Category: Artikel

August 11, 2017

Membangun kemampuan berinteraksi dan menghormati orang lain tidak dapat dilakukan secara instan atau lewat nasehat semata. Ukuran kecerdasan seorang anak, saat ini tidak hanya merujuk pada tingginya IQ (Intelligent Quotient) saja, namun perlu diimbangi dengan EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Social Quotient) untuk bekalnya kelak. Bentuk riilnya adalah kemampuan berinteraksi dengan berbagai kalangan. Ini merupakan keterampilan sosial yang berperan penting mendorong anak untuk berempati, bekerja sama, dan saling menghormati. Semua kemampuan tadi akan sangat diperlukan saat si kecil remaja, dewasa, ketika ia bersekolah, masuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial. Dan tentu saja, membangun kemampuan berinteraksi dan saling menghormati dengan orang lain tidak dapat dilakukan secara instan maupun dipelajari lewat nasihat semata. Setiap anak butuh dibimbing dan diajari cara bagaimana menghargai orang lain sejak kecil. Pencipta The Total Transformation Program, Janet Lehman, MSW, mengingatkan bahwa si kecil adalah anak, bukan teman. Tugas orangtualah untuk mengajarinya agar berfungsi dalam kehidupan. Ini berarti d

Posted in Artikel by AdminRSJ
July 21, 2017

Layanan invasive minimalis di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang termasuk terlengkap di seluruh Indonesia, Asia bahkan dunia. Prevalensi nodul tiroid di dunia mempunyai angka cukup tinggi, yaitu 10–60% dari populasi umum. Rentang prevalensi sangat lebar karena dipengaruhi oleh temuan berbasis teknologi dan diagnosis forensik. Dengan pemeriksaan klinis prevalensi nodul tiroid hanya sekitar 10 – 15%. Dengan menggunakan USG prevalensi meningkat menjadi 50%, dan tertinggi dengan otopsi ditemukan nodul pada populasi hingga 60%. Dari 50% prevalensi nodul tiroid tersebut, 90% ditemukan dalam bentuk jinak. Sepuluh persen ditemukan dalam bentuk ganas. Tata kelola tumor jinak tiroid ditentukan oleh jenis tumor atau nodul tiroidnya. Jenis nodul jinak ada 3, yaitu bentuk kistik, campuran dan solid. Tindakan medis nodul jinak beberapa ahli mempunyai berbagai pendapat, bila ukuran kecil cukup dilakukan observasi, bila ukuran sedang dapat dilakukan tindakan invasive minimalis, dan bila sangat besar dapat dilakukan dengan operasi lobektomi parsial dan/ atau total. Bila ditemukan dalam bentuk ganas maka pemilihan terapi dengan tiroid

Posted in Artikel by AdminRSJ
June 22, 2017

Pada saat sesi konsultasi Psikologi di ruang praktek, saya sering kali menjumpai pertanyaan :

  • “ Ibu, apakah saya bisa merubah kepribadian saya lebih baik agar saya berhasil di kuliah nanti ?“
  • “ Pribadi suami saya dapat diubah tidak ya, Bu? Agar lebih care dengan saya dan anak-anak.“
  • “ Apakah anak remaja saya yang “membangkang” ini dapat dirubah, Bu ?”
  • “ Bagaimana ya, Bu, merubah anak batita saya yang pemalu menjadi lebih percaya diri ?”
  • … dan seterusnya.

  Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya sebagian dari pertanyaan yang dilontarkan pada saya sepanjang saya praktik psikologi. Sebenarnya apa sih kepribadian itu ? Seringnya masyarakat awam menyamakan kepribadian itu dengan karakter. Memang kepribadian dan karakter sulit untuk dipisahkan karena keduanya memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lainnya. Perbedaannya adalah karakter merupakan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai tertentu yang melekat pada diri seseorang yang merupakan suatu kebiasaan yang dibawa sejak lahir, sedangkan kepribadian dapat dipelajari. Oleh karenanya karakter seseoranglah yang membentuk kepribadiannya. Secara umum, kepribadian merupakan integrasi dari keseluruhan kecenderungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap, berperilaku dan berbuat sesuai dengan pola perilaku seseorang. Menurut Carol Dweck (20

