Category: Artikel

April 7, 2017

Anak yang melakukan tindakan bunuh diri, sepuluh kali lebih sering menderita gangguan depresi, dan dalam tindak lanjutnya akan dilakukan lagi 6-8 tahun kemudian (Pfeffer dkk). Ayo kenali lebih dini dan pahami dunia mereka, untuk mencegah depresi berakibat lebih fatal. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dengan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan dan rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri. Sayangnya, data mengenai gangguan depresi pada anak dan remaja sangat kurang. Tahun 2015, didapat data bahwa gangguan afektif episode depresi menduduki tingkat kelima pada sepuluh diagosis terbesar pada kunjungan di Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja (Ikeswar) RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Pada bulan Oktober 2015, didapat data dari satu SMK di Kota Magelang, bahwa dari 734 anak yang mengisi Questioner Child Depresion Inventory (CDI) ada 55 anak (atau 7,49 %) yang cenderung depresi. Menurut hemat kami, angka 7,4 % ini terbilang besar, karena menurut WHO adalah 4 %. Kenali

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 3, 2017

Apakah putra-putri ayah – ibu : Kerap risih dengan label baju dan meminta ayah-ibu untuk mengguntingnya? Menolak untuk masuk ke suatu lingkungan karena tidak menyukai baunya? Atau tidak suka, bahkan menolak untuk sikat gigi? Waktu sekolah dulu, kita dikenalkan dengan istilah panca indera, yang terdiri dari indera penglihatan, indera penciuman, indera pendengaran, dan indera peraba. Namun ternyata, indera yang dimiliki manusia itu ada tujuh. Lima indera diatas mendapat rangsangan dari ekternal, sedangkan dua indera lainnya mendapat rangsangan dari internal. Dua indera yang dimaksud adalah indera vestibular dan indera proprioseptif. Dengan kerjasama antar indera, atau dikenal dengan istilah sensori integrasi, kita bisa memahami apa yang terjadi dilingkungan dan berinteraksi dengan baik. Misalnya, ketika bermain bulu tangkis, anak memerlukan indera propioseptifnya untuk bekerja, memberikan informasi bagaimana posisi tubuhnya berdiri dan posisi tangan yang menggengam raket. Anak juga memerlukan indera perabanya untuk dapat memegang dan menggerakan raket secara tepat. Indera penglihatannya dibutuhkan untuk membantu anak melihat dimana posisi kok. Indera vestibularnya bekerja untuk membantu anak berdiri tegak dan menjaga keseimbangan ketika anak perlu meloncat dan berlari. Sensori integrasi adalah dasar dar

Posted in Artikel by AdminRSJ
February 14, 2017

Beberapa waktu lalu, sosok Awkarin menjadi viral di berbagai media, dan menjadi tren kalangan anak muda. Tapi perilaku Awkarin menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendidik dan orang tua. Apa yang salah dengan Awkarin? Awkarin adalah sosok anak muda yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Ia merasa baik-baik saja, meski belum lama ini gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia lantaran lebih menyibukkan diri bersama pacarnya. Tragisnya ialah Awkarin, yang bernama asli Karin Novilda, merupakan peraih NEM tertinggi ke-3 tingkat SMP di tahun 2013 tingkat Provinsi Kepri. Namun, seseorang bisa saja sangat berubah. Dilihat dari media sosial, gadis ini tidak menunjukkan rasa sedih ketika menghadapi kegagalan tersebut. Ia tetap bergembira bersama sahabat-sahabatnya mengikuti berbagai pesta. Ia justru lebih depresi dan menangis tersedu-sedu ketika diputuskan pacarnya. Bahkan ia mengunduh video cara berpakaian, kata-kata dan perilaku pacaran di luar normatif budaya Indonesia. Bisa jadi itu adalah hal yang wajar bagi Awkarin, karena toh tanpa menempuh pendidikan yang tinggi pun, dan dengan konten apapun yang diunggahnya di media sosial, saat ini ia telah berhasil mendapatkan pendapatan minimal $ 1.200 (sekitar Rp. 15.600.000 per bulan), berkat traffic channel media sosialnya yang terus melonjak. Bukan angka yang sedikit untuk remaja seusianya.

