Category: Artikel

August 6, 2020

“Saya teringat pada seorang wanita sepuh di lorong koridor, duduk bersama beberapa kucing. Dia sangat sedikit bicara. Dia nampak asyik berbagi sisa makanan dengan kucing – kucingnya. Memandangi mereka. Mendengarkan riuh suaranya. Membelainya. Ketika dirasa cukup, dia beranjak lalu memulai mengepel lantai. Ini berlangsung hampir setiap hari, sepanjang yang pernah saya lihat.” Kesan yang didapat dari cerita di atas, dinamakan pengalaman sensori. Pengalaman sensori adalah peristiwa sehari – hari yang dialami oleh setiap individu berkaitan dengan penggunaan fungsi sensori, atau fungsi indera. Dari pengalaman sensori tersebut, seseorang kemudian membentuk persepsi atau kesan. Dalam hal ini, persepsi adalah peristiwa individual yang sangat mungkin akan berbeda antara individu satu dengan yang lain. Begitupun pada lansia, contoh di atas melibatkan aktivitas sensori (taktil, audio, visual) yang mungkin cukup bermakna secara psikologis. Lansia dapat merasakan kenyamanan atau ketenangan, atau mungkin me-recall ingatan lama yang membahagiakan, dengan stimulus dari aktivitas sensori. Sensory modulation atau sensori modulasi adalah bagian dari kondisi manusia dan merupakan proses berkelanjutan yang sering kita perhatikan. Miller, Reisman, McIntosh & Simon (2001) mengacu pada sensori modulasi sebagai kemampuan untuk mengatur derajat, intensitas dan sifat tanggapan terhadap input sensoris

Posted in Artikel by AdminRSJ
July 22, 2020

Karakter didefinisikan secara berbeda oleh berbagai pihak. Sebagian menyebut karakter sebagai penilaian subjektif terhadap kualitas moral dan mental. Karakter mengacu pada serangkaian sikap, perilaku dan keterampilan. Begitu besar pengaruh karakter terhadap kehidupan seseorang sehingga pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kenapa di 1000 hari pertama? Karena pada masa ini merupakan masa sebagai pondasi utama di kehidupan manusia yang dapat dipengaruhi oleh pola pengasuhan di 1000 hari pertama. Dimuali sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). 1000 hari pertama kelahiran ini merupakan periode penting dalam pertumbuhan (penambahan BB, tinggi badan serta lingkar kepala) dan perkembangan anak (motorik kasar, halus, sosial emosional, interaksi sosial, serta kognitif). Pada periode ini perkembangan otak, pertumbuhan secara fisik dan mental terjadi begitu cepat. Oleh karena hal tersebut, butuh peranan keluarga (lingkungan sekitar anak) dalam memberikan pengasuhan yang tepat sehingga nantinya anak dapat mempunyai karakter yang baik. Peranan penting keluarga dalam membentuk karakter anak, diantaranya:

Posted in Artikel by AdminRSJ
June 5, 2020

Saat ini dunia tengah dilanda wabah yang disebabkan oleh virus yaitu virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19. Covid-19 sangat mencemaskan semua manusia di muka bumi ini karena kematian yang disebakannya. Di tengah merebaknya wabah covid-19, tidak menutup kemungkinan akan menjangkit semua orang tak terkucuali diri kita sendiri. Dengan semakin meningkatnya penderita covid-19 menurut data pasien yang positive covid-19 sebanyak 13.221 orang, dimana yang sembuh 1391 orang, dan yang meninggal sebanyak 784 orang. Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari data sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, menjadi tugas yang paling penting bagi kita yaitu untuk tidak menjadi penyebab menyebarnya penyakit covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mentaati berbagi petunjuk yang telah di berikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, yaitu :

  1. Menjaga jarak
  2. Dirumah saja, jika ada kepentingan mendesak keluar rumah, harus menggunkan masker
  3. Selalu cuci tangan
  4. Menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan
  5. Tidur yang cukup

