Category: Artikel

November 10, 2020

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau dikenal juga dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah salah satu masalah psikiatri utama yang sering ditemukan pada anak. Gangguan ini dapat dijumpai dalam kehidupan sehari – hari, baik pada anak usia prasekolah, remaja, bahkan dewasa. Penelitian mengenai prevalensi GPPH di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga sampai saat ini belum didapatkan angka pasti mengenai kejadian GPPH di Indonesia. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Saputro (2009) pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta didapatkan angka prevalensi sekitar 26,2% mengalami GPPH, dengan prevalensi yang berbeda antara anak laki-laki (35,2%) dan anak perempuan (18,3%). Penelitian lain di Padang menunjukkan bahwa prevalensi GPPH sebesar 8%, dengan perbandingan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan sebesar 2 : 1 (Dita et al., 2014). Anak dan remaja dengan GPPH menunjukkan gejala utama berupa: aktivitas yang berlebihan (hiperaktifitas), , tidak dapat memusatkan perhatian (inatensi), dan impulsif. Alasan dari mayoritas orang tua membawa anaknya berkonsultasi ke psikiater aka

Posted in Artikel by AdminRSJ
October 10, 2020

Menjadi remaja merupakan situasi yang sulit bagi beberapa orang, dan penyakit virus corona (COVID-19) yang mewabah saat ini telah membuatnya menjadi semakin sulit. Dengan adanya penutupan sekolah (school from home) dan berbagai acara yang dibatalkan, banyak remaja akhirnya harus kehilangan beberapa momen penting dalam kehidupan mudanya, di antaranya mengobrol dengan teman dan belajar bersama di kelas. Banyak remaja yang tidak siap menghadapi perubahan hidup demikian yang mungkin merasa cemas, sedih, marah, terisolasi dan kecewa. Berikut ini strategi perlindungan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental remaja: 1. Ketahuilah bahwa kecemasan di masa pandemi ini merupakan hal yang wajar Jika penutupan sekolah dan berita utama tentang COVID-19 membuat remaja merasa cemas, maka hal itu memang sewajarnya harus mereka rasakan. Para ahli kesehatan jiwa telah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bertugas mengingatkan seseorang ak

Posted in Artikel by AdminRSJ
September 10, 2020

Beberapa bulan belakangan, kesibukan Ika bertambah. Ia harus mendampingi Sisil, anak semata wayangnya, belajar daring. Bahkan tak jarang, ia juga diminta membantu tetangga, atau orangtua murid yang lain untuk mengaplikasikan pembelajaran daring. Meskipun aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran juga tergolong umum, seperti Whatsapp, word, dan pdf, namun masih ada orangtua siswa yang tak paham cara mengoperasikannya. Sisil bersekolah di sekolah negeri dekat rumah. Di lingkungan sekitarnya, masih ada beberapa orangtua siswa (juga siswa) yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini sehingga merasa kebingungan. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran bersama, melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, diberi pertanyaan satu persatu, hingga mengabsen melalui VoiceNote di WhatsApp. Materimaterinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit. Meski begitu, metode ini masih banyak dikeluhkan karena siswa merasa materinya kurang jelas, dan orangtua juga tidak paham. Bisa dibayangkan bukan, kebingungan seorang ibu rumah tangga yang biasanya menakar bumbu-bumbu di dapur, tiba-tiba harus menjelaskan kepada anaknya bagaimana cara menghitung volume jajaran genjang?

Posted in Artikel by AdminRSJ
August 6, 2020

“Saya teringat pada seorang wanita sepuh di lorong koridor, duduk bersama beberapa kucing. Dia sangat sedikit bicara. Dia nampak asyik berbagi sisa makanan dengan kucing – kucingnya. Memandangi mereka. Mendengarkan riuh suaranya. Membelainya. Ketika dirasa cukup, dia beranjak lalu memulai mengepel lantai. Ini berlangsung hampir setiap hari, sepanjang yang pernah saya lihat.” Kesan yang didapat dari cerita di atas, dinamakan pengalaman sensori. Pengalaman sensori adalah peristiwa sehari – hari yang dialami oleh setiap individu berkaitan dengan penggunaan fungsi sensori, atau fungsi indera. Dari pengalaman sensori tersebut, seseorang kemudian membentuk persepsi atau kesan. Dalam hal ini, persepsi adalah peristiwa individual yang sangat mungkin akan berbeda antara individu satu dengan yang lain. Begitupun pada lansia, contoh di atas melibatkan aktivitas sensori (taktil, audio, visual) yang mungkin cukup bermakna secara psikologis. Lansia dapat merasakan kenyamanan atau ketenangan, atau mungkin me-recall ingatan lama yang membahagiakan, dengan stimulus dari aktivitas sensori. Sensory modulation atau sensori modulasi adalah bagian dari kondisi manusia dan merupakan proses berkelanjutan yang sering kita perhatikan. Miller, Reisman, McIntosh & Simon (2001) mengacu pada sensori modulasi sebagai kemampuan untuk mengatur derajat, intensitas dan sifat tanggapan terhadap input sensoris