Posted in Artikel by AdminRSJ
December 3, 2016

Menurut Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 1 Ayat 1 tentang Penyandang Cacat Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari :

  1. Penyandang cacat fisik;
  2. Penyandang cacat mental;
  3. Penyandang cacat fisik dan mental;

Menurut WHO :  Sebuah definisi yang memayungi pelemahan, keterbatasan aktivitas, dan halangan dalam berpartisipasi. Pelemahan berarti adanya masalah yang terjadi pada struktur atau fungsi tubuh, keterbatasan aktivitas berarti sebuah kesulitan yang dialami seseorang dalam melakukan tugas atau aksi, sedangkan halangan berpartisipasi berarti sebuah masalah yang dihadapi oleh seseorang dalam menjalani hidupnya. Disabilitas tidak bisa dianggap sekedar masalah kesehatan. Disabilitas adalah fenomena yang kompleks, yang mencerminkan interaksi dari tubuh seseorang dengan masyarakat tempat ia tinggal. Mengatasi kesulitan yang dialami orang yang mengalami disabilitas berarti membutuhkan intervensi yang bisa menghilangkan penghalang dengan lingkungan dan kehidupan sosial yang dihadapi. Orang-orang yang mengalami disabilitas memiliki kebutuhan yang sama atas kesehatan dengan orang yang tidak mengalaminya, – dalam hal imunisa

Posted in Artikel by AdminRSJ
November 14, 2016

A. Apa Itu Diabetes ?? Diabetes (diabetes mellitus) atau sering dikenal dengan kencing manis adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darah, akibat rusaknya sistem tubuh yang bertugas memecahkan makanan (hormon insulin dalam pankreas). Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh yang tak mampu menggunakan insuin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. B. Kadar Gula Darah 1. Seseorang dikatakan menderita diabetes jika : a. Pada pemeriksaan darah dari pembuluh darah halus (kapiler) memiliki kadar gula darah >120 mg/dL (keadaan puasa) dan kadar gula darah >200 mg/dL (pada kondisi 2 jam setelah makan). b. Pada pemeriksaan darah dari pembuluh darah balik (vena) memiliki kadar gula darah >140 mg/dL (keadaan puasa) dan kadar gula darah >200 mg/dL (pada kondisi 2 jam setelah makan). 2. Pada tubuh yang sehat : a. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. b. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah mak

Posted in Artikel by Administrator RSJS
October 10, 2016

Stigma yang berkembang di masyarakat dan penolakan terhadap orang dengan Skizofrenia dan gangguan mental lainnya, justru menjadi penghalang dalam proses pemulihan, integrasi di dalam masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup klien gangguan jiwa. Orang Dengan Gangguan Jiwa yang selanjutnya disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia (UU Kesehatan Jiwa No.18, 2014). Gangguan jiwa dengan jumlah paling banyak yang dialami oleh penduduk di dunia adalah Skizofrenia. Data yang didapatkan dari WHO (2015) menunjukkan jumlah orang yang mengalami skizofrenia di seluruh dunia adalah 7 dari 1000 penduduk di dunia yaitu sekitar 21 juta orang. Sedangkan di Indonesia hasil RISKESDAS, jumlah ODGJ sebesar 1-2 dari 1000 penduduk. Skizofrenia berpengaruh pada kualitas hidup, dan produktifitas pada orang yang mengalaminya. Apabila dikalkulasi, jumlah ODGJ di Indonesia pada usia dewasa, diperkirakan 2,5 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Angka tersebut cukup besar. Terkait dengan produktifitas, apabila rata-rata UMR di Indonesia 1,2 juta, dalam satu tahun dari segi produktifitas berarti mengalami kerugian ekonomis sebesar 3T dalam setahun

Posted in Artikel by Administrator RSJS
September 12, 2016

Setiap hari lebih dari 90% materi yang masuk tubuh kita melalui mulut, tak heran jika kita perlu menjaga kebersihan mulut. Menjaga kebersihan mulut melibatkan banyak hal yang dilakukan secara rutin setiap hari, diantaranya adalah menyikat gigi, berkumur dan menggunakan pembersih mulut (mouthwash). Mulut adalah gerbang menuju tubuh bagian dalam yang lain. Oleh karena itu, kesehatan mulut dapat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Oral Hygiene (kebersihan mulut) adalah upaya melaksanakan kebersihan rongga mulut, lidah dari semua kotoran/sisa makanan. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk tidak hanya menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi dan radang gusi, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, stroke dan masalah kesehatan lainnya. Organ dalam mulut yang harus diperhatikan adalah :