Menjaga sistem imunitas tubuh kita juga tidak kalah penting untuk diperhati

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 18, 2020

Kondisi pandemi saat ini yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian kapan akan berakhirnya dapat menimbulkan stres psikologis pada banyak orang termasuk orang yang masuk dalam kelompok rentan. Orang yang termasuk dalam kelompok rentan terinfeksi COVID-19 yang membutuhkan perhatian khusus yaitu : lansia, penyakit kronik (komorbid : penyakit paru dan penyakit pernafasan lainnya, jantung, hipertensi, ginjal, diabetes, autoimun, kanker), anak dan ibu hamil, disabilitas fisik, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi stres berlebihan dalam menghadapi pandemi saat ini bisa memicu terjadinya berbagai gangguan psikopatologi seperti gangguan cemas, depresi, stres paska trauma, ataupun gangguan psikotik pada kelompok rentan. Tulisan ini akan khusus membahas kelompok ODGJ yang sangat rentan kambuh ketika menghadapi stresor tertentu. Pandemi COVID-19 merupakan tambahan stresor bagi ODGJ yang memungkinkan ODGJ yang telah pulih berisiko kambuh. Untuk itu perlu dilakukan beberapa dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada ODGJ. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa upaya, baik oleh ODGJ sendiri maupun oleh keluarga atau caregiver untuk mencegah kekambuhan ODGJ, di antaranya:

  1. Mengenali dan menyadari gejala awal kambuhnya gangguan jiwa seperti : sulit minum obat, sulit tidur, menyendiri, gelisah, tidak nafsu makan, mudah tersing

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 8, 2020

Menjadi orang tua tentu tidaklah semudah yang dibayangkan. Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup bersama anak. Bahkan ketika kita telah menjadi seorang nenek/kakek pun, kita akan terus belajar menjadi orang tua yang baik untuk mendukung pengasuhan yang efektif bagi cucu-cucu kita. Ketika belakangan ini nilai-nilai luhur kemanusiaan kita rasakan mulai luntur dari sendi-sendiri kehidupan, maka sepatutnya kita kembali menilik proses pengajaran nilai-nilai luhur kemanusiaan yang tentu berasal dari guru pertama kita, yaitu orang tua. Di samping faktor lain seperti lingkungan luar, sejatinya perilaku orang tua mereka adalah guru dan model terbaik yang akan selalu menjadi panutan baik atau buruknya perilaku anak. Suatu hari dalam tugas sebagai seorang psikiater, saya berjumpa seorang Ibu yang mengeluhkan anaknya yang terbiasa memukul dan menendang ketika keinginannya tidak terpenuhi. Ketika hendak diperiksa terlihatlah seorang anak yang begitu polos, ketakutan dan memeluk kuat si ibu dengan manja. Sang Ibu sambil menangis menceritakan kondisi rumah tangganya yang penuh dengan kekerasan yang didapatkan dari suami-suaminya. Ibu tersebut telah menikah 2 kali. Kekerasan tidak hanya dari suami pertama, tapi suami yang sekarang pun tidak jauh berbeda perlakuannya. Istilah anak jaman NOW: 11-12. Tidak kuat mengalami itu semua, si Ibu pun berulang kali timbul keinginan untuk me

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 27, 2020

Saat ini orang tua dan guru mungkin mendapatkan tantangan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan informasi tentang wabah virus Corona (COVID-19) kepada anak. Membicarakan hal ini mungkin merupakan sebuah diskusi yang rumit bagi anak-anak, namun membahas topik ini bersama anak-anak sangatlah penting dan wajib dilakukan demi menjaga keselamatan mereka. Sebenarnya tidak ada cara yang dianggap “BENAR” ataupun “SALAH” untuk menyampaikan informasi kondisi darurat kesehatan masyarakat ini kepada anak-anak. Berikut ini beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi orang tua atau guru untuk menyampaikan informasi tersebut, di antaranya:

  1. Ciptakan lingkungan yang terbuka dan suportif, sehingga anak tahu bahwa mereka bisa bertanya kapanpun mereka butuhkan. Pada saat yang sama, sebaiknya tidak memaksa anak untuk membicarakan hal-hal tersebut sampai mereka sendiri siap untuk membicarakannya.
  2. Jawablah semua pertanyaan anak secara jujur. Anak-anak biasanya akan tahu atau pada akhirnya mereka akan mencari tahu jika Anda “mengada-ada”. Ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mempercayai

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 7, 2020

Yuk #DiRumahAja, hastag tersebut gencar sekali disuarakan untuk memutus rantai penyebaran coronavirus. Tapi, di rumah ngapain saja? Gimana tetap bugar meski tetap di rumah? Berikut ada beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan selama dirumah saja dan tidak memerlukan alat-alat khusus :

  1. Jalan-Jalan

Jalan-jalan tidak melulu harus ke luar rumah, lakukan jalan-jalan Anda di koridor, dari ruangan ke ruangan dan dapat juga naik turun tangga di rumah.

  1. Jumping Jack

Cukup berdiri kemudian melompatlah sebanyak yang kamu mampu dengan kedua tangan ke atas kepala dan kedua kaki terbuka.