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 10, 2017

Persaingan antar saudara adalah bagian alami dari proses tumbuh dewasa. Pada tingkatan yang normal, sibling rivalry ini justru merupakan tanda yang sehat bahwa setiap anak mampu mengekspresikan kebutuhan atau keinginannya. Tidak semua keluarga beruntung memiliki hubungan antar saudara yang harmonis. Kadang kita lihat antara kakak dan adik seperti orang asing tak bertegur sapa atau sekedar berbincang ringan, meski tinggal di bawah atap yang sama. Hubungan dengan keluarga, terutama sesama saudara yang biasa dikenal dengan sibling relationship ini, memang tidak serta merta muncul tapi harus diupayakan, dipahamkan dan dikembangkan sejak dini. Meskipun tentu, dalam setiap hubungan, antar saudara kandung sekalipun, akan melewati fase pasang surut. Pertengkaran, jika diterima positif, bisa jadi bumbu yang membuat antar saudara lebih memahami saudara yang lainnya, yang akhirnya akan saling menguatkan dan saling mendukung. Sibling rivalry : Membantu anak-anak Anda bergaul Jika Anda sudah memiliki anak, Anda tahu bahwa menjaga ‘perdamaian’ di rumah bisa jadi hal sulit. Satu menit mereka bercanda, lima menit berikutnya sudah terdengar tangisan meng

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 7, 2017

Anak yang melakukan tindakan bunuh diri, sepuluh kali lebih sering menderita gangguan depresi, dan dalam tindak lanjutnya akan dilakukan lagi 6-8 tahun kemudian (Pfeffer dkk). Ayo kenali lebih dini dan pahami dunia mereka, untuk mencegah depresi berakibat lebih fatal. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dengan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan dan rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri. Sayangnya, data mengenai gangguan depresi pada anak dan remaja sangat kurang. Tahun 2015, didapat data bahwa gangguan afektif episode depresi menduduki tingkat kelima pada sepuluh diagosis terbesar pada kunjungan di Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja (Ikeswar) RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Pada bulan Oktober 2015, didapat data dari satu SMK di Kota Magelang, bahwa dari 734 anak yang mengisi Questioner Child Depresion Inventory (CDI) ada 55 anak (atau 7,49 %) yang cenderung depresi. Menurut hemat kami, angka 7,4 % ini terbilang besar, karena menurut WHO adalah 4 %. Kenali

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 3, 2017

Apakah putra-putri ayah – ibu : Kerap risih dengan label baju dan meminta ayah-ibu untuk mengguntingnya? Menolak untuk masuk ke suatu lingkungan karena tidak menyukai baunya? Atau tidak suka, bahkan menolak untuk sikat gigi? Waktu sekolah dulu, kita dikenalkan dengan istilah panca indera, yang terdiri dari indera penglihatan, indera penciuman, indera pendengaran, dan indera peraba. Namun ternyata, indera yang dimiliki manusia itu ada tujuh. Lima indera diatas mendapat rangsangan dari ekternal, sedangkan dua indera lainnya mendapat rangsangan dari internal. Dua indera yang dimaksud adalah indera vestibular dan indera proprioseptif. Dengan kerjasama antar indera, atau dikenal dengan istilah sensori integrasi, kita bisa memahami apa yang terjadi dilingkungan dan berinteraksi dengan baik. Misalnya, ketika bermain bulu tangkis, anak memerlukan indera propioseptifnya untuk bekerja, memberikan informasi bagaimana posisi tubuhnya berdiri dan posisi tangan yang menggengam raket. Anak juga memerlukan indera perabanya untuk dapat memegang dan menggerakan raket secara tepat. Indera penglihatannya dibutuhkan untuk membantu anak melihat dimana posisi kok. Indera vestibularnya bekerja untuk membantu anak berdiri tegak dan menjaga keseimbangan ketika anak perlu meloncat dan berlari. Sensori integrasi adalah dasar dar

Posted in Artikel by AdminRSJ
February 14, 2017

Beberapa waktu lalu, sosok Awkarin menjadi viral di berbagai media, dan menjadi tren kalangan anak muda. Tapi perilaku Awkarin menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendidik dan orang tua. Apa yang salah dengan Awkarin? Awkarin adalah sosok anak muda yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Ia merasa baik-baik saja, meski belum lama ini gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia lantaran lebih menyibukkan diri bersama pacarnya. Tragisnya ialah Awkarin, yang bernama asli Karin Novilda, merupakan peraih NEM tertinggi ke-3 tingkat SMP di tahun 2013 tingkat Provinsi Kepri. Namun, seseorang bisa saja sangat berubah. Dilihat dari media sosial, gadis ini tidak menunjukkan rasa sedih ketika menghadapi kegagalan tersebut. Ia tetap bergembira bersama sahabat-sahabatnya mengikuti berbagai pesta. Ia justru lebih depresi dan menangis tersedu-sedu ketika diputuskan pacarnya. Bahkan ia mengunduh video cara berpakaian, kata-kata dan perilaku pacaran di luar normatif budaya Indonesia. Bisa jadi itu adalah hal yang wajar bagi Awkarin, karena toh tanpa menempuh pendidikan yang tinggi pun, dan dengan konten apapun yang diunggahnya di media sosial, saat ini ia telah berhasil mendapatkan pendapatan minimal $ 1.200 (sekitar Rp. 15.600.000 per bulan), berkat traffic channel media sosialnya yang terus melonjak. Bukan angka yang sedikit untuk remaja seusianya.

