itu kamu harus mengetahui beberapa faktor yang mampu mebuat proses penuaan dini terjadi begitu cepat, sehingga kamu bisa mencegah hal tersebut terjadi.

  1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Marah adalah suatu hal yang normal bagi manusia, namun apabila kamu sering marah berlebih dan terus menerus dapat membentuk garis-garis halus dan kerutan yang dapat terbentuk menjadi permanen. Hal ini terjadi ketika kita mengekspresikan emosi marah, sedih, dan cemberut yang terus menerus maka akan membuat memori otot wajah merekamnya dan akan menyebabkan terjadinya kerutan-kerutan di wajah. Berbeda halnya bila kita selalu bahagia dan tersenyum, maka otot-otot wajah akan menjadi rileks. Sehingga semakin kamu merasa bahagia, maka wajah kamu akan terlihat semakin muda dan bahkan bisa mengurangi risiko terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan bahkan nyeri pada tulang dan se

Posted in Artikel by AdminRSJ
February 15, 2021

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Hal Ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian. Tekanan darah sendiri adalah proses kekuatan jantung untuk memompa darah dan kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh manusia. Tekanan ini bergantung pada ketahanan pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Untuk mengetahui mengalami tekanan darah tinggi atau tidak satu-satunya cara adalah dengan melalui tes tekanan darah. Bila tekanan darah kamu berada di bawah 120/80 mmHg, maka kamu memiliki tekanan darah yang normal, tetapi bila tekanan darah kamu mencapai 140/90 mmHg atau lebih, maka kamu sudah termasuk menderita hipertensi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama timbulnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma. Menjaga tekanan darah tetap terkontrol sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kondisi berbahaya ini. Berikut adalah penjelasan pengobatan yang tepat untuk penderita hiperten

Posted in Artikel by Administrator RSJS
January 10, 2021

Cerebral palsy adalah suatu sindrom gangguan motorik kronik yang menyebabkan gerakan dan postur tubuh abnormal karena terjadi kerusakan area otak terkait fungsi motorik di masa perkembangan. Angka kejadian cerebral palsy berkisar 2-3 per 1000 kelahiran anak (Colver, 2014). Cerebral palsy merupakan gangguan otak yang tidak bisa disembuhkan, namun berbagai gejala yang terkait sesungguhnya bisa diterapi. Terapi pada cerebral palsy bertujuan untuk mengurangi kesakitan, menstimulasi keterlambatan perkembangan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Cerebral palsy yang berlangsung seumur hidup dapat menyebabkan permasalahan psikiatrik baik pada anak, maupun pengasuh. Anak dengan gangguan kronik seperti cerebral palsy yang mengganggu kemandirian dan kemampuan motorik sangatlah rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Kejadian gangguan depresi 2-3 kali lebih sering terjadi pada anak dengan cerebral palsy dibandingkan anak tanpa disabilitas. Oleh karena itu orang tua atau pengasuh anak diharapkan dapat segera mengenali tanda-tanda

Posted in Artikel by AdminRSJ
December 10, 2020

Perilaku sopan dan santun adalah perilaku yang dapat membuat kesan baik bagi orang lain dan diri sendiri. Dimanapun kita berada baik itu di rumah, sekolah, kantor dan lainnya dalam kehidupan sosial, sangatlah penting jika kita bisa berperilaku sopan dan santun. Oleh karena itu orang tua perlu mengajar anak-anak mereka agar bisa memiliki perilaku yang sopan, santun dan penuh rasa hormat pada orang lain. Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa jika mereka mampu mempraktikkan perilaku yang sopan dan santun, berarti mereka telah menghargai dan mempertimbangkan perasaan orang lain. Setiap budaya dan individu mungkin memiliki aturan kesopanan/kesantunan yang berbeda, tetapi sesungguhnya ada satu aturan universal yang bisa dijadikan patokan standar tentang perilaku yang santun yaitu: lakukan perbuatan kepada orang lain hanya seperti yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda. Beberapa perilaku berikut ini penting untuk diajarkan kepada anak seiring perkembangan mereka menuju kedewasaan, yaitu: 1. Mengucapkan “tolong dan terimakasih” Dari usia 2 tahun sebenarnya anak sudah mula

Posted in Artikel by AdminRSJ
November 10, 2020

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau dikenal juga dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah salah satu masalah psikiatri utama yang sering ditemukan pada anak. Gangguan ini dapat dijumpai dalam kehidupan sehari – hari, baik pada anak usia prasekolah, remaja, bahkan dewasa. Penelitian mengenai prevalensi GPPH di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga sampai saat ini belum didapatkan angka pasti mengenai kejadian GPPH di Indonesia. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Saputro (2009) pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta didapatkan angka prevalensi sekitar 26,2% mengalami GPPH, dengan prevalensi yang berbeda antara anak laki-laki (35,2%) dan anak perempuan (18,3%). Penelitian lain di Padang menunjukkan bahwa prevalensi GPPH sebesar 8%, dengan perbandingan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan sebesar 2 : 1 (Dita et al., 2014). Anak dan remaja dengan GPPH menunjukkan gejala utama berupa: aktivitas yang berlebihan (hiperaktifitas), , tidak dapat memusatkan perhatian (inatensi), dan impulsif. Alasan dari mayoritas orang tua membawa anaknya berkonsultasi ke psikiater aka