  1. Push Up

Gerakan simpel push up dapat dilakukan di rumah tanpa mengggunakan alat bantu. Gerakan ini mampu menguatkan dan mengencangkan otot dada, perut, dan lengan Anda.

  1. Sit Up

Gerakan sederhana dari sit up bila dilakukan dengan rutin akan dapat mengencangkan otot perut Anda

  1. Aerobik dan Zumba

Olahraga ini memang menyenangkan ketika dilakukan beramai-ramai namun, di saat seperti ini tidak ada salahnya jika Anda melakukan aerobik dan zum

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 18, 2020

Cara kita berkomunikasi tentang Covid-19 sangat penting dalam mendukung tindakan efektif untuk mengurangi rasa takut dan stigma penyakit baru ini. Saat ini penyebaran informasi yang salah (#HOAX) dan rumor telah menyebar lebih cepat daripada pandemi Coronavirus (Covid-19) itu sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan efek negatif termasuk stigmatisasi dan diskriminasi orang-orang dari daerah yang terdampak, serta tindakan berlebihan untuk mengamankan diri (#menimbun pangan, masker, dan hand sanitizer) yang sesungguhnya lebih didasari kepanikan akan dampak penyakit ini. Padahal kita sangat membutuhkan solidaritas bersama dan informasi yang jelas untuk mendukung penghentian penyakit baru ini. Faktanya pula dengan bersikap tenang, maka kita akan sangat membantu dalam upaya menghentikan penyebaran Coronavirus (Covid-19) dan dapat mencegah dampak negatif lainnya (#chaos massal, paranoid, kerusuhan sosial). Stigma sosial terbukti tidak dapat meningkatkan kemampuan masyarakat modern untuk bertahan dari penyakit menular, tetapi pada kenyataannya hal tersebut malah menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan dalam melindungi kesehatan masyarakat akibat penyakit menular baru (Smith & Hughes, 2014). Bukti yang ada jelas menunjukkan bahwa stigma dan ketakutan terhadap beberapa penyakit menular justru menghambat respon yang efektif dan memperumit penanganan kasu

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 17, 2020

Kemajuan teknologi memberikan dampak perubahan terhadap orang-tua dalam komunikasi dengan anak-anak, berinteraksi serta cara pola asuh atau mendidik anak-anak dalam keseharian. Teknologi atau perkembangan jaman tidak dapat dibendung pengaruhnya. Menyerahkan anak sepenuhnya pada konten multimedia juga bukan hal yang bijak tanpa pendampingan yang baik dan terstruktur sehingga anak tetap dapat mengembangkan keterampilan mengelola diri sendiri dan merespon tantangan- tantangan di kehidupannya. Dampak negatif yang akan mungkin dirasakan, sebagai berikut:

  1. Kurangnya daya juang anak, karena terbiasa instan dan cepat
  2. Ketidakmampuan mengambil keputusan
  3. Ketidakmampuan bertanggung jawab
  4. Lemahnya karakter
  5. Ketidakmampuan membangun impian
  6. Ketidakmampuan mengenal diri sendiri
  7. Ketidakpedulian terhadap orang lain
  8. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku

Hal tersebut yang menjadi perhatian utama dan menjadi tantangan dalam menerapkan pola asuh dengan mempertahankan nilai-nilai dasar pengasuhan anak. Terlepas dari beberapa hal diatas yang menjadi perhatian, terdapat

Posted in Artikel by AdminRSJ
March 13, 2020

Kitolod merupakan salah satu tanaman yang mudah didapatkan, biasanya tumbuh liar ditempat yang lembab seperti di pekarangan rumah, tepi selokan, sawah bahkan dipinggir jalanan. Dalam kehidupan masyarakat khususnya di pedesaan, kitolod dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit sehingga sering digunakan sebagai obat alternatif seperti obat mata, obat sakit gigi. pengganti obat merah (antibiotik luka), dan lain-lain.

  1. Obat Mata

Menurut beberapa peneliti pengobat herbal seperti Burkill (1935), Allen (1943), air yang diperoleh dari bagian tanaman kitolod bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati iritasi mata. Berdasar penelitian dari Siregar (2012) kandungan dari ekstrak daun kitolod adalah Alkaloid, Flavonoid, dan Saponin. Sedangkan kandungan dari bunga kitolod adalah Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan tanin. Alkaloid adalah zat yang mempunyai kecendrungan menghambat laju pertumbuhan bakteri. Flavonoid berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. Saponin adalah zat yang dapat meningkatkan permeabilitas (kemampuan untuk meloloskan sejumlah partikel) membran sehingga terjadi hemolisis (pecah) sel. Dan

Posted in Artikel by AdminRSJ