Posted in Artikel by AdminRSJ
December 3, 2016

Menurut Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 1 Ayat 1 tentang Penyandang Cacat Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari :

  1. Penyandang cacat fisik;
  2. Penyandang cacat mental;
  3. Penyandang cacat fisik dan mental;

Menurut WHO :  Sebuah definisi yang memayungi pelemahan, keterbatasan aktivitas, dan halangan dalam berpartisipasi. Pelemahan berarti adanya masalah yang terjadi pada struktur atau fungsi tubuh, keterbatasan aktivitas berarti sebuah kesulitan yang dialami seseorang dalam melakukan tugas atau aksi, sedangkan halangan berpartisipasi berarti sebuah masalah yang dihadapi oleh seseorang dalam menjalani hidupnya. Disabilitas tidak bisa dianggap sekedar masalah kesehatan. Disabilitas adalah fenomena yang kompleks, yang mencerminkan interaksi dari tubuh seseorang dengan masyarakat tempat ia tinggal. Mengatasi kesulitan yang dialami orang yang mengalami disabilitas berarti membutuhkan intervensi yang bisa menghilangkan penghalang dengan lingkungan dan kehidupan sosial yang dihadapi. Orang-orang yang mengalami disabilitas memiliki kebutuhan yang sama atas kesehatan dengan orang yang tidak mengalaminya, – dalam hal imunisa

Posted in Artikel by AdminRSJ
November 14, 2016

A. Apa Itu Diabetes ?? Diabetes (diabetes mellitus) atau sering dikenal dengan kencing manis adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darah, akibat rusaknya sistem tubuh yang bertugas memecahkan makanan (hormon insulin dalam pankreas). Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh yang tak mampu menggunakan insuin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. B. Kadar Gula Darah 1. Seseorang dikatakan menderita diabetes jika : a. Pada pemeriksaan darah dari pembuluh darah halus (kapiler) memiliki kadar gula darah >120 mg/dL (keadaan puasa) dan kadar gula darah >200 mg/dL (pada kondisi 2 jam setelah makan). b. Pada pemeriksaan darah dari pembuluh darah balik (vena) memiliki kadar gula darah >140 mg/dL (keadaan puasa) dan kadar gula darah >200 mg/dL (pada kondisi 2 jam setelah makan). 2. Pada tubuh yang sehat : a. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. b. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah mak

Posted in Artikel by Administrator RSJS
October 10, 2016

Stigma yang berkembang di masyarakat dan penolakan terhadap orang dengan Skizofrenia dan gangguan mental lainnya, justru menjadi penghalang dalam proses pemulihan, integrasi di dalam masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup klien gangguan jiwa. Orang Dengan Gangguan Jiwa yang selanjutnya disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia (UU Kesehatan Jiwa No.18, 2014). Gangguan jiwa dengan jumlah paling banyak yang dialami oleh penduduk di dunia adalah Skizofrenia. Data yang didapatkan dari WHO (2015) menunjukkan jumlah orang yang mengalami skizofrenia di seluruh dunia adalah 7 dari 1000 penduduk di dunia yaitu sekitar 21 juta orang. Sedangkan di Indonesia hasil RISKESDAS, jumlah ODGJ sebesar 1-2 dari 1000 penduduk. Skizofrenia berpengaruh pada kualitas hidup, dan produktifitas pada orang yang mengalaminya. Apabila dikalkulasi, jumlah ODGJ di Indonesia pada usia dewasa, diperkirakan 2,5 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Angka tersebut cukup besar. Terkait dengan produktifitas, apabila rata-rata UMR di Indonesia 1,2 juta, dalam satu tahun dari segi produktifitas berarti mengalami kerugian ekonomis sebesar 3T dalam setahun

Posted in Artikel by Administrator RSJS