Category: Artikel

June 25, 2021

Pandemi COVID-19 yang juga dikenal sebagai pandemic coronavirus, merupakan pandemi global yang berkelanjutan dari penyakit coronavirus 2019, yang disebabkan oleh sindrom akut pernafasan coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO menetapkan Kesehatan Darurat Internasional pada 30 Januari 2020 lalu, dan kemudian dinyatakan sebagai pandemic mulai 11 Maret 2021. Tingkat keparahan gejala COVID-19 dangat bervariasi. Banyak penelitian dilakukan untuk mempelajari keterkaitan penyakit ini dengan kondisi sistemik penderita. Beberapa hasil menunjukkan bahwa COVID-19 banyak berkaitan dengan organ-organ tubuh lain, salah satunya adalah kesehatan gigi dan mulut. Beberapa permasalahan yang timbul terkait dengan Kesehatan gigi dan mulut pada masa pandemi ini antara lain:

  1. Manifestasi dari penyakit COVID-19

Kesehatan gigi dan mulut merupakan sebuah bagian penting dan vital pada kesehatan tubuh secara umum. The American Dental Association (ADA) hingga saat ini masih meneliti keterkaitannya dengan COVID-19. Seperti yang telah dipublikasikan pada beberapa journal, orang dengan covid-19 yang memiliki lesi pada gusi, memiliki resiko yang

Posted in Artikel by AdminRSJ
June 10, 2021

Selain kesehatan Fisik, kesehatan mental anak juga tidak boleh luput dari perhatian. Karena kesehatan mental sangat berpengaruh bagi kehidupan social dan perkembangan emosi. Mari kita simak cara menjaga kesehatan mental anak disini. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) 1 dari 5 anak mengalami gangguan mental. Gangguan mental bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya ADHD, gangguan perilaku, kecemasan, depresi, hingga sindrom Tourette, oleh karena itu gejala yang terjadi juga berbeda-beda. Anak bisa memiliki hubungan yang tidak baik dengan keluarga atau temannya, mengalami penurunan prestasi di Sekolah, mengalami gangguan tidur atau keluhan fisik yang tidak jelas asalnya, berperilaku agresif, merasa terus menerus bersedih dan tertekan, sering menyakiti diri sendiri, atau bahkan berpikiran bunuh diri. Berikut ini merupakan kiat-kiat yang tepat untuk menjaga kesehatan mental anak agar si kecil bisa memiliki kehidupan sosial dan emosional yang baik:

  1. Bangun kepercayaan anak terhadap orang tua.

Kunci utama dalam menjaga kesehatan mental anak adalah dengan membangun kepercayaan anak terhadap orangtua. Hal ini penting dilakukan agar anak

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 25, 2021

  Dalam keseharian anak usia sekolah sampai usia remaja jika kita memperhatikan ada beberapa anak yang memperlihatkan gangguan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Gangguan ini jika tidak ditangani dengan segera akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Prevalensi untuk anak dengan gangguan ADHD di Indonesia sendiri belum ada data yang jelas dan menyatakan berapa persentase anak dengan gangguan ADHD karena masih minimnya penelitian yang dilakukan. Namun berdasarkan acuan DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) – IV, menyebutkan bahwa prevalensi gangguan ADHD ini justru ditemukan pada anak usia sekolah dengan jumlah 3-5%. Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif merupakan gangguan yang umum terjadi pada anak-anak, biasanya muncul dan dapat diamati sebelum usia tujuh (7) tahun. Karakteristik utama yang dapat diamati pada anak ADHD adalah kurangnya kemampuan untuk menangkap atau memfokuskan perhatian, hiperaktif dan pe

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 10, 2021

Teknologi komunikasi kini memberi kemudahan kepada individu untuk mengaksesnya lewat gadget. Gadget adalah elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus seperti berbagi informasi, berita terviral, berkomunikasi, berjualan, dan lainnya. Kini gadget menjadi alat komunikasi yang mudah, cepat, efisien, dan praktis dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bahkan semakin aktivitas penggunaan gadget menjadi semakin menarik karena dilengkapi berbagai fitur-fitur yang menarik dan memudahkan terhubung dengan orang lain di setiap waktu dan tempat seperti fitur yang ada pada Instagram, Twitter, Facebook, Whatsapp, LINE, Telegram, TikTok, hingga game online. Laporan Statista (2020) mencatat, pengguna media sosial di Indonesia pada 2020 paling banyak yakni berusia 25-34 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 20,6% dan 14,8%. Posisi selanjutnya yakni pengguna berusia 18-24 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 16,1% dan 14,2%. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia paling sedikit yakni berusia 55-64 tahun. Kemudian usia 65 tahun ke atas. Bahkan

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 25, 2021

  Pandemi Covid-19 memberikan multiple stres pada kehidupan masyarakat, mulai dari takut tertular COVID-19, kehilangan keluarga akibat Covid-19, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain yang menyebabkan semakin meningkatnya kasus depresi di Indonesia. Gangguan mental depresi dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Meskipun merupakan gangguan mental depresi ini umum terjadi di masyarakat, namun gangguan mental ini tidak bisa serta merta diabaikan karena akan berdampak jangka panjang untuk kesejahteraan kejiwaan seseorang di masa yang akan datang. Berdasarkan data yang dilakukan Survey METER hingga akhir Mei 2020 diperoleh sebanyak 3.533 orang mengisi survey online yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Diperoleh hasil sebanyak 58% responden melaporkan depresi. Adapun rincian data memperlihatkan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan pola kelamin menunjukan perempuan lebih banyak yang mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan yang mengalami depresi sebanyak 61%, s