Posted in Artikel by AdminRSJ
July 22, 2020

Karakter didefinisikan secara berbeda oleh berbagai pihak. Sebagian menyebut karakter sebagai penilaian subjektif terhadap kualitas moral dan mental. Karakter mengacu pada serangkaian sikap, perilaku dan keterampilan. Begitu besar pengaruh karakter terhadap kehidupan seseorang sehingga pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kenapa di 1000 hari pertama? Karena pada masa ini merupakan masa sebagai pondasi utama di kehidupan manusia yang dapat dipengaruhi oleh pola pengasuhan di 1000 hari pertama. Dimuali sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). 1000 hari pertama kelahiran ini merupakan periode penting dalam pertumbuhan (penambahan BB, tinggi badan serta lingkar kepala) dan perkembangan anak (motorik kasar, halus, sosial emosional, interaksi sosial, serta kognitif). Pada periode ini perkembangan otak, pertumbuhan secara fisik dan mental terjadi begitu cepat. Oleh karena hal tersebut, butuh peranan keluarga (lingkungan sekitar anak) dalam memberikan pengasuhan yang tepat sehingga nantinya anak dapat mempunyai karakter yang baik. Peranan penting keluarga dalam membentuk karakter anak, diantaranya:

Posted in Artikel by AdminRSJ
June 5, 2020

Saat ini dunia tengah dilanda wabah yang disebabkan oleh virus yaitu virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19. Covid-19 sangat mencemaskan semua manusia di muka bumi ini karena kematian yang disebakannya. Di tengah merebaknya wabah covid-19, tidak menutup kemungkinan akan menjangkit semua orang tak terkucuali diri kita sendiri. Dengan semakin meningkatnya penderita covid-19 menurut data pasien yang positive covid-19 sebanyak 13.221 orang, dimana yang sembuh 1391 orang, dan yang meninggal sebanyak 784 orang. Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari data sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, menjadi tugas yang paling penting bagi kita yaitu untuk tidak menjadi penyebab menyebarnya penyakit covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mentaati berbagi petunjuk yang telah di berikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, yaitu :

  1. Menjaga jarak
  2. Dirumah saja, jika ada kepentingan mendesak keluar rumah, harus menggunkan masker
  3. Selalu cuci tangan
  4. Menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan
  5. Tidur yang cukup

Menjaga sistem imunitas tubuh kita juga tidak kalah penting untuk diperhati

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 18, 2020

Kondisi pandemi saat ini yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian kapan akan berakhirnya dapat menimbulkan stres psikologis pada banyak orang termasuk orang yang masuk dalam kelompok rentan. Orang yang termasuk dalam kelompok rentan terinfeksi COVID-19 yang membutuhkan perhatian khusus yaitu : lansia, penyakit kronik (komorbid : penyakit paru dan penyakit pernafasan lainnya, jantung, hipertensi, ginjal, diabetes, autoimun, kanker), anak dan ibu hamil, disabilitas fisik, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi stres berlebihan dalam menghadapi pandemi saat ini bisa memicu terjadinya berbagai gangguan psikopatologi seperti gangguan cemas, depresi, stres paska trauma, ataupun gangguan psikotik pada kelompok rentan. Tulisan ini akan khusus membahas kelompok ODGJ yang sangat rentan kambuh ketika menghadapi stresor tertentu. Pandemi COVID-19 merupakan tambahan stresor bagi ODGJ yang memungkinkan ODGJ yang telah pulih berisiko kambuh. Untuk itu perlu dilakukan beberapa dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada ODGJ. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa upaya, baik oleh ODGJ sendiri maupun oleh keluarga atau caregiver untuk mencegah kekambuhan ODGJ, di antaranya:

  1. Mengenali dan menyadari gejala awal kambuhnya gangguan jiwa seperti : sulit minum obat, sulit tidur, menyendiri, gelisah, tidak nafsu makan, mudah tersing

Posted in Artikel by AdminRSJ
May 8, 2020

Menjadi orang tua tentu tidaklah semudah yang dibayangkan. Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup bersama anak. Bahkan ketika kita telah menjadi seorang nenek/kakek pun, kita akan terus belajar menjadi orang tua yang baik untuk mendukung pengasuhan yang efektif bagi cucu-cucu kita. Ketika belakangan ini nilai-nilai luhur kemanusiaan kita rasakan mulai luntur dari sendi-sendiri kehidupan, maka sepatutnya kita kembali menilik proses pengajaran nilai-nilai luhur kemanusiaan yang tentu berasal dari guru pertama kita, yaitu orang tua. Di samping faktor lain seperti lingkungan luar, sejatinya perilaku orang tua mereka adalah guru dan model terbaik yang akan selalu menjadi panutan baik atau buruknya perilaku anak. Suatu hari dalam tugas sebagai seorang psikiater, saya berjumpa seorang Ibu yang mengeluhkan anaknya yang terbiasa memukul dan menendang ketika keinginannya tidak terpenuhi. Ketika hendak diperiksa terlihatlah seorang anak yang begitu polos, ketakutan dan memeluk kuat si ibu dengan manja. Sang Ibu sambil menangis menceritakan kondisi rumah tangganya yang penuh dengan kekerasan yang didapatkan dari suami-suaminya. Ibu tersebut telah menikah 2 kali. Kekerasan tidak hanya dari suami pertama, tapi suami yang sekarang pun tidak jauh berbeda perlakuannya. Istilah anak jaman NOW: 11-12. Tidak kuat mengalami itu semua, si Ibu pun berulang kali timbul keinginan untuk me

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 27, 2020

Saat ini orang tua dan guru mungkin mendapatkan tantangan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan informasi tentang wabah virus Corona (COVID-19) kepada anak. Membicarakan hal ini mungkin merupakan sebuah diskusi yang rumit bagi anak-anak, namun membahas topik ini bersama anak-anak sangatlah penting dan wajib dilakukan demi menjaga keselamatan mereka. Sebenarnya tidak ada cara yang dianggap “BENAR” ataupun “SALAH” untuk menyampaikan informasi kondisi darurat kesehatan masyarakat ini kepada anak-anak. Berikut ini beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi orang tua atau guru untuk menyampaikan informasi tersebut, di antaranya:

  1. Ciptakan lingkungan yang terbuka dan suportif, sehingga anak tahu bahwa mereka bisa bertanya kapanpun mereka butuhkan. Pada saat yang sama, sebaiknya tidak memaksa anak untuk membicarakan hal-hal tersebut sampai mereka sendiri siap untuk membicarakannya.
  2. Jawablah semua pertanyaan anak secara jujur. Anak-anak biasanya akan tahu atau pada akhirnya mereka akan mencari tahu jika Anda “mengada-ada”. Ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mempercayai

Posted in Artikel by AdminRSJ
April 7, 2020

Yuk #DiRumahAja, hastag tersebut gencar sekali disuarakan untuk memutus rantai penyebaran coronavirus. Tapi, di rumah ngapain saja? Gimana tetap bugar meski tetap di rumah? Berikut ada beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan selama dirumah saja dan tidak memerlukan alat-alat khusus :

  1. Jalan-Jalan

Jalan-jalan tidak melulu harus ke luar rumah, lakukan jalan-jalan Anda di koridor, dari ruangan ke ruangan dan dapat juga naik turun tangga di rumah.

  1. Jumping Jack

Cukup berdiri kemudian melompatlah sebanyak yang kamu mampu dengan kedua tangan ke atas kepala dan kedua kaki terbuka.

  1. Push Up

Gerakan simpel push up dapat dilakukan di rumah tanpa mengggunakan alat bantu. Gerakan ini mampu menguatkan dan mengencangkan otot dada, perut, dan lengan Anda.

  1. Sit Up

Gerakan sederhana dari sit up bila dilakukan dengan rutin akan dapat mengencangkan otot perut Anda

  1. Aerobik dan Zumba

Olahraga ini memang menyenangkan ketika dilakukan beramai-ramai namun, di saat seperti ini tidak ada salahnya jika Anda melakukan aerobik dan zum

Posted in Artikel by AdminRSJ