  • Gigi yang sehat adalah jalan untuk mendapatkan pencernaan yang sehat, sebab ketika gigi sehat maka makanan yang dikonsumsi akan dilumat dengan baik yang membuat sisitem percernaan bekerja dengan baik.
  • Gusi memiliki peranan penting, salah satunya adalah sebagai tempat tumbuhnya gigi. Gusi merupakan proteksi dan gusi yang sehat akan melekat dengan baik pada gigi yang terhubung oleh lapisan penyangga.
  • Lidah berperan sebagai indra pencecap dan pendeteksi rasa makanan. Bakteri di dalam mulut berlabuh di permukaan lidah. Oleh karena itu, lidah perlu diberi pera

Posted in Artikel by Administrator RSJS
August 29, 2016

Semakin berkembang dan masifnya aliran sesat atau paham menyimpang di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian serius. Penciptaan bonding (kedekatan) dan edukasi melalui komunikasi efektif antar anggota keluarga, penting untuk membentengi keluarga dari infiltrasi paham negatif tersebut. Maraknya pemberitaan adanya aliran yang menyesatkan yang diduga sebagai dalang hilangnya beberapa warga bahkan sekelompok keluarga menjadi kewaspadaan tersendiri bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Yang terbaru adalah Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang mempengaruhi sekelompok orang bahkan sekelompok keluarga, padahal sebelumnya kasus kelompok Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS) dan Negara Islam Islamiyah (NII) memiliki modus yang hampir sama juga membuat keresahan yang sama dimasyarakat kita. Kok bisa ya mereka menjadi orang yang berbeda 360 derajat dari kehidupannya terdahulu? Masyarakat awam sering menyebut mereka mengalami cuci otak (brainwash) yang dalam fenomena psikologis disebut indoktrinasi intensif, yang merupakan salah satu bentuk pengaruh sosial. Baron dan Byrne menjelaskan, indoktrinasi intensif sebagai proses yang dilewati individu untuk menjadi bagian dari kelompok ekstrem dan menerima belief (kepercayaan) dan aturan dari kelompok tanpa bertanya-tanya serta berkomitmen tinggi. Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada orang dewasa

August 19, 2016

Jika suatu keadaan ditemukan korban dengan penilaian dini mengalami henti jantung, henti nafas atau bernafas tapi lemah, maka kita harus segera melakukan tindakan yang dinamakan dengan istilah Bantuan Hidup Dasar (BHD). Berikut langkah-langkah bagaimana kita melakukan BHD : AMANimages (5) Pastikan kondisi aman bagi penolong maupun korban. BHD dilakukan pada permukaan yang keras dan rata. Bila korban masih dalam lingkungan yang berbahaya, maka korban harus kita keluarkan dulu dari situasi berbahaya tersebut, dan bila korban karena tersengat aliran listrik, maka pastikan sumber arus listrik telah dimatikan terlebih dahulu. CEK RESPON cover-rjpCek respon korban, sadar atau tidak. Bisa dengan cara menepuk dan memanggil korban secara keras, misalnya “Pak..pak..!!” serta merangsang dengan cubitan di bahu korban. J

Posted in Artikel by Administrator RSJS
July 23, 2016

Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 28b ayat 2 menyatakan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak.

Atas dasar pertimbangan untuk melindungi anak dalam segala aspek maka dibentuk peraturan yang mengatur mengenai perlindungan anak yaitu UU No. 23 Tahun 2002. Dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU tentang Perlindungan Anak) anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berdasarkan UU tentang Perlindungan Anak maka semua pihak baik pemerintah, orang tua, keluarga maupun masyarakat wajib memberikan perlindungan kepada anak dari segala tindakan yang akan merugikan anak.

Meskipun sudah ada peraturan yang memberikan jaminan untuk melindungi anak, namun fakta membuktikan bahwa peraturan tersebut belum dapat melindungi anak dari tindakan kekerasan. Hal ini dapat kita liha

Posted in Artikel by Administrator RSJS