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 23, 2021

Dalam membentuk keluarga yang bahagia pasangan suami istri pada umumnya mengharapkan kehadiran seorang anak. Orangtua mengharapkan anak lahir dalam keadaan sehat, selamat dan tidak mengalami ganggaun. Pada kenyataannya apa yang diharapkan orangtua tidak sesuai dengan harapan. Orangtua biasanya selalu berharap Allah memberikan mereka anak yang sempurna baik secara fisik maupun psikis serta dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Ketidaksempurnaan fisik dapat terlihat secara langsung, sedangkan ketidaksempurnaan psikis masih sulit dideteksi. Saat ini masih banyak orangtua yang belum paham ketika anaknya memperlihatkan gejala masalah perkembangan sejak usia dini seperti autis. Pada umumnya secara fisik anak autis tampak baik-baik saja,bahkan wajahnya tetap terlihat menggemaskan sama seperti anak lainnya, karena hal ini pula anak dengan autism seringkali disalah mengertikan oleh orang sekitar, bahkan orang tua sendiri terkadang kurang sadar dengan keistimewaan anak mereka, baru menyadari pada saat ketika mengalami kesulitan menangkap informasi terkait kegiatan belajar di sekolah. Ada yang menganggap sebaga

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 20, 2021

Julukan seperti “Si bodoh”, “Pendek”, “Hitam”, “Centil”, dan kalimat pembanding seperti “Si A aja bisa, kok kamu enggak?”, “Kamu harus lebih baik daripada si B”—adalah contoh-contoh kalimat yang bukan baru pertama kali didengar, bahkan justru sering diucapkan. Dalam konteks kehidupan keluarga, apakah kalimat-kalimat ini sering terdengar di rumah? sebagai orang tua pernahkah Anda mengucapkannya? Tahukah Anda bahwa hal tersebut termasuk dalam kategori kekerasan? Kekerasan menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak Pasal 1 Ayat 15a, adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Surbakti (2012) membedakan kekerasan menjadi dua yakni kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Kekerasan verbal merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan dengan tidak menyentuk fisik, melainkan menggunakan kata-kata kasar. Misalnya, memfitnah, mengancam, menakutkan, menghina, a

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 16, 2021

Otak merupakan salah satu sistem terpenting yang berada di dalam tubuh manusia, yang terletak di kepala. Otak berfungsi sebagai pusat pengiriman pesan dari semua unit organ tubuh agar bisa saling berinteraksi dan bekerja sama dengan baik. Otak juga berfungsi untuk mengatur berbagai macam pergerakan yang akan dilakukan seseorang dan berfungsi sebagai berkumpulnya jutaan saraf untuk membentuk jaringan sistem di dalam tubuh manusia. Apabila terjadi kerusakan pada otak, tentunya akan berdampak sangat buruk bagi manusia itu sendiri, seperti stroke, lupa ingatan, berkurangnya kecerdasan, bahkan kematian. Berikut adalah enam hal yang bisa menyebabkan rusaknya otak, yang wajib kamu ketahui agar bisa menjaga kesehatan otak menjadi lebih baik.   1. Jarang Berinteraksi Pada dasarnnya manusia adalah makhluk sosial, yang berarti untuk menjalani hidup pastinya setiap orang akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama, baik itu dengan keluarga, teman, maupun sahabat. Namun, apabila kamu kurang berinteraksi dengan sesama, hal ini akan memicu rendahnya rangsangan otak untuk m

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 16, 2021

Penuaan adalah salah satu peristiwa alami yang akan dialami oleh seluruh orang. Namun bila penuaan terjadi lebih cepat dan tidak sesuai dengan berjalannya usia, maka kamu harus waspada. Oleh karena itu kamu harus mengetahui beberapa faktor yang mampu mebuat proses penuaan dini terjadi begitu cepat, sehingga kamu bisa mencegah hal tersebut terjadi.

  1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Marah adalah suatu hal yang normal bagi manusia, namun apabila kamu sering marah berlebih dan terus menerus dapat membentuk garis-garis halus dan kerutan yang dapat terbentuk menjadi permanen. Hal ini terjadi ketika kita mengekspresikan emosi marah, sedih, dan cemberut yang terus menerus maka akan membuat memori otot wajah merekamnya dan akan menyebabkan terjadinya kerutan-kerutan di wajah. Berbeda halnya bila kita selalu bahagia dan tersenyum, maka otot-otot wajah akan menjadi rileks. Sehingga semakin kamu merasa bahagia, maka wajah kamu akan terlihat semakin muda dan bahkan bisa mengurangi risiko terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan bahkan nyeri pada tulang dan se

Posted in Artikel by AdminRSJ
February 15, 2021

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Hal Ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian. Tekanan darah sendiri adalah proses kekuatan jantung untuk memompa darah dan kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh manusia. Tekanan ini bergantung pada ketahanan pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Untuk mengetahui mengalami tekanan darah tinggi atau tidak satu-satunya cara adalah dengan melalui tes tekanan darah. Bila tekanan darah kamu berada di bawah 120/80 mmHg, maka kamu memiliki tekanan darah yang normal, tetapi bila tekanan darah kamu mencapai 140/90 mmHg atau lebih, maka kamu sudah termasuk menderita hipertensi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama timbulnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan aneurisma. Menjaga tekanan darah tetap terkontrol sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kondisi berbahaya ini. Berikut adalah penjelasan pengobatan yang tepat untuk penderita hiperten

Posted in Artikel by Administrator RSJS