Posted in Artikel by AdminRSJ
October 10, 2020

Menjadi remaja merupakan situasi yang sulit bagi beberapa orang, dan penyakit virus corona (COVID-19) yang mewabah saat ini telah membuatnya menjadi semakin sulit. Dengan adanya penutupan sekolah (school from home) dan berbagai acara yang dibatalkan, banyak remaja akhirnya harus kehilangan beberapa momen penting dalam kehidupan mudanya, di antaranya mengobrol dengan teman dan belajar bersama di kelas. Banyak remaja yang tidak siap menghadapi perubahan hidup demikian yang mungkin merasa cemas, sedih, marah, terisolasi dan kecewa. Berikut ini strategi perlindungan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental remaja: 1. Ketahuilah bahwa kecemasan di masa pandemi ini merupakan hal yang wajar Jika penutupan sekolah dan berita utama tentang COVID-19 membuat remaja merasa cemas, maka hal itu memang sewajarnya harus mereka rasakan. Para ahli kesehatan jiwa telah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bertugas mengingatkan seseorang ak

Posted in Artikel by AdminRSJ
September 10, 2020

Beberapa bulan belakangan, kesibukan Ika bertambah. Ia harus mendampingi Sisil, anak semata wayangnya, belajar daring. Bahkan tak jarang, ia juga diminta membantu tetangga, atau orangtua murid yang lain untuk mengaplikasikan pembelajaran daring. Meskipun aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran juga tergolong umum, seperti Whatsapp, word, dan pdf, namun masih ada orangtua siswa yang tak paham cara mengoperasikannya. Sisil bersekolah di sekolah negeri dekat rumah. Di lingkungan sekitarnya, masih ada beberapa orangtua siswa (juga siswa) yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini sehingga merasa kebingungan. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran bersama, melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, diberi pertanyaan satu persatu, hingga mengabsen melalui VoiceNote di WhatsApp. Materimaterinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit. Meski begitu, metode ini masih banyak dikeluhkan karena siswa merasa materinya kurang jelas, dan orangtua juga tidak paham. Bisa dibayangkan bukan, kebingungan seorang ibu rumah tangga yang biasanya menakar bumbu-bumbu di dapur, tiba-tiba harus menjelaskan kepada anaknya bagaimana cara menghitung volume jajaran genjang?

Posted in Artikel by AdminRSJ
August 6, 2020

“Saya teringat pada seorang wanita sepuh di lorong koridor, duduk bersama beberapa kucing. Dia sangat sedikit bicara. Dia nampak asyik berbagi sisa makanan dengan kucing – kucingnya. Memandangi mereka. Mendengarkan riuh suaranya. Membelainya. Ketika dirasa cukup, dia beranjak lalu memulai mengepel lantai. Ini berlangsung hampir setiap hari, sepanjang yang pernah saya lihat.” Kesan yang didapat dari cerita di atas, dinamakan pengalaman sensori. Pengalaman sensori adalah peristiwa sehari – hari yang dialami oleh setiap individu berkaitan dengan penggunaan fungsi sensori, atau fungsi indera. Dari pengalaman sensori tersebut, seseorang kemudian membentuk persepsi atau kesan. Dalam hal ini, persepsi adalah peristiwa individual yang sangat mungkin akan berbeda antara individu satu dengan yang lain. Begitupun pada lansia, contoh di atas melibatkan aktivitas sensori (taktil, audio, visual) yang mungkin cukup bermakna secara psikologis. Lansia dapat merasakan kenyamanan atau ketenangan, atau mungkin me-recall ingatan lama yang membahagiakan, dengan stimulus dari aktivitas sensori. Sensory modulation atau sensori modulasi adalah bagian dari kondisi manusia dan merupakan proses berkelanjutan yang sering kita perhatikan. Miller, Reisman, McIntosh & Simon (2001) mengacu pada sensori modulasi sebagai kemampuan untuk mengatur derajat, intensitas dan sifat tanggapan terhadap input sensoris

Posted in Artikel by AdminRSJ
July 22, 2020

Karakter didefinisikan secara berbeda oleh berbagai pihak. Sebagian menyebut karakter sebagai penilaian subjektif terhadap kualitas moral dan mental. Karakter mengacu pada serangkaian sikap, perilaku dan keterampilan. Begitu besar pengaruh karakter terhadap kehidupan seseorang sehingga pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kenapa di 1000 hari pertama? Karena pada masa ini merupakan masa sebagai pondasi utama di kehidupan manusia yang dapat dipengaruhi oleh pola pengasuhan di 1000 hari pertama. Dimuali sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). 1000 hari pertama kelahiran ini merupakan periode penting dalam pertumbuhan (penambahan BB, tinggi badan serta lingkar kepala) dan perkembangan anak (motorik kasar, halus, sosial emosional, interaksi sosial, serta kognitif). Pada periode ini perkembangan otak, pertumbuhan secara fisik dan mental terjadi begitu cepat. Oleh karena hal tersebut, butuh peranan keluarga (lingkungan sekitar anak) dalam memberikan pengasuhan yang tepat sehingga nantinya anak dapat mempunyai karakter yang baik. Peranan penting keluarga dalam membentuk karakter anak, diantaranya:

Posted in Artikel by AdminRSJ